Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencetak pendapatan bunga bersih sebesar Rp35,95 triliun pada kuartal I/2024. Jumlah ini naik 9,7% YoY dari Rp32,77 triliun pada kuartal yang sama tahun lalu.


Laba bersih tumbuh tipis 2,7% YoY dari Rp15,56 triliun menjadi Rp15,98 triliun. Perolehan ini hanya setara 23,6% dari ekspektasi FY24F konsensus yang mencapai Rp67,4 triliun.


BBRI mencetak net interest margin (NIM) yang cenderung stabil. Artinya, profitabilitas perusahaan terjaga karena perusahaan bisa mengelola modalnya dengan efektif. Pada kuartal I/2024 NIM sebesar 7,84%, sama seperti kuartal I/2023. 


Namun, yang perlu diperhatikan adalah perolehan tersebut berada di bawah target 7,9-8%. BBRI pun menurunkan targetnya menjadi 7,6-7,8% untuk tahun 2024.


Kredit naik 10,9% YoY dari Rp1.180 triliun menjadi Rp1.308 triliun. Jumlah ini juga di bawah target perusahaan +11-12%. BBRI kemudian menurunkan targetnya menjadi +10–12%.


Sebagai informasi, BBRI merupakan bank yang ramah UMKM dengan segmen mikro yang masih mendominasi 48,3% segmen bisnis BBRI. Di sisi lain, BRILink sebagai layanan yang dapat menjangkau masyarakat pelosok dengan total transaksi selama 2023 sebesar Rp1.427 triliun masih menjadi nilai tambah bagi BBRI.


Kenaikan kredit diikuti dengan bertambahnya risiko kredit bermasalah. Meskipun NPL naik sedikit 0,1% YoY dari 1,8% menjadi 1,9%, hal ini tetap bisa berdampak negatif. Sebab ketika NPL naik, perusahaan akan menaikkan tingkat pencadangan yang bisa menggerus laba bersih.


Sementara itu, pada basis kuartalan pendapatan bunga bersih meningkat 5,8% QoQ. Adapun laba bersih justru turun tipis 1,4% QoQ. Penyebabnya adalah:

  • Pendapatan operasional lain (non bunga) Rp12,62 triliun (+25,9%/-2,9% QoQ)

  • Laba operasional Rp20,03 triliun (+2,4% YoY/-2,9% QoQ)


Terlihat pendapatan operasional lain dan laba operasional mampu tumbuh pada basis tahunan. Namun, secara kuartalan angkanya mengalami penurunan, sehingga turut menekan laba bersih kuartalan.


Bagaimana valuasinya? Saham BBRI sudah tergolong premium secara valuasi. Alasannya karena PBV saat ini ada di 2,57x, sedangkan rata-rata 5 tahun di 2,35x.


Lalu, bagaimana strategi investasi jangka panjang di BBRI? Cari tahu strateginya di Emvestart, webinar saham untuk pemula bersama pakar saham Ms Ellen May.

GRATIS senilai Rp 500.000 dengan kode BLOG terbatas untuk 50 orang pertama

Klik di sini untuk informasi selengkapnya.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

Kinerja BBCA Tumbuh Positif Didorong Rekor Pertumbuhan Kredit

23 Apr 2024, 16:33 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi