Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

ADHI Catat Laba Bersih Melejit 163%, Gimana Utangnya?

18 Mar 2024, 13:28 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Sepanjang tahun 2023 emiten konstruksi PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatatkan kinerja yang cemerlang. Pendapatan mereka tumbuh 48% dari Rp13,54 triliun menjadi Rp20,07 triliun. 


Berikut adalah kinerja tiap segmen bisnis ADHI:

  • Teknik dan konstruksi Rp16,87 triliun (+56%)

  • Properti dan perhotelan Rp842,1 miliar (-3%)

  • Manufaktur Rp1,62 triliun (+110%)

  • Investasi dan konsensi Rp749,5 miliar (-33%)


Pertumbuhan pendapatan dibarengi dengan kenaikan beban pokok pendapatan 51% menjadi sebesar Rp17,75 triliun. Laba kotor masih mampu naik 29% mencapai Rp2,42 triliun, hanya saja gross profit margin (GPM) terpangkas dari 13,3% menjadi 11,3%.


Adapun beban usaha sebesar Rp878,8 miliar, meningkat 29%. Laba usaha naik 29% mencapai Rp1,93 triliun, tetapi operating profit margin (OPM) turun dari 11% menjadi 9,6%.


Di bawah garis operasi,  laba ventura bersama naik 15,2% menjadi Rp487,67 miliar serta rugi entitas asosiasi turun 64,6% menjadi Rp4,16 miliar. Alhasil, laba bersih ADHI naik kencang hingga 163% dari Rp81,2 miliar pada 2022 menjadi Rp214,02 miliar 2023.


Namun, kita perlu perhatikan juga tingkat utangnya, mengingat saham konstruksi biasanya punya eksposur terhadap utang yang tinggi.


ADHI memiliki utang sebesar Rp31,27 triliun, bertambah tipis 0,4%. Sedangkan ekuitas atau modal mereka hanya sebesar Rp9,21 triliun, naik 4,47%. Hal ini menunjukkan bahwa ekuitas ADHI negatif karena lebih kecil dibandingkan tanggungan utang yang harus dibayar.


Dengan demikian, rasio debt to equity (DER) 1,41x. Artinya, sebagian besar pendanaan berasal dari utang. 


Perlu diketahui, utang berbunga jatuh tempo kurang dari setahun mencapai angka Rp7,49 triliun. Sedangkan kas dan setara kas yang dimiliki perusahaan hanya Rp4,50 triliun. Artinya, kas negatif karena kewajiban utang lebih besar, sehingga ADHI berpotensi kesulitan untuk melunasi utang mereka.


Di sisi lain aset perusahaan naik 1,26% menjadi Rp40,49 triliun. Sehingga menghasilkan rasio debt to asset (DAR) 0,32x, yang menandakan bahwa lebih dari setengah dari total aset perusahaan dibiayai oleh ekuitas, bukan utang. Ini bagus karena masih memberikan ruang bagi perusahaan untuk beroperasi dan tumbuh tanpa terlalu bergantung pada pembiayaan utang.


Baca juga: Groundbreaking IKN Tahap 5, Berapa Perolehan Kontrak Terbaru PTPP & ADHI?


Lantas, bagaimana potensi saham ADHI untuk trading? Bagaimana strateginya? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi