Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Laba Bersih EXCL Tumbuh Positif, Investor Kakap Tambah Muatan

7 Mar 2024, 15:17 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Sepanjang tahun 2023 emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (EXCL) membukukan kinerja keuangan yang impresif. Perolehan laba bersih tumbuh 14,6% YoY dari Rp1,10 triliun menjadi Rp1,27 triliun. Hal ini didorong oleh pendapatan mereka yang naik 10,9% YoY dari Rp29,14 triliun menjadi Rp32,32 triliun.


Secara rinci, segmen jasa GSM mobile dan jaringan telekomunikasi naik 10% YoY mencapai Rp31,84 triliun. Adapun segmen managed service dan jasa teknologi naik 136,6% YoY mencapai Rp501,01 miliar.


Sementara itu, pada basis kuartalan EXCL membukukan pendapatan yang tumbuh 4,3% QoQ menjadi Rp8,45 triliun. Pada kuartal IV/2023, pendapatan data dan digital di kuartal ini meningkat 5% QoQ, didukung oleh pertumbuhan lalu lintas data 3% QoQ.  


Hasil efektif dari layanan data dan digital EXCL (pendapatan layanan data dan digital total dibagi dengan total lalu lintas data) sedikit naik 2% QoQ, setelah sebelumnya mengalami penurunan di kuartal III/2023 (-3% QoQ), kuartal kedua (-2% QoQ), dan kuartal pertama (-3% QoQ).


Layanan fixed broadband EXCL (XL Home) meningkat 14% QoQ menjadi 235.000 pelanggan. Persentase pelanggan XL Home yang menggunakan layanan fixed-mobile convergence (FMC) naik menjadi 75% (dibandingkan dengan 37% di kuartal IV/2022) dari 69% di kuartal III/2023.


Namun, laba bersih menipis 27,6% QoQ menjadi hanya Rp261 miliar. Hal ini disebabkan oleh tingkat pajak efektif yang lebih tinggi dan membuat biaya pajak melonjak 188% QoQ menjadi Rp188 miliar. EXCL menganggap tarif pajak di kuartal IV/2023 sebagai one-off item.


Faktor lainnya yang mendorong penurunan laba bersih secara kuartalan adalah kerugian dari perusahaan asosiasi meningkat 107% QoQ menjadi Rp77 miliar.


Dari sisi neraca keuangan, aset EXCL stabil di Rp87,68 triliun sepanjang tahun 2023. Utangnya sedikit terpangkas 0,52% YoY menjadi Rp61,18 triliun. Sedangkan ekuitas atau modal naik 2,83% YoY mencapai Rp26,50 triliun. Artinya, ekuitas EXCL negatif karena utang lebih besar daripada modal. 


Rasio debt to equity (DER) EXCL saat ini di 1,50x dan debt to asset (DAR) di 0,45x. Angka DER yang lebih dari 1 menandakan bahwa sebagian besar pendanaan berasal dari utang dibandingkan dengan modal sendiri. Namun, dalam konteks industri telekomunikasi, hal ini bisa dianggap wajar karena beberapa alasan:


  • Industri telekomunikasi umumnya memerlukan investasi yang besar untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jaringan. Pendanaan melalui utang sering kali menjadi cara efektif untuk memenuhi kebutuhan investasi ini.

  • Perusahaan telekomunikasi biasanya memiliki aliran pendapatan yang stabil dan dapat diprediksi berkat model bisnis berbasis langganan. Aliran pendapatan ini memungkinkan mereka untuk mengelola beban utang dan memenuhi kewajiban pembayaran bunga.

  • Rasio DAR di bawah 0,5x menunjukkan bahwa lebih dari setengah dari total aset perusahaan dibiayai oleh ekuitas, bukan utang. Ini bisa dianggap sebagai indikator positif karena masih memberikan ruang bagi perusahaan untuk beroperasi dan tumbuh tanpa terlalu bergantung pada pembiayaan utang.


Melihat pertumbuhan EXCL yang cukup baik, big investor mulai menambah porsi kepemilikan secara berkala pada Desember 2023 hingga Februari 2024. Dikutip dari Bisnis, Vanguard terpantau berada pada peringkat ketiga untuk pemegang saham EXCL dengan koleksi sebanyak 170,47 juta lembar per akhir Februari 2024.  


Jumlah saham yang dikoleksi ini bertambah sebanyak 1,32 juta jika dibandingkan dengan posisi pada Oktober 2023. Vanguard menambah saham EXCL pada periode Desember 2023 hingga Januari 2024.  


Selain Vanguard, ada juga BlackRock yang menambah 4,10 juta lembar saham EXCL pada bulan Februari 2024. Otomatis, kepemilikannya bertambah dari sebelumnya 84,11 juta lembar saham pada 9 Februari 2024 menjadi 88,21 juta lembar saham pada 16 Februari 2024. 


Lantas, bagaimana strategi trading saham EXCL? Mau tahu prospek sahamnya? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi