Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconPsikologi Trading

4 Jebakan Psikologis yang Harus Dihindari Para Trader Saham

8 Jul 2021, 17:52 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image
Trading saham memang tidak mudah. Bukan hanya harus mempersiapkan money management dan jago analisis saham, tetapi juga jangan sampai terjebak dalam perangkap psikologis. 

Banyak trader saham yang gagal karena terjebak oleh perangkap psikologi. Perangkap psikologi ini pun bermacam-macam. Berikut 4 perangkap psikologis yang harus dihindari seorang trader saham

1. Jebakan Anchoring


Anchoring dalam dunia saham bisa terjadi ketika ada saham yang dipersepsikan sangat bagus. Namun, tiba-tiba kondisi ekonomi dan bisnis membuat bisnisnya sunset dan terdisrupsi sehingga prospek sesungguhnya kurang menarik kecuali saham itu melakukan inovasi secara bisnis. 

Namun, ada persepsi saham itu adalah saham bagus sehingga penurunan harga saham akibat bisnis yang sunset malah dianggap sebagai saham undervalued. Akhirnya, banyak yang mengaverage down saham tersebut dan berujung rugi karena memang bisnisnya sudah tamat.

Investopedia memberikan contoh untuk jebakan Anchoring ini seperti saham Radio Shack, perusahaan yang menjual alat elektronik yang berkembang pesat pada 1980-1990-an. Namun, bisnis Radio Shack didisrupsi oleh keberadaan Amazon yang mulai ekspansi bisnis dari toko buku online menjadi e-Commerce pada medio setelah 1997-an. 

Sayangnya, kala itu masih banyak yang menilai Radio Shack salah satu perusahaan yang bagus karena dianggap punya fundamental bagus di masa lalu. Akhirnya, bisnis Radio Shack memang benar-benar berantakan dari memiliki 7.300 gerai pada masa jayanya hingga menyisakan 70 gerai pada akhir 2017. 

Untuk menghindari jebakan ini, trader maupun investor harus berpikir terbuka terhadap sumber informasi baru. Lalu, trader dan investor harus mengetahui mana perusahaan yang hari ini paling oke, tetapi tidak untuk esok hari. 

2. Jebakan Sunk Cost


Sunk Cost ini adalah kondisi psikologi di mana manusia akan menjaga keputusan sebelumnya, meski itu bukan langkah yang benar. Misalnya, memaksakan nonton film bioskop yang ternyata tidak bagus sampai habis selama 3 jam. Manusia akan menyayangkan biaya karcis bioskop jika film tidak bagus itu ditinggalkan. Padahal, dia harus membuang waktu selama 3 jam tanpa bisa menikmatinya. 

Begitu juga dalam trading dan investasi saham. Banyak orang yang enggan melakukan stop loss karena merasa saham yang dibelinya bakal naik tinggi. 

Salah satu contohnya saat booming vaksin pada awal 2021, hampir semua saham farmasi menguat, tetapi setelah itu harga sahamnya turun. 

Seperti saham Indofarma (INAF) yang melejit hingga Rp6.975 per saham pada 12 Januari 2021. Nah, kamu yang masuk di level Rp5.000-an mungkin masih berharap ada sentimen vaksinasi yang bisa mengerek naik harga saham INAF. Belum lagi, harapan sentimen obat covid-19. 

Dengan harapan itu, trader merasa sayang jika melakukan stop loss di posisi saat ini.

Akhirnya, trader itu nekat hold saham INAF dengan harapan tersebut. Bukannya naik balik ke Rp6.000-an per saham, kini saham INAF malah nyaman di level Rp3.000-an per saham. Lalu, tidak ada yang tahu kapan saham INAF bisa kembali melejit melewati level tertingginya tersebut. 

Di sisi lain, jika melakukan stop loss saat harga sahamnya sudah jatuh ke Rp4.000-an per saham pada akhir Januari 2021, trader itu bisa mengalokasikan aset  ke saham beraroma teknologi yang naiknya cukup cepat sepanjang tahun ini. 

Nah, trader yang yakin akan saham INAF bisa bangkit lagi itu sudah terjebak ke dalam jebakan sunk cost. 

Untuk itu, agar terhindar dari jebakan Sunk Cost, kamu harus lepas dari komitmen emosional terhadap investasi yang sudah dipilih. Jika tetap terbawa emosi, kamu hanya akan memperburuk keadaan yang ada. 

3. Jebakan Konfirmasi


Ingat kejadian saham Gudang Garam (GGRM) yang sempat melejit hingga Rp47.250 per saham di tengah saham rokok lainnya tertekan pada akhir Juni sampai 2 Juli 2021 kemarin? Lonjakan saham GGRM itu disebabkan rumor akuisisi merger dengan Japan Tobacco. 

Dari sini, banyak yang kembali berharap dengan saham yang dulunya sempat termasuk 10 besar saham big caps di BEI. Bahkan, melakukan cocoklogi terkait hubungan Gudang Garam dengan Japan Tobacco pada 2017. Padahal, waktu itu pihak GGRM sudah menekankan kalau perusahaan rokok Apache yang diakuisisi Japan Tobacco bukanlah milik GGRM. 

Namun, kejadian yang sama kembali terulang, rumor akuisisi Japan Tobacco terus membuat harga saham GGRM naik hingga hampir tembus Rp50.000 per saham. Namun, harga saham itu terus anjlok setelah GGRM mengonfirmasi tidak ada rencana akuisisi dan merger dengan perusahaan Jepang tersebut. 

Nah, trader yang berupaya mencari konfirmasi pembenaran diri saat membeli saham GGRM di tengah tren bullish akibat rumor itu terjebak dalam jebakan konfirmasi. Padahal, transaksi itu memang baru sebatas rumor belum sampai ada kesepakatan. 

Untuk itu, para trader harus bersikap objektif ketika menilai fakta dan berita dari saham yang dimiliki. Jangan sampai sikapnya terkena subjektif oleh harapan kenaikan harga yang tinggi jika transaksi aksi korporasi itu benar-benar terjadi

4. Jebakan Kebutaan


Jebakan kebutaan ini adalah situasi di mana manusia tidak berupaya mencari konfirmasi  dan tidak melakukan apapun jelang situasi buruk yang akan datang padanya. 

Lalu, bagaimana implikasinya di dunia saham? ini terjadi kepada trader yang ikut-ikutan beli saham tertentu karena sekadar rekomendasi tanpa melihat informasi lebih dalam dan memiliki trading plan yang matang.

Dirinya merasa cukup mengikuti rekomendasi tanpa mempelajari lebih dalam. Bahkan, trader itu pun mungkin tidak membaca berita finansial untuk update nasib sahamnya kini. Akhirnya, ketika harga saham turun drastis, trader malang itu hanya bisa menyesal. 

Untuk itu, trader maupun investor saham juga harus mengetahui detail saham yang dikoleksi. Bahkan, memantau berita pasar saham pun adalah salah satu aktivitas wajib para trader dan investor agar tahu perkembangan terkini perusahaan yang dimilikinya. 


Nah, mau belajar saham yang intensif dan praktis biar langkahnya lebih terarah dan tidak terjebak psikologi yang buruk? 

Yuk gabung sebagai VIP user Emtrade. Dengan bergabung  sebagai VIP user Emtrade, kamu bisa mendapatkan konten edukasi, konten analisis, research report, tanya jawab intensif, seminar rutin, referensi saham, webinar setiap pagi dan siang saat hari perdagangan saham. 


-S-

Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi