Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconPemula

Deretan Indeks Saham di BEI, Bisa Bantu Kamu Screening Saham Lho

20 Agu 2021, 15:43 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Jumlah saham di BEI ada sekitar 700-an. Kamu yang pertama kali masuk pasar saham pasti langsung bingung bagaimana cara nge-filter saham sebanyak itu sampai ketemu beberapa yang bisa dianalisis. 


Untuk itu, BEI memiliki beberapa indeks saham yang bisa jadi acuanmu untuk memilih koleksi saham dari total sekitar 700-an emiten yang melantai di bursa. Dari karakter saham terlikuid sampai yang syariah dan ramah lingkungan tersedia nih. 


Apa itu Indeks Saham?

Indeks saham itu merupakan ukuran harga gabungan dari seluruh kumpulan saham yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang ditentukan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Kalau di pasar saham disebut indeks harga gabungan saham (IHSG), IHSG ini menjadi indikator dalam pergerakan saham di bursa, jadi kalau IHSG naik, harga saham cenderung mengikuti walaupun tidak bisa dipastikan semua akan naik dan begitupun sebaliknya.


Nah, biasanya pergerakannya itu dipengaruhi oleh saham-saham berkapitalisasi besar, misalnya BBCA, BBRI dan sebagainya.


Indeks-indeks yang Tersedia di BEI

Saat ini terdapat beberapa jenis indeks saham yang tercatat di bursa yang sering dijadikan acuan investor. Indeks-indeks ini memiliki karakteristiknya tersendiri, diantaranya adalah sebagai berikut.


  • Indeks LQ45

Sesuai dengan namanya, indeks ini hanya ada 45 emiten saham yang terpilih dengan kapitalisasi besar, likuiditas tinggi, artinya mudah untuk diperjual belikan dan tentunya memiliki fundamental yang baik. Datanya akan selalu diperbarui setiap 6 bulan sekali, jadi daftarnya akan terus berubah-ubah. Beberapa saham yang terdaftar adalah BBCA, BBNI, ICBP, INDF, TLKM. Penggantian saham akan dilakukan setiap enam bulan sekali, yaitu pada awal bulan Februari dan Agustus.


Daftar saham lengkap IDX LQ45 bisa diakses di sini.


  • IDX30

Hampir mirip dengan Indeks LQ45, IDX30 membuat daftar saham yang terpilih dengan kapitalisasi besar, likuiditas tinggi dan fundamental yang baik. Bedanya, IDX 30 menyaring lagi saham yang ada di daftar indeks LQ45 dengan spesifikasi yang lebih ketat sehingga dikerucut hasilnya hanya 30 saham saja yang memiliki likuiditas lebih tinggi. Contoh saham yang masuk ke dalam indeks ini adalah BBCA, BBNI, CPIN, GGRM, HMSP dan daftar sahamnya akan diupdate setiap enam bulan sekali di Februari dan Agustus.


Daftar saham lengkap IDX30 bisa diakses di sini.


  • IDX80

Dibandingkan Indeks LQ45 dan IDX30, IDX80 memiliki pilihan saham yang lebih luas lagi, dengan 80 saham pilihan yang telah diseleksi memiliki kinerja dan fundamental yang baik. Kalau indeks ini, biasanya lebih cocok untuk dijadikan acuan indeks untuk trading. Saham yang termasuk ke dalam indeks ini adalah AALI, AKRA, ACES, WTON, SMGR.


Penggantian saham akan dilakukan tiap Januari dan Agustus.


Daftar saham lengkap IDX80 bisa diakses di sini.


3 rebalancing indeks di atas, yakni IDX LQ45, IDX30 dan IDX80 yang paling memiliki dampak signifikan terhadap rebalancing portofolio reksadana juga, soalnya indeks tersebut merupakan kumpulan saham big caps dengan kinerja paling baik dan likuid.


  • Indeks Saham Syariah Indonesia/Indonesia Sharia Stock Index (ISSI)

Kalau IHSG adalah harga gabungan dari seluruh saham di bursa, untuk saham syariah juga punya indeksnya sendiri, disebut dengan indeks saham syariah Indonesia (ISSI). Daftarnya diakumulasi dari kinerja pasar saham syariah Indonesia di BEI yang tercatat di Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK.


Penggantian saham akan dilakukan tiap Juni dan Desember.


Daftar saham lengkap IDX ISSI bisa diakses di sini.


  • Jakarta Islamic Index (JII)

Nah, kalau indeks ini bisa menjadi acuan untuk kamu yang seorang investor syariah. Soalnya, indeks ini mengukur 30 saham syariah dengan kinerja keuangan yang baik serta likuiditas yang tinggi. Diantaranya adalah ADRO, PGAS, TKIM, UNVR, WIKA.


Penggantian saham akan dilakukan tiap Juni dan Desember.


Daftar saham lengkap IDX JII  bisa diakses di sini.


  • Jakarta Islamic Index 70 (JII70)

JII70 adalah indeks saham syariah yang paling baru di BEI dibandingkan dengan JII dan ISSI sejak diluncurkan pada 17 Mei 2018. Sesuai namanya, JII70 berisi 70 saham syariah yang paling likuid.


Metode pemilihan saham yang masuk JII70 mirip dengan JII. Perbedaannya adalah jumlah saham yang diseleksi pada tahap awalnya dipilih dari 150 saham, diseleksi hingga menghasilkan 70 saham dengan kinerja paling baik. Contoh sahamnya ada AALI, ADRO, AKRA, LSIP, RALS.


Penggantian saham akan dilakukan tiap Juni dan Desember.


Daftar saham lengkap IDX JII70 bisa diakses di sini.


  • IDX BUMN20

Kalau kamu tertarik berinvestasi pada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), indeks IDX BUMN20 ini bisa menjadi acuan, karena indeks ini mengukur kinerja harga 20 saham perusahaan BUMN, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan afiliasinya. Contohnya adalah ANTM, BBNI, BBRI, ELSA, PGAS.


Penggantian saham akan dilakukan tiap Januari dan Agustus.


Daftar saham lengkap IDX BUMN20 bisa diakses di sini.


  • IDX High Dividend 20

Kamu pemburu dividen? Indeks ini bisa jadi acuan, nih. Indeks ini mengukur kinerja harga dari 20 saham yang membagikan dividen tunai selama 3 tahun terakhir dan memiliki dividend yield yang tinggi. Beberapa sahamnya adalah ADRO, ASII, BBCA, BBNI, BBRI.


Penggantian saham akan dilakukan tiap Januari dan Agustus.


Daftar saham lengkap IDX High Dividend 20 bisa diakses di sini.


  • IDX Value 30 

Indeks ini diciptakan untuk membagikan indeks saham berdasarkan style investasinya. Indeks IDXV30 adalah indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham yang memiliki valuasi harga yang rendah dengan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik.


Dengan salah satu syaratnya adalah memiliki PBV dan PER yang rendah, kamu tidak perlu khawatir karena rasionya masih di ambang batas wajar, kok. Seperti AKRA, ANTM, BRIS, DOID CLEO.


Penggantian saham akan dilakukan tiap Januari dan Agustus.


Daftar saham lengkap IDX Value 30 bisa diakses di sini.


  • IDX Growth 30

Sementara itu, IDXG30 mengukur kinerja harga dari 30 saham yang memiliki tren pertumbuhan laba bersih dan pendapatan relatif terhadap harga dengan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik.


Saham-saham yang memenuhi syarat untuk masuk ke dalam indeks ini harus memiliki nilai skor Price to Earnings Ratio (PER) dan Price to Sales Ratio (PSR) tertinggi selama tiga tahun terakhir. Contohnya ACES, ERAA, HOKI, WIKA, INKP.


Penggantian saham akan dilakukan tiap Februari dan Agustus.


Daftar saham lengkap IDX Growth 30 bisa diakses di sini.


  • IDX ESG Leaders

Indeks ini mengukur kinerja harga dari saham-saham yang memiliki penilaian Environmental, Social, dan Governance (ESG) yang baik dan tidak terlibat pada kontroversi secara signifikan serta memiliki likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik yang dinilai oleh Sustainalytics. Beberapa sahamnya adalah BBTN, BSDE, DOID, ELSA, EXCL.


Penggantian saham akan dilakukan tiap April dan Oktober.


Daftar saham lengkap IDX ESG Leaders bisa diakses di sini.


  • IDX Quality 30

Indeks ini mengukur kinerja harga dari 30 saham dari perusahaan-perusahaan dengan profitabilitas tinggi, solvabilitas baik, dan pertumbuhan laba stabil yang disaring dengan ketat dan tidak mudah, lho. Tentunya likuiditas transaksi, serta kinerja keuangan yang sudah masuk dalam daftar ini memiliki nilai yang baik. Contohnya ACES, BBCA, BMRI, BTPS, CLEO.


Penggantian saham akan dilakukan tiap Februari dan Agustus.


Daftar saham lengkap IDX Quality 30 bisa diakses di sini.


  • IDX Small-Mid Cap Composite (IDX SMC)

 IDX SMC Composite merupakan saham yang memiliki nilai kapitalisasi pasar antara Rp1 triliun sampai Rp50 triliun, seperti AALI, BJBR, BOGA, BTPN, BTPS.


Penggantian saham akan dilakukan tiap Februari dan Agustus.


Daftar saham lengkap IDX SMC bisa diakses di sini.



  • IDX Small-Mid Cap Liquid (IDX SMCL LIQ)

Kalau IDX SMC mengukur saham dengan kapitalisasinya, IDX SMC LIQ mengukur saham dengan likuiditas tinggi yang memiliki kapitalisasi pasar kecil - menengah. Contohnya LPPF, MAPI, PGAS, PTPP, PWON.


Penggantian saham akan dilakukan tiap Februari dan Juli.


Daftar saham lengkap IDX SMCL LIQ bisa diakses di sini.

  • IDX-MES BUMN 17

Dengan perkembangan industri pasar modal syariah ini semakin banyak diminati oleh investor, BEI meluncurkan indeks saham baru, yakni indeks IDX-MES BUMN 17 pada akhir April 2021. Indeks ini berisi saham-saham BUMN yang masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES). Beberapanya adalah BRIS, ANTM, ELSA, INAF, KAEF.


Penggantian saham akan dilakukan tiap Juni dan Desember.


Daftar saham lengkap IDX-MES BUMN 17 bisa diakses di sini.


  • SRI-KEHATI

Indeks saham Sustainable and Responsible Investment (SRI) yang merupakan hasil kerja sama Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) dan Bursa Efek Indonesia dan dirilis pada 8 Juni 2009. Biasanya indeks saham yang satu ini menjalankan pola indeksnya berdasarkan tren investasi dunia. 


Tiga tahapan yang harus dilewati untuk bisa masuk ke dalam daftar ini adalah aspek bisnis inti, memastikan perusahaannya tidak bergerak di bidang negatif, kemudian aspek finansial yang sehat dan juga aspek fundamental. Indeks ini kerap digunakan sebagai salah satu indikator pergerakan harga saham di BEI. Contoh sahamnya adalah ASII, BBCA, INCO, INDF, JSMR.

Penggantian saham akan dilakukan tiap Juni dan Desember.


Daftar saham lengkap SRI-KEHATI bisa diakses di sini.


Itu lah tadi beberapa jenis indeks saham yang disediakan oleh BEI yang bisa dijadikan sebagai acuan kamu sebelum membeli saham. Biasanya daftar saham yang tercantum di indeks tersebut diperbarui setiap 6 bulan sekali atau biasa disebut rebalancing, nah hal ini akan berdampak ke harga saham konstituen yang ditambahkan maupun yang dikeluarkan.


Saham yang baru ditambahkan ke indeks, harga sahamnya cenderung mengalami  kenaikan harga dan begitu sebaliknya, untuk saham yang dikeluarkan cenderung akan melemah selama 1-2 minggu tergantung likuiditas sahamnya.


Mau belajar saham secara intensif? Yuk gabung VIP user Emtrade agar bisa mendapatkan konten edukasi, konten analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, seminar rutin, sampai webinar morning dan day briefing setiap jam perdagangan saham. 


Klik di sini untuk langsung join user VIP Emtrade


-C- 


emtrade.id/disclaimer


Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi