Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-icon

Bingung Pilih Saham atau Reksa dana?? Baca Ini Untuk Pertimbanganmu

28 Mei 2021, 11:28 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Investor pemula sering dibuat bingung dalam memulai berinvestasi di pasar modal seperti pertanyaan lebih baik langsung investasi saham atau reksa dana. Kira-kira, mana langkah terbaik untuk memulai investasi di pasar modal? 


Instrumen saham maupun reksa dana memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Banyak yang bilang reksa dana memiliki risiko lebih rendah ketimbang saham, tetapi faktanya jika masuk ke reksa dana saham, maka risiko yang diterima juga bakal seperti investasi di saham. 


Meskipun begitu, ada  beberapa perbedaan signifikan dalam investasi saham dengan reksa dana yang harus kamu ketahui sebelum memutuskan untuk investasi ke mana.


Untung-Rugi Investasi Saham dan Reksa Dana


Investasi saham itu berarti kamu membeli dan memiliki saham sebuah perusahaan, meski jumlah yang dimiliki hanya 100 lembar dari jutaan atau miliaran lembar saham perusahaan yang beredar. 


Keuntungan investasi saham antara lain, investor bisa dapat dividen,yakni pembagian hasil laba bersih perusahaan kepada  pemegang saham. Namun, perlu diingat, dividen bukanlah kewajiban bagi emiten ya.


Keuntungan lain investasi saham adalah potensi kenaikan harga. Jadi, investor akan mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual dengan beli. 


Lalu, risiko investasi saham antara lain, penurunan harga saham. Jika investor memutuskan jual saham saat harganya turun, berarti akan mengalami kerugian akibat selisih harga jual dengan beli yang negatif. 


Namun, ada risiko yang lebih besar daripada penurunan harga saham, yakni delisting paksa dari bursa dan emitennya bangkrut. Jika emiten delisting sampai bangkrut, kemungkinan risiko terburuknya dana investasi di saham itu bisa lenyap begitu saja.


Berbeda dengan investasi saham, reksa dana adalah instrumen investasi yang mengumpulkan dana dari beberapa investor dan dikelola oleh manajer investasi. Nantinya, dana investor itu akan dikelola manajer investasi ke instrumen seperti, deposito, surat utang, dan saham. 


Keuntungan reksa dana bisa diperoleh dari kenaikan net asset value atau NAV. Komponen NAV akan dibagi dengan jumlah unit penyertaan sebuah produk reksa dana untuk menentukan harga reksa dana per unit. 


Kenaikan NAV bisa terjadi karena adanya kenaikan harga saham dan obligasi yang dikelola, pembagian dividen, kupon obligasi, sampai bunga deposito. 


Lalu, beberapa risiko investasi reksa dana antara lain, penurunan NAV akibat harga saham atau obligasi yang dikelola manajer investasi mengalami penurunan. 


Selain itu, risiko reksa dana lainnya adalah jika dana kelolaan produk reksa dana di bawah Rp10 miliar selama 120 hari berturut-turut, produk itu bisa dibubarkan oleh OJK. Selain itu, pembubaran reksa dana juga bisa berasal dari keputusan manajer investasi dan bank kustodian dengan alasan komersial. 


Jika itu terjadi, manajer investasi akan membagikan sisa dana kelolaan kepada investor secara proposional atau nilainya bisa  jadi lebih rendah dibandingkan dengan saat membeli produk tersebut. 


Kelebihan-Kekurangan Saham dan Reksa dana


Investasi saham dan reksa dana memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang mungkin bisa cocok atau tidak cocok untuk setiap investor. 


Kelebihan investasi saham antara lain, investor bisa memilih dan mengelola dananya sendiri ke saham yang diinginkan. Dengan begitu, investor bisa menakar sendiri tingkat risiko dan potensi keuntungan yang diperoleh dari perubahan harga maupun dividen. 


Namun, ada juga kekurangan investasi saham, yakni investor harus memahami analisis fundamental dan teknikal untuk bisa memilih saham yang bagus dan masuk serta jual di waktu yang tepat. 


Jika terjun langsung tanpa ada bekal pengetahuan, investor bisa mengalami potensi kerugian karena salah memilih saham atau waktu masuk dan jualnya tidak tepat. 


Seperti saham, begitu juga reksa dana yang punya kelebihan dan kekurangan sebagai instrumen investasi. 


Kelebihan reksa dana antara lain, investor tidak perlu memikirkan saham apa yang harus dibeli dan dijual, tetapi cukup mempercayakan semuanya kepada manajer investasi yang mengelola. 


Selain itu, investor reksa dana bisa memborong banyak instrumen dari saham, obligasi, sampai kumpulan saham di satu indeks saham dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan begitu, investor reksa dana bisa melakukan diversifikasi aset dengan lebih terjangkau dibandingkan dengan investasi saham, obligasi, dan lainnya secara masing-masing. 


Meskipun begitu, ada juga beberapa kekurangan reksa dana nih, yakni untuk reksa dana konvensional seperti, pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham kurang transparan. Soalnya, data portofolio yang ditampilkan dalam fact fund sheet setiap bulannya hanya 5 portofolio terbesar dari total pengelolaan investasi oleh manajer investasi.


Kecuali, investor memilih investasi di reksa dana indeks atau exchange traded fund (ETF), yakni produk reksa dana yang pengelolaan asetnya disesuaikan dengan indeks saham yang dijadikan acuan. Dengan begitu, investor bakal tahu dananya diinvestasikan ke setiap anggota indeks tersebut. 


Selain itu, investasi di reksa dana juga memiliki biaya yang lebih banyak dibandingkan dengan saham seperti, biaya pencairan atau redemption fee sampai biaya untuk operasional manajer investasi. Biaya itu lebih banyak dibandingkan dengan transaksi saham, yang hanya memiliki biaya transaksi sekuritas. 


Jadi Investasi Saham atau Reksa dana?


Untuk memutuskan itu, investor harus memahami lagi profil risikonya. Apakah profil risiko konservatif, moderat, atau agresif. 


Jika termasuk konservatif, yakni investor yang belum siap menghadapi risiko, berarti kamu bisa menempatkan mayoritas dana di produk reksa dana pasar uang yang mayoritas penempatan dananya di deposito. Risiko dana investasi untuk merugi sangat kecil, meski prospek keuntungannya juga tidak jauh dari tingkat bunga deposito.  


Lalu, jika moderat, yakni investor yang mulai siap menerima risiko menengah,  kamu bisa menempatkan mayoritas penempatan dana di reksa dana pendapatan tetap yang mayoritas penempatan dananya di surat utang negara maupun obligasi. 


Kalau kamu termasuk profil risiko agresif, yakni investor yang siap dengan risiko apapun, berarti bisa menempatkan mayoritas dana di reksa dana saham, campuran, atau langsung investasi ke saham. 


Di luar profil risiko, secara keseluruhan investasi saham bisa dibilang tetap memberikan potensi keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan reksa dana. Untuk bisa mengoptimalkan keuntungan dalam investasi saham, kamu harus belajar ilmunya. 


Nah, untuk memahami alasan mengapa investasi saham dan cara memulainya. Kamu bisa baca artikel ini: Mengapa Berinvestasi Saham? dan video cara memulai investasi saham ini




http://emtrade.id/disclaimer




Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi