Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

BUMN Karya Bakal Merger, Gimana Nasib Sahamnya?

26 Mar 2024, 11:08 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Pemerintah RI berencana memangkas tujuh formasi BUMN di sektor konstruksi (BUMN Karya) menjadi tiga perusahaan. Langkah ini diambil guna menyehatkan laporan keuangan perseroan, mengingat kondisi finansial BUMN Karya sedang berada di tepi jurang.


Saat ini, yang menjadi momok finansial BUMN Karya adalah kondisi rasio jumlah utang terhadap modal (Debt to Equity Ratio / DER). Dari empat BUMN Karya yang melantai di bursa, berada dalam kategori kurang sehat, yakni dengan rata-rata DER mencapai angka 4,33x.


Tingginya angka DER, menandakan utang yang dimiliki perusahaan semakin tinggi jika dibandingkan dengan modal atau ekuitasnya, sehingga menyebabkan risiko beban bunga dari utang akan semakin besar dan mampu menggerus income perseroan. Tingkat DER yang dikatakan moderat, yaitu yang memiliki rasio di bawah 1x.



Source: Keterbukaan Informasi BEI, Data 9M23 (Diolah)


Dikutip dari kompas.id, beban utang yang ditanggung BUMN Karya dipicu oleh masalah internal terkait tata kelola perseroan. Belum lagi dampak dari pandemi Covid-19 di tahun 2020 lalu yang membuat operasional sektor konstruksi sempat terhenti. Alhasil membuat pendapatan perseroan tersendat dan utang pun kian menumpuk.


Adapun skema penggabungan yang direncanakan pemerintah, sebagai berikut:



Source: Kompas


Bagaimana Dampak ke Sahamnya?


Pertama, dari sisi lini bisnis, perusahaan yang mengalami merger lini bisnisnya akan cenderung bertambah. Namun, hal ini hanya berlaku pada induk perusahaannya saja.


Sebagai contoh PTPP dan WIKA. PTPP memiliki 7 lini bisnis, yaitu konstruksi, engineering procurement construction (EPC), properti, pracetak beton, sewa peralatan, energi, dan pendapatan dari jalan tol, Sedangkan WIKA memiliki 6 lini bisnis yang meliputi infrastruktur dan gedung, energi dan industri plant, industri, properti, dan hotel.


Kalau semisal PTPP menjadi pemegang saham tertinggi dari mergernya PTPP dan WIKA, maka lini bisnis PTPP akan ketambahan dari segmen lini bisnis WIKA.


Keuntungannya, perusahaan yang melakukan merger diversifikasi bisnisnya akan semakin banyak, sehingga mampu memudahkan perusahaan dalam melakukan ekspansi.


Kedua, kondisi finansial perusahaan akan adjust. Jika kondisi laporan keuangan perusahaan bagus, maka akan menciptakan finansial merger yang sehat. Tapi, tidak semuanya perusahaan yang merger memiliki kondisi keuangan yang baik.


Contohnya, PTPP dapat dikatakan lebih sehat dibandingkan WIKA. Di sepanjang tahun 2023, PTPP masih berhasil membukukan laba sebesar Rp481 miliar, sedangkan WIKA di kuartal 3-2023 masih merugi -Rp5,85 triliun, dan diperkirakan akan masih tertekan hingga menunggu rilisnya laporan keuangan 2023.


Mergernya PTPP dan WIKA tentu akan merugikan PTPP. Tapi, tidak seterusnya akan berdampak negatif, karena PTPP memiliki kelebihan dalam menjaga margin konstruksi yang sekiranya mampu menambal luka dari kerugian yang WIKA tanggung. Sedangkan WIKA sendiri bisa meningkatkan segmen industri dan hotel yang masing-masing berhasil menyumbangkan keuntungan sebesar Rp164 miliar dan Rp61 miliar di kuartal 3-2023.


Di sisi lain, mergernya PTPP dan WIKA ini diharapkan mampu memangkas biaya operasional bisnis agar lebih efisien. Begitupun skema merger yang terjadi pada BUMN Karya lainnya.


Ketiga, apakah BUMN Karya yang berstatus terbuka akan hengkang dari bursa? Bisa iya, bisa juga tidak. Tergantung aksi korporasi yang akan diambil nanti bagaimana. Jika selaku perusahaan induk membeli semua sahamnya, maka sahamnya akan delisting atau keluar dari bursa. Sebaliknya, jika sahamnya tidak dibeli maka akan tetap diperdagangkan di bursa saham dengan kode saham yang sama pula.


Well, kurang lebih begitu kabar BUMN Karya yang akan merger. Bagi pemerintah sendiri, harapan bergabungnya BUMN Karya ini mampu menciptakan penyertaan modal negara yang lebih hemat, karena sekali pemerintah memberikan suntikan dana, maka dapat mencakup lebih dari 1 perusahaan sekaligus.


Selain itu, dengan adanya pembagian proyek yang lebih spesifik dan terintegrasi, maka persaingan dalam perebutan proyek menjadi tidak ada. Alhasil margin bisnis akan lebih baik untuk ke depannya.


Lantas, gimana nih prospek saham konstruksi di masa depan? Sudah saatnya beli atau wait and see dulu?  Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

~RJ~

Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi