Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Skema Right Issue INCO dan Proyek Jumbo yang Sedang Berlangsung

21 Mar 2024, 13:25 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) berencana untuk menambah modal dengan cara mengadakan penawaran saham baru kepada pemegang saham lama (rights issue). Berdasarkan prospektus, INCO akan menerbitkan sebanyak 603.445.814 lembar saham dengan harga nominal Rp25 per lembar. 


Tujuan dari rights issue ini adalah untuk memenuhi kewajiban perusahaan dalam divestasi 14% sahamnya kepada MIND ID. MIND ID akan mengambil alih hak atas saham tersebut dari Vale Canada Limited (VCL), Sumitomo Metal Mining Co. Ltd. (SMM), dan Vale Japan Limited (VJL) yang akan menjadi porsi mereka dalam right issue.


Hasilnya, MIND ID akan mendapatkan tambahan 14% saham di INCO, menjadikannya pemegang saham mayoritas dengan total kepemilikan 34%. Transaksi ini akan menjadikan MIND ID dan VCL sebagai pengendali bersama atau joint controller di INCO.


Right issue dijadwalkan paling lambat 12 bulan setelah tanggal 19 April 2024, atau setelah rencana tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).


Baca juga: Apa itu Right Issue Saham? Cari Tahu Selengkapnya di Sini


Pemegang saham yang tidak menebus right issue akan mengalami dilusi atau penurunan atas porsi kepemilikan saham hingga maksimal 5,73%. Dengan catatan jika semua hak untuk membeli saham baru tersebut digunakan oleh pemegang hak yang dalam hal ini adalah MIND ID.


Nantinya dana hasil right issue akan dipakai perseroan untuk keperluan belanja modal dan/atau modal kerja.


Untuk diketahui, divestasi saham INCO ke MIND ID sebelumnya sudah disetujui dengan harga Rp3.050 per saham.  Adapun total biaya yang harus dibayar oleh MIND ID adalah sekitar US$300 juta, atau Rp4,69 triliun (asumsi kurs Rp15.635 per US$). Transaksi diharapkan selesai pada Juni 2024. 


Baca juga: Divestasi INCO ke MIND ID Rp3.050 per saham, Gimana Dampak dan Prospeknya?

4 Proyek Jumbo INCO

Ada empat proyek utama dari INCO yang saat ini berlangsung dengan total nilai investasi mencapai Rp160 triliun, meliputi proyek Sorowako HPAL, SOA HPAL, Bahodopi RKEF dan stainless steel, serta Pomalaa HPAL.


Proyek-proyek tersebut merupakan ekosistem baterai mobil listrik yang sedang digalakkan oleh pemerintah.


  • Sorowako HPAL, adalah kolaborasi dengan Huayou untuk membangun pabrik HPAL dengan kapasitas 60.000 Ni per tahun. Proyek yang bernilai investasi Rp30 triliun ini akan berkolaborasi dengan produsen otomotif dan investor non-Cina seperti POSCO, LG Chem, Ford, dan VW. Proyek ini telah dimulai pada akhir 2023 dan bertujuan untuk menghasilkan bahan dasar baterai.

  • Bahodopi RKEF dan Stainless Steel, dengan investasi sekitar Rp34 triliun, akan memiliki kapasitas produksi sekitar 73.000-80.000 ton Ni per tahun dan bekerja sama dengan TISCO dan Xinhai. RKEF ini diharapkan menjadi salah satu dengan emisi karbon terendah karena menggunakan gas bumi, bukan batu bara.

  • Pomalaa HPAL, dengan investasi Rp66 triliun, yang mencakup pembangunan pabrik dan tambang, berkolaborasi dengan Huayou dan Ford, dan memiliki kapasitas hingga 120.000 ton Ni per tahun.

  • SOA HPAL memiliki nilai investasi Rp30 triliun. Proyek ini telah menyelesaikan eksplorasi dan berpotensi memiliki pabrik HPAL dengan kapasitas minimal 60.000 ton Ni per tahun. Nantinya SOA HPAL akan melibatkan hilirisasi hingga menjadi precursor baterai, bekerja sama dengan produsen otomotif lain.


Mau tahu strategi trading saham INCO? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Jelang Lebaran, Gimana Potensi dan Kinerja Emiten Poultry Secara Historis?

4 Apr 2024, 11:55 WIB
article
ArtikelInsight

BEI Terapkan Mekanisme Full Call Auction, Simak Dampaknya ke Investor

26 Mar 2024, 12:18 WIB
article
ArtikelInsight

ADRO Punya Proyek EBT Jumbo, Begini Prospeknya

22 Mar 2024, 13:35 WIB
article
ArtikelInsight

BRIS: Ekspansi ke Arab Saudi Hingga Masuk Top 10 Bank Syariah di Dunia

19 Mar 2024, 14:26 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi