Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconRisk Management

3 Cara Manajemen Risiko dalam Trading Saham

31 Jan 2022, 10:10 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Banyak yang bingung bagaimana cara memulai trading saham. Ada juga yang khawatir setengah mati, bagaimana menghadapi risiko dalam trading? Padahal, risiko dalam trading saham itu cuma satu, yakni penurunan harga saham. Lalu, bagaimana meredam risiko tersebut ya? 


Penurunan harga saham adalah hal yang tidak bisa dihindari. Namanya juga harga yang digerakkan oleh mekanisme pasar, jadi bisa saja harganya turun atau naik sesuai dengan respons pasar. Kalau lagi banyak fear, harga saham bisa turun, tetapi kalau lagi euforia dan mulai greedy harga saham pun ikut naik. 


Lalu, bagaimana cara agar trader bisa meminimalisir risiko dalam trading saham? 


Pertama, Stop Loss, yakni melakukan aksi jual sebelum mengalami kerugian lebih dalam. Biasanya, trader sudah merencanakan stop loss sejak awal. Jadi, dia bisa meredam risiko penurunan lebih dalam. Sayangnya, banyak juga yang sudah melakukan stop loss, tetapi setelah itu harganya malah naik. 


Nah, biar tidak mengalami hal itu, kamu harus bisa membaca tren. Misalnya, kamu harus melakukan stop loss saat posisi harga berada di bawah support


Kedua, seorang trader juga harus mengatur emosinya saat euforia maupun fear. Jangan sampai seorang trader malah terjebak fear of missing out (FOMO). 


Baca juga: Biar Nggak FOMO, Perhatikan Modus Buzzer Saham Ini 


Untuk itu, trader harus tenang agar bisa memaksimalkan keuntungan dalam trading saham. Warren Buffet pernah bilang, “The risk comes from not knowing of what you are doing.” Untuk itu, kamu harus membuat perencanaan dan manajemen risiko yang matang. Jadi, setiap risiko bisa meminimalisir. Salah satunya, adalah denga cara stop loss


Ketiga, berhubung harga saham bergerak dengan cepat. Kamu juga harus merencanakan alokasi aset untuk trading saham. Nantinya, alokasi aset itu kamu bagi menjadi dua bagian, yakni untuk trading dan investasi jangka panjang. 


Lalu, bagaimana mengatur alokasinya? 


Jika kamu masih pemula dalam trading saham dan dirasa masih sulit untuk mengontrol emosi ketika ada harga jatuh mudah panik dan terjebak euforia, kamu bisa memulai porsinya di 70% untuk investasi dan 30% untuk trading saham. Selain itu, jangan lupa untuk set angka stop loss untuk trading saham yang bisa kamu toleransi supaya nggak jatuh terlalu dalam.


Baca juga: Strategi Trading Saham Saat Downtrend


Nah, enggak terlalu pusing seperti yang dibayangkan bukan? Mau belajar tentang saham lebih dalam lagi? Yuk, upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade.


Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan. Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.


-C-

 

emtrade.id/disclaimer




Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2023, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi