Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

SIDO Siap Catat Perbaikan Kinerja, Simak Potensi Dividennya

5 Apr 2024, 14:26 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image



Seperti yang kita tahu, tahun 2023 menjadi tahun yang cukup berat bagi PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO). Pada tahun lalu, pendapatan perusahaan turun -7,8% YoY dari Rp3,87 triliun menjadi Rp3,57 triliun. Ini mendorong penurunan kinerja laba bersih sebesar -13,9% YoY dari Rp1,10 triliun menjadi hanya Rp951 miliar saja.


Penurunan terjadi SIDO karena harga komoditas pangan yang melesat beberapa seperti gula, gandum, dan harga beras. Adapun faktor menurunnya daya beli masyarakat akibat lonjakan harga pokok membuat masyarakat lebih memprioritaskan belanja untuk kebutuhan primer, sehingga permintaan produk SIDO menurun. Apalagi, cuaca kemarau yang berkepanjangan di tahun lalu juga dinilai kurang ideal untuk menggenjot permintaan.


Namun di tahun 2024 ini, perekonomian tampaknya mulai membaik. Hal ini tercermin pada naiknya indeks PMI manufaktur yang tertinggi dalam 2,5 tahun terakhir.  Manufaktur Indonesia mencatatkan kenaikan signifikan pada Maret 2024 mencapai 54,2 Kenaikan ini menunjukkan ekspansi dalam sektor manufaktur. 


Source: Trading Economics


Data terbaru PMI manufaktur Amerika Serikat (AS) dan China pun tercatat ekspansif. 


Jika ekonomi dan manufaktur negara adidaya meningkat, impor komoditas dari Indonesia berpotensi naik dan daya beli masyarakat bisa ikut naik. Seperti yang tadi dibahas, daya beli masyarakat punya pengaruh yang cukup besar terhadap kinerja penjualan SIDO.


Di sisi lain inflasi bulan Maret 2024 ada di angka 3,05% naik dari bulan Februari 2,75%. Meski begitu, Bank Indonesia menilai inflasi masih cukup terjaga dan dan berada di jalur target mereka 2,5±1%.


Source: Trading Economics


Hal ini menjadi faktor pendukung lainnya yang bisa menopang daya beli masyarakat agar tetap kuat. Sehingga memungkinkan masyarakat untuk lebih fleksibel dalam membelanjakan uang mereka, termasuk membeli produk-produk SIDO.


Perubahan cuaca dari El Nino menuju La Nina akan mulai terjadi pada paruh kedua tahun ini. Perlu diketahui, El Nino merupakan pola cuaca kering, sedangkan La Nina membawa cuaca yang lebih dingin dan lembab. Fenomena La Nina dapat mengakibatkan badai yang lebih besar daripada biasanya.


Maka dari itu, La Nina dinilai dapat mendukung penjualan produk andalan SIDO, yaitu Tolak Angin. Alasannya karena di masa ini, akan ada lebih banyak orang yang jatuh sakit karena masuk angin.


Tolak Angin menyumbang pendapatan yang sangat besar terhadap total pendapatan SIDO, yakni mencapai 72%. Sehingga apabila penjualan Tolak Angin laris manis di pasaran, ada potensi kinerja pendapatan SIDO bisa terdorong naik. 


Source: Company Presentation


Bagaimana dengan dividennya? Hingga saat ini, SIDO belum mengumumkan pembagian dividen untuk tahun buku 2023. Sebelumnya, manajemen menyampaikan bahwa perusahaan akan mempertahankan rasio dividen tahun buku 2023 di atas 85%.


Dengan asumsi tersebut, maka potensi dividen SIDO:

Total dividen: Rp807,5 miliar

Dividen per saham: Rp26,9

Yield: 4,07% (berdasarkan penutupan harga 4 April 2024 di Rp660)


Jelang libur lebaran, hari ini (05/04) SIDO aktif lagi di market naik +2,27% ke 675. Pengendalinya, PT Hotel Candi Baru baru Saja beli 17,14% saham SIDO di atas harga pasar Rp719. Total transaksi hingga Rp3,7 triliun.


Emtrade sudah profit taking saham SIDO untuk strategi jangka pendek +4,8% - +9,1%. Sedangkan untuk strategi jangka menengah sudah floating profit sekitar +33,3% - +34,6%.


Mau bisa trading dan dapat profit seperti ini tapi bingung harus mulai belajar dari mana?  Temukan solusinya di Basic Trading Mastery, webinar trading saham dengan Ms Ellen May dengan materi yang mudah dipahami & diterapkan.

GRATIS! Pakai kode promo: BLOG

Klik di sini untuk informasi selengkapnya

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelPemula

IDX High Dividend 20: Apa Saja dan Kapan Jadwal Pembagian Dividennya?

3 Mei 2024, 14:14 WIB
article
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Masih Nyaman di Level 4000-an, Apa yang Mesti Dilakukan Holder?

29 Apr 2024, 14:20 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi