Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-icon

Jangan Bingung, Yuk Kenalan dengan Stock Split!!

10 Feb 2022, 11:57 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image



Stock split bisa diartikan sebagai sebuah aksi korporasi memecah harga saham dengan rasio tertentu. Stock split dilakukan oleh sebuah perusahaan ketika harga sahamnya mencapai belasan ribu atau puluhan ribu Rupiah per lembarnya. Stock split biasanya membutuhkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham.

Stock split biasanya ditunggu-tunggu oleh investor ritel yang berminat membeli sebuah saham tertentu tapi tidak memiliki modal yang cukup untuk membeli saham tersebut.

Memahami Stock Split

Sebagai contoh, harga saham ASII (PT Astra Internasional, Tbk) sebelumnya sekitar Rp 70.000/lembar. Pada tanggal 5 Juni 2012 dilakukan stock split dengan rasio saham lama: saham baru adalah 1:10. Jadi harga saham baru adalah sekitar Rp 7.000/lembar yang diperoleh dari 70.000 / 10.

Sebenarnya aksi ini tidak membawa perubahan terhadap jumlah nominal kepemilikan saham seorang investor. Yuk, lihat perumpamaan berikut :


Sebelum stock split

Investor A memiliki 500 lembar saham ASII

Harga/lembar = Rp 70.000

Nominal kepemilikan = 500 x 70.000 = Rp 35.000.000,00


Setelah stock split (rasio 1:10)

Investor A memiliki memiliki 500 x 10 = 5000 lembar saham

Harga/lembar = Rp 7000

Nominal kepemilikan = 5000 x 7.000 = Rp 35.000.000,00

Tidak berubah, bukan?


Mengapa  perusahaan melakukan stock split?

Alasan utama aksi korporasi ini adalah untuk menambah likuiditas pergerakan harga sahamnya. Ketika likuiditas meningkat, maka frekuensi perdagangan saham tersebut juga semakin aktif.

Beberapa perusahaan sebenarnya tidak kesulitan likuiditas, seperti contohnya saham ASII yang dibahas sebelumnya. Namun karena harganya cukup mahal, tidak semua investor mampu membeli saham ASII. Melalui stock split, saham ASII menjadi semakin terjangkau dan pada akhirnya lebih banyak investor yang bisa membeli saham ini.

Apa pengaruh stock split terhadap pergerakan harga saham?

Sebenarnya ketika stock split terjadi, tidak ada perubahan secara fundamental dan model bisnis perusahaan. Hanya saja memang tidak semua harga saham akan meningkat pasca stock split terjadi walaupun frekuensi perdagangan menjadi lebih tinggi.

Beberapa saham justru harga sahamnya cenderung bergerak stagnan. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi hal ini, misalnya tren pasar dan sektoral yang sedang terjadi, kondisi perekonomian makro dan mikro serta berbagai alasan eksternal lainnya.

emtrade.id/disclaimer

Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi