Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 2,13% YoY dari Rp82,98 triliun pada kuartal I/2023 menjadi Rp81,20 triliun pada kuartal I/2024. Otomatis, laba bersihnya ikut turun 14,39% YoY dari Rp8,71 triliun menjadi Rp7,46 triliun.


Jika mengecualikan investasi di GOTO dan Hermina, penurunan laba bersih ASII hanya 5% YoY menjadi Rp8,13 triliun.


Kinerja perusahaan yang melemah disebabkan oleh sebagian besar segmen bisnis mengalami penurunan. Terutama dua segmen terbesar yaitu, otomotif yang pendapatannya flat, dan alat berat yang terkoreksi. Berikut adalah rincian pendapatan per segmen bisnis:

  • Otomotif Rp34,19 triliun (0% YoY)

  • Jasa keuangan Rp7,77 triliun (+12,7% YoY)

  • Alat berat Rp32,41 triliun (-7,1% YoY)

  • Agribisnis Rp4,80 triliun (+0,8% YoY)

  • Infrastruktur dan logistik Rp2,06 triliun (-7,9% YoY)

  • Teknologi informasi Rp611 miliar (-10,4% YoY)

  • Properti Rp222 miliar (-8,3% YoY)


Segmen otomotif cenderung flat karena penjualan mobil turun 20% jadi 120.000 unit. Namun, pangsa pasar masih naik dari 53% jadi 56% karena penurunan lebih rendah dibandingkan penurunan penjualan mobil secara nasional (-24%). 


Sementara penjualan motor turun 8% jadi 1,3 juta unit, lebih besar dibandingkan penjualan motor secara nasional (-5%). Pangsa pasar pun turun dari 79% jadi 76%.


Adapun segmen alat berat mengalami penurunan kinerja yang disebabkan oleh anak usaha ASII, yaitu PT United Tractors Tbk (UNTR) pendapatannya turun 7,1% YoY menjadi Rp4,5 triliun karena harga batu bara turun.


Jika kita telisik secara kuartalan, pendapatan ASII masih mampu tumbuh 7,34% QoQ. Hal ini dikarenakan segmen otomotif dan alat berat masing-masing tumbuh 17,6% QoQ dan 

4,6% QoQ.


Namun, laba bersih turun 8,39% QoQ karena beban pendapatan pokok meningkat +13,8% QoQ menjadi Rp63,62 triliun. 


ASII baru saja mengumumkan pembagian dividen untuk tahun buku 2023 total sebesar Rp21,01 triliun atau Rp519 per saham. Ini setara dengan rasio 62% dari laba bersih, lebih tinggi daripada rata-rata rasio pembayaran dividen secara historis.


Mengingat pada tahun lalu dividen interim sudah dibagikan, maka dividen final sisanya sebesar Rp17,04 triliun atau Rp421 per saham. Berdasarkan harga ASII di 5150, potensi yieldnya sekitar 8,17%


Dilihat secara valuasi, saat ini saham ASII sudah sangat murah. Jika bandingkan current P/E di 5,86x dengan rata-rata 5 tahun di 10,27x, artinya ASII sedang diskon 43%.


Lalu, bagaimana strategi trading dan investasi saham ASII? Pelajari di Basic Trading Mastery, webinar trading saham dengan Ms Ellen May dengan materi yang mudah dipahami & diterapkan.

GRATIS senilai Rp 500.000 dengan kode BLOG terbatas untuk 50 orang pertama

Klik di sini untuk informasi selengkapnya

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
article
ArtikelInsight

Kinerja BBCA Tumbuh Positif Didorong Rekor Pertumbuhan Kredit

23 Apr 2024, 16:33 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi