Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Dinamika Pasar Saham Dunia, Peralihan dari Saham Banking ke Teknologi

13 Jul 2021, 09:31 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Pasar saham yang begitu dinamis menuntut para pelaku pasar seperti trader dan investor juga harus dinamis. Buktinya, 10 saham dengan kapitalisasi terbesar di dunia pada 1989 sudah keluar dari status perusahaan paling bernilai saat ini. 


Bicara 1989, saat itu ekonomi Jepang sedang diujung masa keemasannya dengan industri manufaktur yang luar biasa. Saat itu, perusahaan Jepang menguasai di sektor bank, manufaktur, dan otomotif. 




Industrial Bank of Japan menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar senilai 104,29 miliar dolar AS. Posisi kedua ditempati Sumitomo Bank dengan kapitalisasi pasar 73,3 miliar dolar AS, lalu Fuji Bank senilai 69,4 miliar dolar AS. 


10 tahun berlalu, tepatnya pada 1999, lanskap 10 perusahaan dengan kapitalisasi saham terbesar berubah total dari bank dan industri menjadi teknologi. 


BACA JUGA: Alasan Perusahaan Teknologi Punya Valuasi besar Padahal Masih Rugi


Microsoft, produsen perangkat lunak besutan Bill Gates, menjadi perusahaan paling bernilai. Di sisi lain, nama-nama bank asal Jepang itu sudah tidak ada dalam daftar 10 emiten dengan market cap terbesar di dunia. 


Memang 1999 adalah momentum tepat sebelum bubble dotcom terjadi. Lalu, apa yang terjadi setelah bubble dotcom?


Memang banyak saham teknologi yang turun kasta dari 10 emiten dengan market cap terbesar. Praktis hanya Microsoft dan Apple yang berada di 10 besar pada 2009. 


Saat itu, tren booming komoditas bikin Exxon Mobil menjadi saham paling bernilai di dunia, diikuti oleh BP yang berada di peringkat ke-8. Perusahaan ritel seperti Wal-mart masuk ke peringkat ketiga perusahaan paling bernilai senilai 208,27 miliar dolar AS. Selain itu, ada produk konsumer lainnya seperti Nestle yang berada di peringkat ke-10. 


Memasuki 2014, booming shale oil di AS bikin dua saham minyak paman sam berada di 10 besar perusahaan terbesar dunia. Pertama, Exxon Mobil di peringkat ke-2 dengan market cap 438,46 miliar dolar AS. Kedua, Chevron Corp yang berada di peringkat 10 dengan market cap 238,47 miliar dolar AS. 


Di sini, Apple dan Microsof kembali menguasai papan atas perusahaan paling bernilai. Apple berada di posisi 1 dan Microsoft di posisi 3. 


Dinamika Pasar Saham Menuju New Economy


Peralihan dari sektor tradisional ke teknologi yang paling nyata terjadi pada 2021. Bayangkan, 8 dari 10 perusahaan bernilai yang ada saat itu adalah perusahaan berbasis teknologi atau new economy. 


Bahkan, nama perusahaan seperti Exxon Mobil, Johnson & Johnson, General Electric Co., Wells Fargo & Co, Wal-mart Stores, Nestle, dan Chevron yang masih ada di 10 besar sampai 2014 sudah tersingkir. 




Apalagi, saham dengan market cap terbesar di dunia pada 1989, hampir semuanya sudah tidak ada di deretan emiten dengan market cap terbesar di dunia lagi. 


Hal ini terjadi karena adanya perubahan dalam dunia bisnis dari basis industri menjadi teknologi. Kondisi itu juga mengubah sudut pandang bisnis dari mencari keuntungan menjadi pertumbuhan bisnis. 


Dengan teknologi, pertumbuhan bisnis bisa dicapai lebih luas, meski dalam tahap awalnya tidak fokus mengejar keuntungan. Namun, dengan memiliki ekosistem lebih luas, justru profitabilitas akan datang pada akhirnya. 


Bagaimana Nasib Saham Old Economy?


Saham old economy masih bakal terus tumbuh juga, tetapi tidak seagresif saham teknologi. Sebagai contoh, saham seperti Wal-mart dan Nestle masih terus tumbuh dalam 5 tahun terakhir dari Juli 2016 hingga Juli 2021.


Saham Wal-Mart naik sebesar 90,44 persen, sedangkan saham Nestle naik sebesar 47 persen dalam 5 tahun terakhir. 


Namun, kenaikan itu jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan kenaikan harga saham Apple dan Amazon dalam 5 tahun terakhir. Saham Apple telah naik 487,49 persen dan saham Amazon naik 405,73 persen dalam 5 tahun terakhir. 


Intinya adalah perubahan itu pasti ada dalam pasar saham, untuk itu kita tidak boleh kaku dalam memandang sebuah perusahaan. 


Adapun, saham-saham old economy bukan berarti bakal tersingkir dan jadi tidak menarik. Saham old economy akan tetap menarik dan tumbuh, tetapi pertumbuhannya mungkin tidak sekencang saham new economy


Nah, terus sekarang saham apa saja yang termasuk new economy di Indonesia? Bagaimana cara menganalisis saham new economy yang potensial? strategi investasi dan trading apa yang dibutuhkan jika ingin koleksi saham new economy?

Kamu bisa menemukan semua jawaban itu dengan bergabung sebagai VIP user Emtrade. Dengan jadi VIP user Emtrade, kamu bisa mendapatkan konten edukasi, konten analisis, research report, tanya jawab intensif, referensi saham, seminar rutin, dan webinar morning and day briefing setiap hari perdagangan bursa.


-S-

Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi