Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-icon

Liputan Event OJK: Peluang dan Tantangan Pasar Modal di Era Digital.

28 Mei 2021, 09:59 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Pasar modal saat ini sudah didominasi investor ritel dan domestik, salah satunya didorong oleh pertumbuhan jumlah penduduk kelas menengah, yang membutuhkan layanan keuangan yang  beragam, dan kualitas SDM di sektor keuangan yang lebih tinggi.

Per Oktober 2020 sekitar 49,75% Pertumbuhan investor berasal dari fintech. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan perilaku masyarakat sangat mendukung untuk beralih ke platform digital, dan juga menjadi tantangan yang harus diantisipasi oleh dunia pasar modal saat ini dalam pengembangan teknologi di era digital yang sangat massive dan tidak dapat terbendung.

 

Peningkatan Investor Ritel Indonesia Melalui Digitalisasi

Peran perkembangan teknologi semakin dibutuhkan di industri pasar modal saat ini untuk mengembangkan investor ritel di indonesia. Transformasi digital akan memberikan dampak pada peningkatkan customer satisfaction dan experience.

Aplikasi mobile dapat memberikan sistem yang adaptif, dan fleksibel, kemudahan akses informasi, serta bisa meningkatkan produktivitas, dan kecepatan, serta akurasi proses bisnis, dan juga  memudahkan dalam digital marketing.  Keberhasilan dari transformasi digital harus ada dukungan dari beberapa faktor yaitu leadership, capabilities, empowering workers, upgrading tools, dan juga komunikasi yang baik.

Selain itu juga harus didukung dengan pengembangan sistem dan teknologi, talent management dan development, transformasi budaya perusahaan, utilisasi digital asset, dan perlindungan investor, serta meningkatkan literasi dan edukasi pasar modal masyarakat.

Ada beberapa tantangan juga yang dihadapi dalam mengembangkan investor ritel saat ini seperti kurangnya pemahaman masyarakat mengenai investasi di pasar modal, kurangnya SDM di Pasar Modal, bisnis proses beberapa masih ada yang kurang efisien, banyak investasi ilegal, pilihan produk investasi yang masih terbatas, dan juga keterbatasan pada infrastruktur.


Digitalisasi Pacu Minat Berinvestasi di Reksa Dana Syariah

Ruang bertumbuh pasar modal syariah ke depan masih sangat besar kedepannya, melihat dari beberapa tahun terakhir ini investor di Pasar modal meningkat. Akan tetapi masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan total populasi Indonesia. Saat ini jumlah investor hanya sebesar 1,4% dari total populasi Indonesia pada tahun 2020. Selain itu, tingkat penetrasi reksadana Indonesia hanya 3% dari negara-negara di ASEAN.

Perkembangan jumlah instrumen investasi di pasar modal syariah selama 10 tahun terakhir saham syariah naik hampir 2 kali lipat. Indonesia juga memiliki pretasi sebagai The Best Islamic Capital Market 2019 dan 2020, karena merupakan pasar modal yang terlengkap yang mempu mengintegrasikan investasi dan filantropi islam.

Peluang datang dari perkembangan dan adopsi teknologi digital. Pandemi saat ini nyatanya malah menjadi suatu momentum transformasi digital yang akan terus berlanjut kedepan. Perkembangan reksadana melalui digital sekarang juga dipermudah oleh aplikasi yang bisa diakses secara online dan fleksibel.

Seiring dengan perkembangan pasar modal syariah ada beberapa tantangan yang dihadapi kedepannya seperti rendahnya literasi pasar modal syariah di Indonesia dan masyarakat masih cenderung bingung dalam pemilihan produk dan tempat berinvestasi syariah.

 

Strategies in Creating New Innovations in Digital Era

Digitalisasi saat ini merupakan cara untuk terhubung satu sama lain. Digital connection ini bahkan lebih kuat dari yang kita bayangkan dan ini menjadi hal yang sangat penting. Contohnya seperti BTS dan fansnya ARMY yang terhubung secara digital, ikatan antara idol dan fans ini sangat kuat.

Indonesia saat ini memiliki jumlah investor yang bertumbuh pesat dibandingkan sebelumnya, bahkan saat ini pasar dominan digerakkan oleh ritel. Investor ritel juga lebih cerdas dibandingkan sebelumnya. Karena belajar dari pengalaman krisis sebelumnya tahun 2008, pada krisis 2020 pasar modal Indonesia dapat pulih dengan lebih cepat. Hal ini karena adanya teknologi dan digitalisasi yang membuat investor dapat belajar melalui informasi yang berkualitas dan mudah didapatkan. 


emtrade.id/disclaimer

Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi