Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconFundamental

Gross Merchandise Value (GMV), Valuasi untuk Perusahaan Digital!

16 Jun 2021, 16:30 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Startup teknologi yang muncul baru-baru ini menjadi hal menarik dibahas oleh investor dan menimbulkan pertanyaan bagaimana caranya valuasi perusahaan ini? Apa bisa menggunakan PBV atau PER yang sering digunakan? Jawabannya adalah kurang relevan. Mengapa begitu?

Dalam memvaluasi startup teknologi kurang relevan jika menggunakan indikator yang berdasarkan profit atau ekuitas, karena beberapa perusahaan startup ini cenderung masih merugi saat ini  Oleh karena itu, salah satu cara yang bisa digunakan dalam menilai startup adalah Gross Merchandise Value (GMV).

Apa itu Gross Merchandise Value (GMV)?

GMV, merupakan akumulasi nilai pembelian atau transaksi dari pengguna melalui situs atau aplikasi dalam periode tertentu. Contohnya pada startup transportasi online GMV menunjukkan total nilai tumpangan (ride) melalui startup tersebut.

Bagaimana cara menghitung valuasi dengan GMV?

Langkah pertama, adalah menemukan perusahaan startup lain dengan model bisnis yang hamper sama, karena GMV merupakan valuasi relative jadi dibutuhkan perusahaan serupa sebagai pembanding.

Biasanya dibanyak kasus baik GMV maupun nilai valuasi bisa terlihat dari penggalangan dana yang dipublikasikan ke publik. Kita mengasumsikan bahwa pendanaan yang mereka terima mewakili dua puluh sampai tiga puluh persen kepemilikan sahamnya.  Maka, kita bisa mengatakan valuasi sebuah startup sama dengan pendanaan dibagi 0,2.

 

Langkah kedua, adalah menghitung multiple valuation yang merupakan rasio dengan membagi valuasi sebuah perusahaan dengan indikator utama yang digunakan, dalam kasus ini kita menggunakan GMV. 


Langkah ketiga, setelah mendapatkan nilai valuasi multiple kita mencari valuasi rata-rata industri atau perusahaan yang serupa.   Setelah itu kita bisa bandingkan valuasi multiple dari startup yang kita mau dengan rata-rata industrinya. Jika angka berada dibawah level rata-rata industri artinya masih undervalued, sebaliknya jika berada diatas level rata-rata industri maka overvalued.

Sebagai contoh dalam tabel perhitungan valuasi perusahaan startup dibawah ini : 


Source : Tech in Asia

Dalam tabel diatas ini diketahui valuasi multiple industri sebesar 2,1. Sebagai salah satu contoh bisa kita bandingkan dengan Lazada yang memiliki valuasi multiple lebih besar yaitu 2,4 artinya Lazada sudah masuk overvalued. Catatan, data diatas bisa berubah sewaktu-waktu seiring dengan pertumbuhan startup.

Jadi, itu dia cara menghitung valuasi startup dengan GMV. namun kita tidak bisa mengandalkan satu indikator keuangan saja, perlu adanya pertimbangan berdasarkan aspek yang lainnya agar keputusan investasi dapat lebih rasional. Ingin tahu caranya analisis saham yang rasional berdasarkan fundamental dan teknikal. Pelajari hanya di menu edukasi aplikasi Emtrade.

Emtrade.id/disclaimer

TN

Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi