Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Rupiah Ambruk ke Level Terendah Empat Tahun, Begini Korelasinya ke IHSG Secara Historis

17 Apr 2024, 11:51 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Nilai tukar rupiah lanjut melemah, di mana pada hari Rabu (17/04) pukul 10:00 WIB mencapai Rp16.241 per dolar AS. Ini menandakan bahwa rupiah sudah turun lebih dari 2% dibandingkan sebelum libur panjang Lebaran. Asal tahu saja, rupiah juga berada di level terendah dalam 4 tahun terakhir.


Source: Bloomberg Technoz


Dolar AS menguat didorong rilis data ekonomi terbaru. Penjualan ritel di Amerika Serikat (AS) tumbuh 0,7% pada bulan Maret dibandingkan bulan sebelumnya. Angka ini jauh di atas ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 0,3% saja.


Hal ini membuat pelaku pasar semakin ragu bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga secara agresif. Saat ini The Fed diperkirakan hanya bisa menurunkan suku bunga sebanyak satu kali, yaitu 25 basis poin. 


Adapun berdasarkan analisis dari CME FedWatch Tool, jadwal pemangkasan diproyeksi terjadi pada kuartal ketiga. Padahal, sebelumnya diperkirakan pada bulan Juni. 


Hal ini sejalan dengan keterangan Jerome Powell yang mengindikasikan pemangkasan suku bunga The Fed yang mungkin lebih lama karena data inflasi AS yang tinggi belakangan ini. Powell mengisyaratkan bahwa penurunan suku bunga tahun ini mungkin hanya akan terjadi di akhir tahun, berbeda dari perkiraan sebelumnya yang mengindikasikan penurunan suku bunga sebanyak tiga kali di 2024.


Selain itu, dolar AS kian perkasa ditopang faktor risiko geopolitik yang membuat investor cenderung mengalihkan dana mereka ke aset-aset safe haven seperti emas dan dolar AS. Permintaan yang besar di pasar kemudian meningkatkan nilai tukar dolar AS itu sendiri.

Korelasi Terhadap IHSG


Sumber: Phintraco Sekuritas


Grafik di atas menggambarkan hubungan antara pergerakan IHSG dan USD/IDR sejak April 2023. Dilansir dari riset Phintraco Sekuritas, kita bisa lihat ada pola hubungan yang berubah-ubah. Antara April sampai Juni 2023 dan September sampai Desember 2023, IHSG dan USD/IDR berkorelasi negatif. Tapi, dari Juni ke September 2023, kedua-duanya malah bergerak seiring, naik bersama.


Nah, menurut asumsi makro APBN 2025, USD/IDR diprediksi berada di kisaran Rp15.000 sampai Rp15.400. Ini sejalan dengan nilai rata-rata dan median dari data yang ada di grafik, yaitu sekitar Rp15.347 sampai Rp15.399. 


Selanjutnya, dari Desember 2023 sampai Maret 2024, ketika USD/IDR bergerak melewati nilai rata-rata di Rp15.347, IHSG cenderung sideways. Ini mengindikasikan bahwa nilai 'keseimbangan' rupiah mungkin tidak jauh dari angka rata-rata dan median tersebut, yaitu Rp15.347 sampai Rp15.399, sesuai juga dengan prediksi APBN 2025.


Hal tersebut dapat diperkuat dengan melihat kondisi pelemahan USD/IDR yang semakin memburuk selama 2 bulan terakhir ini. 

Sumber: Phintraco Sekuritas


Pada bulan Maret terdapat arus modal keluar dari pasar modal Indonesia. Namun, jika dilihat dari jenis instrumennya, outflow tersebut justru banyak yang berasal dari pasar surat utang negara, khususnya tenor jangka pendek. 


Sedangkan dari sisi pasar saham masih mencatatkan inflow sejak Desember 2023. Yang mana inflow ini cukup bagus karena bisa membuat pasar saham lebih stabil. Sebagai informasi, IHSG mencatatkan net foreign buy Rp6,01 triliun sejak awal tahun.


Sumber: RHB Sekuritas


Dalam hal pelemahan nilai tukar rupiah, ada beberapa sektor yang tercatat mendapatkan dampak positif. Berdasarkan riset RHB Sekuritas terkait persentase sensitivitas kenaikan laba bersih terhadap depresiasi rupiah, sektor yang dimaksud adalah perkebunan, batu bara dan pertambangan, migas, dan perbankan. Sedangkan sektor transportasi terpantau flat.


Adapun emiten ritel MYOR berpotensi ikut diuntungkan karena lebih dari 40% ekspor dalam dolar AS serta mengalami pertumbuhan penjualan yang kuat di China. Artinya, setiap dolar AS yang diterima akan menghasilkan lebih banyak rupiah, meningkatkan pendapatan dan profitabilitas perusahaan.


Sementara itu, sektor yang terdampak negatif adalah properti, rokok, kawasan industri, otomotif, telekomunikasi, kesehatan, consumer goods, ritel, media, semen, infrastruktur dan konstruksi, serta poultry.


Baca juga: Waspada Pelemahan Rupiah, Gimana Efeknya ke Saham? 


Yang perlu diperhatikan adalah, jika rupiah terus mengalami pelemahan dalam waktu yang lebih lama, maka ke depan ada potensi Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga guna menstabilisasi nilai tukar rupiah. Namun, di sisi lain juga ada upaya-upaya lain yang mungkin bisa dilakukan. Misalnya:

  • Intervensi pasar valuta asing

  • Kebijakan fiskal dengan menambah pemasukan pemerintah dari pajak→ ada rencana kenaikan PPN menjadi 12% pada tahun 2025

  • Kerja sama internasional untuk mencari bantuan pendanaan

  • Peningkatan ekspor untuk menopang nilai tukar rupiah


Pertanyaannya, bagaimana strategi trading yang menguntungkan di berbagai kondisi market? Mau belajar lebih lanjut? Daftar Basic Trading Mastery, webinar trading saham dengan Ms Ellen May dengan materi yang mudah dipahami & diterapkan.

GRATIS! Pakai kode promo: BLOG

Klik di sini untuk informasi selengkapnya

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

BBRI Masih Nyaman di Level 4000-an, Apa yang Mesti Dilakukan Holder?

29 Apr 2024, 14:20 WIB
article
ArtikelInsight

Harga Nikel Cetak Rekor, Sahamnya Menyala

22 Apr 2024, 16:23 WIB
article
ArtikelInsight

Seberapa Besar Dampak Konflik Timur Tengah yang Kian Memanas ke Pasar Saham?

16 Apr 2024, 10:54 WIB
article
ArtikelInsight

SIDO Siap Catat Perbaikan Kinerja, Simak Potensi Dividennya

5 Apr 2024, 14:26 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi