Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

BBTN Siap Bagi Dividen Rp700 Miliar, Intip Yield-nya di Sini!

7 Mar 2024, 13:04 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Berdasarkan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) kemarin (06/03), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) memutuskan pembagian dividen sebesar Rp700,2 miliar. Angka ini setara dengan rasio pembagian 20% dari perolehan laba bersih tahun 2023 sebesar Rp3,5 triliun. 


Sementara itu, sisanya 80% yang mencapai Rp3,5 triliun akan digunakan untuk menjaga rasio kecukupan modal (CAR) di level 19%.


Dengan demikian, investor akan menerima dividen senilai Rp49,91 per saham. Dihitung menggunakan harga penutupan kemarin di Rp1.385, maka potensi yield sekitar 3,60%.


Secara rinci, pemerintah yang memegang saham BBTN hingga 60% akan mendapatkan dividen mencapai Rp420,12 miliar. Sedangkan sisanya diperuntukan bagi investor publik dengan kepemilikan 40%. Adapun jadwal pembagiannya belum diinformasikan sampai artikel ini dibuat.


Sebagai informasi, rasio pembagian dividen di tahun ini sama seperti tahun lalu. Namun, perlahan BBTN terus meningkatkan rasio tersebut, terlihat dari dividen tahun 2022 yang setara 10% dari laba bersih 2021. Artinya, rasio saat ini di 18% sudah lebih tinggi secara historis.


Tidak sampai situ, BBTN berencana untuk kembali meningkatkan rasio dividen di tahun depan sebesar 25% dari laba bersih 2024. Walaupun target sudah ditetapkan, kinerja keuangan tetap menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan besaran rasio.


Sepanjang tahun 2023, BBTN berhasil menorehkan rekor laba bersih tertinggi sebesar Rp3,50 triliun, tumbuh 15%. Di sisi lain, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) terkoreksi 10,1% menjadi Rp13,62 triliun. Penyebabnya adalah beban bunga yang bengkak 36,4%, melebihi kenaikan pendapatan bunga 9,2%.


Laba bersih masih mampu tumbuh karena beberapa faktor. Pendapatan operasional sebelum provisi (PPOP) naik 3,5% mencapai Rp8,23 triliun. Beban provisi juga turun 6,8% menjadi Rp3,76 triliun, sejalan dengan tren penurunan beban provisi yang dicatat oleh big bank kecuali BBRI.


Baca juga: Laba Bersih BBTN Capai All Time High Namun NIM Menurun


Saat ini saham BBTN diperdagangkan dengan valuasi price to book value (PBV) di 0,64x, di bawah rata-rata 5 tahun 0,81. Hal ini menunjukkan BBTN masih cukup murah.


Lalu, apakah ini menjadi pertanda yang bagus untuk investasi di BBTN? Bagaimana strateginya? Pelajari di Emvestart, webinar saham untuk pemula bersama Ms Ellen May.


GRATIS! Pakai kode promo: BLOG


Klik di sini untuk dapat informasi selengkapnya.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelPemula

IDX High Dividend 20: Apa Saja dan Kapan Jadwal Pembagian Dividennya?

3 Mei 2024, 14:14 WIB
article
ArtikelInsight

UNTR Bagi Dividen Rp8,24 Triliun, Cek Yield-nya di Sini!

24 Apr 2024, 16:13 WIB
article
ArtikelInsight

ITMG Bagi Dividen Rp1.747, Gimana Emiten Batu Bara Lainnya?

28 Mar 2024, 15:41 WIB
article
ArtikelInsight

Laba Bersih TLKM Tumbuh 18%, Intip Potensi Dividennya!

28 Mar 2024, 14:59 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi