Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

ITMG Bagi Dividen Rp1.747, Gimana Emiten Batu Bara Lainnya?

28 Mar 2024, 15:41 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Sore ini (28/03) ITMG baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), yang salah satu agendanya membahas penggunaan laba bersih tahun 2023. Hasilnya, ITMG akan membagikan dividen 65% dari laba bersih, yaitu sebesar US$325 juta.


Setelah dikurangi dividen interim yang sudah dibagikan bulan September 2023, maka total dividen final US$126 juta atau setara Rp1.747 per lembar saham. Jika dihitung berdasarkan hari ini pukul 15:11 WIB di level Rp26.975, maka potensi yield sebesar 6,47%.


Hingga artikel ini dibuat, ITMG belum mengumumkan terkait jadwal pembagian dividen. 


Untuk emiten batu bara lainnya seperti ADRO, PTBA, dan UNTR belum mengumumkan dividen yang akan diberikan. Adapun proyeksi dividennya adalah sebagai berikut:


*Proyeksi dividend payout ratio (DPR) menggunakan data yang sama dengan tahun buku 2022, kecuali UNTR 

*Yield berdasarkan harga penutupan hari Rabu (27/03)


Source: Berbagai sumber, diolah


Sebagai informasi, tahun 2023 menjadi tahun yang cukup menantang bagi emiten produsen batu bara seiring normalisasi harga batu bara, setelah sempat melonjak pada 2022 akibat konflik Rusia–Ukraina. Hal ini terefleksi dalam laporan keuangan 2023, di mana emiten batu bara kompak mengalami penurunan laba bersih.


*ADRO & ITMG dalam miliaran dolar, PTBA & UNTR dalam triliunan rupiah


Source: Company data, diolah


Berdasarkan data di atas, UNTR menjadi emiten dengan penurunan laba bersih paling moderat, hanya 2%. Sedangkan pendapatannya masih mampu tumbuh tipis 4%.

Sekilas Sentimen Batu Bara

Harga batu bara lanjut menguat selama tiga hari berturut-turut. Menurut data Refinitiv, pada hari Rabu kemarin (27/03), harga batu bara ICE Newcastle untuk kontrak April ditutup di harga US$131,1 per ton atau naik 2%. Artinya, harga batu bara sudah menguat sebesar 5,3% selama tiga hari. 


Source: CNBC Indonesia


Kenaikan harga batu bara terjadi karena China, konsumen batu bara terbesar dunia, yang lebih banyak membeli batu bara dari Australia yang berkalori tinggi. Menurut laporan dari HellenicShipping News, ekspor batu bara Australia ke China meningkat dibanding tahun lalu, terutama dari Januari sampai Maret. Ini dikarenakan China mengurangi jumlah impor batu bara dari Rusia.


Harga batu bara juga naik karena Vietnam mengimpor batu bara hampir dua kali lipat lebih banyak dari tahun sebelumnya untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik.


Di sisi lain, ada sentimen dari insiden jembatan Baltimore di pelabuhan Amerika Serikat (AS) yang ambruk pada Selasa (26/03). Runtuhnya jembatan Baltimore berpotensi menghalangi pengangkutan 2,5 juta ton batu bara.


Sebagai penghasil batu bara keempat terbesar di dunia, AS mengekspor 74 juta ton batu bara pada tahun 2023. Dan Baltimore merupakan terminal komoditas kedua terbesar AS. 


Dengan begitu, terhentinya ekspor batubara Baltimore akan memengaruhi pasokan batu bara ke sejumlah negara seperti India yang mengonsumsi 91 juta ton batubara tahun lalu. Di mana, 13% atau sekitar 12 juta ton batu bara didapatkan melalui pelabuhan Baltimore.


Energy Aspects memperkirakan lalu lintas laut di Baltimore akan terganggu paling lama dua atau tiga minggu. Beberapa pengiriman batu bara untuk sementara mungkin dialihkan ke pelabuhan lain termasuk Norfolk, Virginia. Sehingga pengiriman bisa lebih lama karena faktor jarak dan penumpukan antrean bongkar muat.


Sebagian besar batu bara yang diekspor dari Baltimore memiliki kandungan sulfur yang tinggi. Sehingga gangguan pasokan akan lebih berdampak pada pasar batu bara Asia dibandingkan pasar Eropa karena tipe batu bara ini tidak cocok untuk pembangkit listrik di Eropa, menurut catatan dari perusahaan analis komoditas DBX.


Naiknya harga batu bara berpotensi menguntungkan emiten baru bara dari segi harga jual rata-rata (average selling price/ASP) yang ikut naik. Dengan begitu, kinerja profitabilitas perusahaan akan ikut terdongkrak.

Lantas, bagaimana strategi trading saham batu bara untuk saat ini? Mau tahu cara masuk ke saham di timing yang pas? Yuk, belajar di Basic Super Trader, webinar pelatihan saham untuk belajar strategi Super Trader bersama Ms Ellen May.

Kode promo: BLOG


Klik di sini untuk info selengkapnya 

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

SIDO Siap Catat Perbaikan Kinerja, Simak Potensi Dividennya

5 Apr 2024, 14:26 WIB
article
ArtikelInsight

Perbandingan Kinerja Emiten Properti, Mana yang Paling Kuat?

5 Apr 2024, 10:32 WIB
article
ArtikelInsight

SRTG Raih Rekor Pendapatan Dividen, Neraca Makin Kuat

4 Apr 2024, 16:34 WIB
article
ArtikelInsight

Jelang Lebaran, Gimana Potensi dan Kinerja Emiten Poultry Secara Historis?

4 Apr 2024, 11:55 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi