Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Saham Migas Menyala Usai Harga Minyak Melesat ke Level Tertinggi Sejak Oktober 2023

3 Apr 2024, 12:05 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Per pukul 10:40 WIB, saham-saham migas terpantau naik. ENRG +3,74%, MEDC +3,34% dan ELSA +3,09%. Hal ini rupanya didorong oleh harga minyak dunia yang melesat pada penutupan hari Selasa kemarin (02/04). 


Harga minyak Brent ditutup naik 1,72% ke US$88,92 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI)WTI naik 1,72% ke US$85,15 per barel. Asal tahu saja, ini merupakan level harga tertinggi sejak Oktober 2023.


Kenaikan terjadi karena ketegangan di Timur Tengah yang semakin menjadi-jadi. Iran menyalahkan Israel atas serangan rudal ke kedutaan mereka di Damaskus Suriah awal minggu ini. 


Selain itu, konflik antara Rusia dan Ukraina juga memanas, dengan serangan sebuah pesawat tak berawak dari Ukraina ke pabrik minyak Rusia. Pabrik pemrosesan gas Astrakhan di Rusia, yang dioperasikan oleh perusahaan energi besar Gazprom, telah menghentikan produksi minyak bumi setelah melakukan perbaikan pada 30 Maret 2024.


Analisis dari Reuters menyampaikan bahwa serangan tersebut mengenai bagian penting dari kilang penyulingan minyak di pabrik itu, yang berkontribusi sekitar separuh dari total kapasitas produksi tahunannya yaitu 340.000 barel per hari. Namun, kerusakan yang terjadi tampaknya tidak terlalu parah.


Sebagai informasi, Iran dan Rusia adalah bagian dari OPEC+, kelompok dari negara-negara penghasil minyak dunia. Ketika ada serangan terhadap infrastruktur minyak di salah satu negara ini atau ada ketegangan geopolitik yang melibatkan mereka, maka ada kekhawatiran di pasar bahwa pasokan minyak global bisa terganggu. 


Pasokan yang lebih rendah, atau bahkan persepsi tentang potensi gangguan, dapat menyebabkan harga minyak naik karena pelaku pasar khawatir tentang ketersediaan minyak di masa depan.


OPEC+ juga disinyalir akan mempertahankan kebijakan produksi mereka saat ini pada pertemuan yang dijadwalkan pada hari ini (03/04).


Adapun laporan data PMI manufaktur Amerika Serikat (AS) mencapai angka 50,3 yang artinya kembali tumbuh setelah sebelumnya turun sejak November 2022. Begitu pula dengan manufaktur China yang turut mencapai level ekspansi 50,8 untuk pertama kalinya sejak September 2023. Hal ini menandakan permintaan minyak mentah berpotensi naik lagi nantinya.


Perlu diketahui, AS dan China merupakan negara konsumsi minyak terbesar di dunia. Dikutip dari CNBC Indonesia, laporan Energy Institute menunjukkan AS sebagai konsumen minyak bumi terbesar urutan pertama di dunia pada tahun 2022, konsumsinya mencapai 19,1 juta barel per hari angka ini merupakan 19,7% dari total konsumsi dunia yang jumlahnya mencapai 97,3 juta barel per hari. 


Sedangkan China menempati urutan kedua dengan konsumsi minyak mencapai 14,29 juta barel per hari sepanjang tahun 2022 alias setara dengan 14,7% dari total konsumsi minyak dunia.


Source: CNBC Indonesia

Nah, beberapa faktor di atas bisa menguntungkan emiten produsen migas seperti ENRG dan MEDC karena harga jual rata-rata (average selling price/ASP) yang lebih tinggi.


Juga, dengan harga minyak yang stabil di angka tinggi, perusahaan-perusahaan migas akan lebih bersemangat untuk investasi lebih banyak di pengeboran dan produksi minyak. Ini berarti perusahaan yang menyediakan jasa di sektor ini, seperti ELSA akan mendapatkan lebih banyak orderbook dan bisa menjual jasanya dengan harga yang lebih baik.


Source: Laporan Keuangan Perusahaan


Berdasarkan data di atas, terlihat ELSA menjadi satu-satunya emiten dengan kinerja yang positif, di mana pendapatan dan laba bersih kompak naik. Bahkan, laba bersihnya naik lebih signifikan.


Lantas, apakah sahamnya cukup potensial saat ini? Bagaimana strategi tradingnya? Temukan jawabannya dengan upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. 


Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi