Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconTeknikal

TA 1 : Apa & Mengapa Analisis Teknikal?

25 Nov 2021, 19:53 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Jika Anda baru mau mulai beli saham, dan jika pertanyaan terbesar Anda “bagaimana mencari saham yang harganya mau naik” tetutama dalam jangka pendek, maka analisis teknikal lah jawabannya.

Analisis teknikal adalah sebuah cara untuk menganalisis pergerakan harga saham dengan menggunakan grafik harga saham di masa lampau (historis), dan juga dengan memperhatikan volume transaksi. Bagaimana caranya?
    
Dengan analisis teknikal, kita bisa menilai saham mana yang permintaannya lebih besar daripada penawaran, sehingga harga saham berpotensi menguat, karena pada dasarnya, apa yang menyebabkan harga saham naik / turun adalah naik turunnya demand dan suplai.

Nah dalam melakukan analisis harga saham, volume, dan likuiditas ini, sebaiknya kita bersikap seperti kita sedang membaca GPS / peta, bukan dengan meramal. Dengan menggunakan GPS, artinya, kita melihat informasi-informasi yang muncul secara realtime, bukan menebak-nebak. Jika ada informasi baru, kita fleksibel dalam pengambilan keputusan berdasar informasi tersebut.

Mengapa kita menggunakan analisis teknikal?

Ada banyak alasan penting dan manfaat mengapa kita menggunakan analisis teknikal. Beberapa di antaranya karena: 

1. Harga mencerminkan segala yang terjadi

Semua peristiwa dan kejadian baik makro (misalnya perubahan suku bunga, kebijakan fiskal, kondisi perekonomian) dan mikro (aksi korporasi perusahaan, kinerja perusahaan) akan mendorong aksi beli & jual dari pelaku pasar (trader dan investor) di mana semua tindakan beli jual tersebut pada akhirnya tertuang dalam grafik pergerakan harga saham membentuk pola tertentu. 


Sebagai contoh, jika kinerja perusahaan positif, harga saham akan cenderung naik. Ketika terjadi buy back oleh perusahaan, harga saham juga cenderung menguat. Sebaliknya, ketika terjadi right issue, seringkali harga saham bergerak melemah. 


Nah masalahnya, ada banyak sekali faktor yang mendorong pelaku pasar dalam pengambilan keputusan sehingga seringkali seorang pemula merasa kewalahan saat harus mengolah semua informasi tersebut. Belum lagi, jika ada faktor-faktor yang implisit, tidak diketahui oleh masyarakat banyak.


Oleh karena itulah analisis teknikal sangat penting digunakan dalam mengantisipasi pergerakan harga saham.

2. History repeats itself 

Prinsip history repeats itself artinya, semua yang terjadi saat ini sudah pernah terjadi sebelumnya. Oleh karena itulah, pola grafik saham yang terbentuk karena aksi beli jual seluruh pelaku pasar yang saat ini terjadi, bisa dimaknai sesuai dengan pola-pola serupa yang pernah terjadi sebelumnya. Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi?

History repeats itself, karena respon manusia (dalam hal ini investor besar maupun retail), selalu sama di dalam mengambil keputusan berdasar dorongan fear and greed. Tidak hanya itu, pola pelaku pasar di dalam memaknai kejadian-kejadian makro dan mikro pun cenderung sama dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Ketika harga saham mulai berguguran dalam siklus puncak, banyak orang ketakutan dan merespon dengan panic selling. Ketika harga saham sedang berada di bottom, dan ketika investor institusi mulai beli, harga saham mulai menguat. Pada masa ini, retail mulai skeptis, apa benar harga saham naik. Ini adalah awal dari uptrend.

Ketika investor retail mulai optimis, harga saham mulai naik, dan saat itulah periode uptrend sedang terjadi, hingga tiba saatnya mencapai level puncak kembali, di mana investor retail euphoria, panic buying, di kala institusi mulai profit taking, dan diikuti dengan kejatuhan harga saham yang kembali membuat investor retail panic selling.

Begitu seterusnya, siklus berulang… history repeats itself.

3. Bisa digunakan untuk investasi & trading

Analisis teknikal bisa digunakan untuk trading baik dalam jangka pendek (rentang waktu kurang dari 1 bulan), jangka menengah (rentang waktu sekitar 6 bulan), ataupun untuk investasi jangka panjang dengan rentang waktu 5 tahun lebih.

Untuk jangka pendek dan jangka menengah kita menggunakan grafik harian. Sedangkan untuk investasi jangka panjang kita menggunakan grafik monthly, terutama untuk pertimbangan dalam menentukan timing beli ataupun jual. Sementara itu untuk pemilihan saham dalam berinvestasi jangka panjang harus dilakukan filtering dengan analisis fundamental terlebih dahulu.

Mengapa dalam jangka pendek - jangka menengah kita menggunakan analisis teknikal dalam mengantisipasi arah pergerakan harga saham, dan bukan analisis fundamental? Karena, seringkali perusahaan yang fundamentalnya biasa-biasa saja ataupun perusahaan yang sedang berjuang secara fundamental, harga sahamnya pun masih
bisa menguat. 

Mengapa hal itu terjadi? Hal ini terjadi karena adanya demand / permintaan yang lebih besar terhadap saham tersebut dalam jangka pendek - menengah, karena suatu sebab tertentu, baik yang terpublikasi, maupun yang tidak terpublikasi.

Oleh karena itulah, analisis teknikal bisa kita gunakan untuk menganalisis semua jenis saham, baik saham berkapitalisasi besar (blue chips), maupun saham berkapitalisasi menengah (second liner), saham berfundamental bagus, ataupun yang masih berjuang, untuk jangka panjang, maupun jangka pendek - menengah.

4. Bisa digunakan untuk berbagai instrument

Dengan analisis teknikal, kita bisa melakukan analisis untuk berbagai instrumen, tidak hanya saham. Misalnya, Forex, komoditas, gold, nilai tukar mata uang rupiah dengan dolar AS, dan banyak lagi. Sehingga dengan belajar 1 cara analisis, Anda bisa gunakan untuk banyak jenis investasi. Hal ini berbeda dengan analisis fundamental, di mana analisis fundamental perusahaan tidak bisa digunakan untuk menilai pergerakan emas, ataupun mata uang asing, yang lebih mengutamakan pendekatan makro ekonomi & intermarket analysis.

5. Praktis 

Analisis teknikal bersifat lebih praktis untuk dipelajari oleh pemula dibandingkan analisis fundamental, karena bersifat lebih visual dan tidak terlalu banyak angka. Dengan melakukan analisis terhadap harga dan volume, kita tidak hanya bisa mengantisipasi arah pergerakan harga saham, melainkan juga bisa meminimalisir risiko terjebak pada saham gorengan atau saham dengan likuiditas sangat kecil.


Mau belajar trading saham, termasuk analisis teknikal langsung dari coach saham berpengalaman? yuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.


Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.


Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-EM-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi