Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

MEDC: Kontribusi Blok Oman, Perubahan Kontrak, Hingga Potensi Harga Minyak

14 Mar 2024, 13:37 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Pada Desember 2023, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) telah menyelesaikan akuisisi blok minyak dan gas (migas) yang berlokasi di Oman, milik OQ Exploration & Production LLC. Diperkirakan blok baru tersebut akan mulai berkontribusi pada keuangan MEDC di awal tahun 2024.


Tingkat produksi blok Oman sebesar 13 juta barel setara minyak per hari dengan cadangan 2P sebesar 56 juta barel setara minyak (kepemilikan bersih MEDC). Sekadar informasi, 2P (proved plus probable) adalah perkiraan jumlah minyak dan gas yang sangat mungkin bisa kita dapatkan dari bawah tanah, termasuk cadangan yang sudah pasti ada dan cadangan yang kemungkinan besar bisa diambil. 


Dengan tambahan produksi dari Oman, total produksi MEDC pada tahun fiskal 2024-2025 diprediksi akan mencapai 166 ribu dan 169 ribu barel setara minyak per hari. Biaya operasional juga diperkirakan rendah karena lokasinya yang terletak di darat dapat memudahkan proses eksplorasi dan pengangkutan. Adapun biaya pengangkutannya kemungkinan hanya sekitar US$10 per barel setara minyak. 


Jika diasumsikan pembagian bersih dari blok ini sebesar 60% untuk MEDC, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan laba bersih tahun 2024-2025 sebesar US$358 juta dan US$350 juta, berturut-turut. 


Baca juga: Prospek Akuisisi MEDC Terhadap 2 Blok Migas di Oman


Selain dari blok migas di Oman, ke depan kinerja MEDC tampaknya juga akan dipengaruhi oleh adanya perubahan kontrak bagi hasil blok Corridor, produsen gas terbesar kedua di Indonesia. Dilansir dari Kontan, blok ini akan kembali menggunakan kontrak bagi hasil cost recovery dari sebelumnya skema gross split.

Sebagai informasi tambahan, skema gross split ialah skema perhitungan bagi hasil pengembangan wilayah kerja migas antara pemerintah dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) diperhitungkan di muka. Pemerintah tidak ikut campur terhadap proses pengadaan barang dan jasa kegiatan usaha hulu migas.

Sedangkan skema cost recovery ialah kontrak bagi hasil penggantian biaya operasi bagi wilayah kerja oleh negara. Jadi biaya operasi dikeluarkan lebih dahulu oleh kontraktor untuk melaksanakan kegiatan eksplorasi, eksploitasi, dan produksi migas.


Melalui skema cost recovery, MEDC bisa menggantikan biaya operasionalnya sebelum membagi keuntungan dengan pemerintah, yang mungkin meningkatkan bagian pendapatan bersih yang mereka terima. Ini juga dapat memberikan insentif untuk mengembangkan dan mengeksplorasi blok tersebut lebih lanjut, karena MEDC akan merasa lebih aman secara keuangan untuk investasi di masa depan.


Di sisi lain, harga minyak yang diperkirakan berada di rentang US$80—100 per barel akan turut memberikan angin segar bagi perusahaan migas seperti MEDC. Hal ini didorong oleh pemulihan permintaan global dan rendahnya stok minyak di Amerika Serikat (AS).


Harga minyak Brent naik 2,6% ke level US$83,03/barel pada perdagangan Rabu (03/13) malam. Kenaikan disebabkan oleh laporan dari Energy Information Administration (EIA) AS yang mengatakan bahwa pengurangan stok minyak mentah sampai 8 Maret 2024 mencapai 1,5 juta barel, melebihi perkiraan awal yang hanya 1,3 juta barel. 


Lebih lagi, EIA juga menemukan bahwa pengurangan stok bensin sangat besar, yaitu 5,7 juta barel, yang jauh melewati dugaan sebelumnya yang hanya 1,9 juta barel.


Pengurangan stok minyak mentah dan bensin di AS yang lebih banyak dari yang diperkirakan analis menunjukkan bahwa permintaan minyak mentah di negara tersebut sangat tinggi, di mana AS dikenal sebagai konsumen minyak terbesar di dunia. Sehingga dengan permintaan yang tetap kuat dan berkurangnya persediaan minyak di AS, harga minyak di pasar global diperkirakan akan terus meningkat.


Namun, perlu diperhatikan juga bahwa di saat yang bersamaan produksi minyak mentah di AS sedang meningkat. Berdasarkan data Administrasi Informasi Energi AS, produksinya naik menjadi 13.315 Barel/Hari/1K pada Desember dari 13.308 Barel/Hari/1K pada November tahun 2023. 


Produksi minyak AS yang lebih tinggi dari perkiraan bisa menggantikan sebagian suplai yang hilang akibat pemotongan produksi oleh OPEC. Efeknya, kenaikan harga minyak berpotensi terbatas dan tidak melebihi US$100 per barel.


Baca juga: Laut Merah Hingga Potensi Inflasi dan Suku Bunga


Lalu, bagaimana potensi saham MEDC saat ini? Mau tahu strategi trading selengkapnya? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi