Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

SMRA Catat Kenaikan Laba Bersih Melebihi Pendapatan

22 Mar 2024, 16:51 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) membukukan pertumbuhan pendapatan sepanjang tahun 2023 sebesar 16,4% dari Rp5,71 triliun menjadi Rp6,65 triliun. Hal ini didukung oleh kinerja seluruh segmen yang kompak naik.


Berikut adalah kinerja pendapatan SMRA berdasarkan segmen bisnis:

  • Pengembang properti Rp4,04 triliun (+14,6%)

  • Properti investasi Rp1,73 triliun (+17,4%)

  • Rekreasi dan perhotelan Rp480 miliar (+38,6%)

  • Lain-lain Rp396 miliar (+8,9%)


Di sisi lain, laba bersihnya naik lebih signifikan 22,5% dari Rp625 miliar menjadi Rp766 miliar. Faktor pendorongnya adalah:

  • Penghasilan operasi lain Rp18,34 miliar (+12%)

  • Beban operasi lain Rp6,73 miliar (-80%)

  • Pendapatan keuangan Rp180,73 miliar (14,9%)

  • Biaya keuangan Rp756,96 miliar (-11,7%)

  • Laba pada ekuitas entitas asosiasi Rp9,95 miliar (+6,9%)


Meski begitu, perolehan laba bersih berada di bawah perkiraan konsensus karena laba bersih yang rendah di kuartal IV/203. 


Pada periode ini, SMRA hanya berhasil mendapatkan laba bersih sebesar Rp113 juta (-48,5% QoQ dan -64,2% YoY). Penurunan ini terjadi karena pendapatan hanya mencapai Rp1,6 triliun (-25,4% dari QoQ dan +4,7% YoY). 


Sementara itu, beban bunga meningkat tajam menjadi Rp229 juta (+22,7% QoQ dan +187% YoY), yang mengakibatkan penurunan net profit margin (NPM) menjadi 7,2%, dibandingkan dengan 21% di kuartal IV/2022 dan 10,4% di kuartal III/2023.


Beban bunga yang tinggi selaras dengan nilai suku bunga yang tinggi, di mana pada tahun 2023 berada di atas level 5%. Sedangkan di periode sebelumnya masih berada di bawah kisaran 4%-5%.


Dari segi operasional, marketing sales SMRA menurun 9% menjadi hanya Rp4,5 triliun, lebih rendah dari target perusahaan sebesar Rp5 triliun. Hal ini disebabkan oleh kinerja Summarecon Serpong dan Bandung yang kurang memuaskan masing-masing Rp1,2 triliun dan Rp345 miliar, lebih rendah dari target masing-masing Rp1,1 triliun dan Rp881 miliar. Di tahun 2024 SMRA kembali menargetkan marketing sales Rp5 triliun.


Sekadar informasi, Summarecon Bekasi 2 (dijadwalkan dibuka pada kuartal I/2025) dan Summarecon Bandung yang baru diresmikan memiliki ukuran net leasable area masing-masing 43 ribu m2 dan 46 ribu m2. Diproyeksikan mall tersebut dan Villagio, pusat perbelanjaan luxury di Karawang, akan berkontribusi mencapai Rp470 miliar pada 2027.


Saat ini, saham SMRA ditransaksikan dengan valuasi price to book value (PBV) 0,89x, berada di bawah minus 1 standar deviasi di 1,01x. Artinya, saham SMRA sudah sangat murah.


Lalu, apakah ini saat yang tepat untuk berinvestasi di SMRA? Bagaimana peluangnya? Yuk, belajar dulu di Emvestart, webinar saham untuk pemula bersama Ms Ellen May.


GRATIS! Pakai kode promo: BLOG


Klik di sini untuk dapat informasi selengkapnya.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi