Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Bukalapak IPO, Akankah Saham Teknologi Bisa Seperti di AS?

17 Jul 2021, 15:22 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Indonesia sudah siap dengan munculnya saham teknologi besar yang melantai di bursa, yakni Bukalapak. Namun, masih banyak yang mempertanyakan seberapa besar prospek Bukalapak dan apakah sektor teknologi di Indonesia bakal seperti Amerika Serikat? 


Komisaris Bursa Efek Indonesia Pandu Sjahrir menceritakan langkah Bukalapak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah langkah pertama yang besar. Banyak perusahaan teknologi mulai berkembang lebih cepat setelah mereka melakukan IPO. 


“Misalnya, seperti SEA Group yang mulai improvement ketika melantai di bursa AS. Lalu, Uber yang sempat dianggap gagal, tapi kini pertumbuhan harga sahamnya sudah melebihi harga IPO,” ujarnya dalam seminar Emtrade berjudul Riding on The Tech Boom pada Sabtu 17 Juli 2021.  




Lalu, apakah dengan mulai listingnya perusahaan teknologi berstatus unicorn ke BEI bakal membawa sektor teknologi Indonesia masuk ke euforia seperti di Amerika Serikat (AS)?


Pandu menilai saat ini Indonesia belum masuk ke euforia saham teknologi seperti di AS, tetapi baru langkah pertama ketika Bukalapak memutuskan untuk IPO. Dengan Bukalapak IPO, artinya perusahaan teknologi memberikan peluang kepada investor publik di Indonesia untuk mendapatkan eksposur ke saham sektor teknologi besar. 


“Lalu, bagaimana potensi saham-saham teknologi ini? ya, bayangkan saja saat ini seperti investasi ke Amazon 10 tahun lalu,” ujarnya. 


Sebagai gambaran, saham Amazon pada Januari 2010 memiliki kapitalisasi pasar cuma senilai 54,04 miliar dolar AS. Namun, nilai Amazon terus melejit dalam 10 tahun terakhir hingga sampai penutupan pasar 16 Juli 2021 menjadi 1,8 triliun dolar AS. 


Namun, bukan cuma kapitalisasi pasar Amazon saja yang naiknya eksponensial, tetapi juga dari segi kinerjanya. Penjualan Amazon dalam 10 tahun terakhir pada periode 2010-2020 naik 1.028 persen menjadi 386 miliar dolar AS. 


Begitu juga dengan laba bersih Amazon yang melejit 1.700 persen dari periode 2010-2020 dari 1,15 miliar dolar AS menjadi 21,33 miliar dolar AS.

 

Kisah Amazon Waktu IPO


Apalagi, jika dibandingkan dengan kinerja saat Amazon baru mau IPO. Perusahaan besutan Jeff Bezos itu IPO pada 1997 dengan harga penawaran 18 dolar AS per saham. Harga penawaran itu sudah naik dari rentang harga penawaran awal. Padahal, toko buku online milik Jeff Bezos itu masih merugi.




 Saat itu, Amazon mencatatkan kerugian senilai 3,03 juta dolar AS pada kuartal I/1997. Kerugian itu justru jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal I/1996 yang senilai 331.000 dolar AS. 


Namun dari segi penjualan, Amazon mencatatkan pertumbuhan yang eksponensial. Pada kuartal I/1997 senilai 16 juta dolar AS dibandingkan dengan 875.000 dolar AS pada kuartal I/1996. 


Jika melihat Amazon yang bertransformasi menjadi e-Commerce raksasa dunia hingga memiliki bisnis lainnya seperti cloud computing. Kerugian saat IPO menjadi tidak berarti karena Amazon mampu mendongkrak pangsa pasar dan penjualannya berkali-kali lipat. 


Jadi, Seberapa Besar Prospek Perusahaan Teknologi?


Jika berkaca kepada Amerika Serikat yang lebih cepat 2 dekade dalam transformasi digital. Prospek perusahaan teknologi adalah bisa mengubah skala ekonomi di sebuah wilayah. 


Pandu menjelaskan prospek perusahaan teknologi jelas sangat  besar sekali. Apalagi, keberadaan perusahaan teknologi bisa mendorong banyak orang untuk memanfaatkan waktu luangnya menjadi lebih produktif.


“Bayangkan, kalau banyak orang yang makin produktif, yang diuntungkan tuh bukan cuma orang-orang yang jadi produktif saja, tetapi juga negaranya dari segi ekonomi. Jadi, benefitnya very clear dan saat ini Indonesia masuk ke masa permulaan ke era itu, belum sampai tahap euforia,” ujarnya. 


Salah satu bukti besar perusahaan teknologi bisa mengubah skala ekonomi negara adalah yang dilakukan Alibaba. Dengan pengembangan teknologinya dari toko online hingga ke transaksi sistem pembayaran, Alibaba sudah mengubah skala ekonomi di China. 


Artinya, potensi ekonomi digital dan perusahaan teknologi di Indonesia ini sangat besar. Namun, memang belum terlihat karena baru mencapai titik awal. Jika dibilang akankah seperti di AS, tidak ada yang bisa prediksi. Pastinya, prospek saham teknologi itu sangat besar jika melihat cakupan bisnis dan keuntungan yang bisa diberikan kepada konsumen.


Nah, kamu penasaran ingin menonton lengkap diskusi dengan Pandu Sjahrir bersama Emtrade? Kamu bisa tonton rekamannya di video ini: 


Nah, buat kamu yang mau ikutan acara rutin setiap Sabtu seperti ini serta belajar saham lebih intensif bisa gabung menjadi VIP user Emtrade.


Dengan menjadi user VIP Emtrade, kamu bakal mendapatkan konten edukasi, analisis saham, research report, event khusus member premium, referensi saham, tanya jawab intensif, sampai webinar khusus setiap pagi dan siang saat pasar saham dibuka. 


Klik di sini untuk langsung join user VIP Emtrade


-S-


Emtrade.id/Disclaimer


Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi