Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

PTBA Catat Kenaikan Laba Bersih Hingga 132% Secara Kuartalan

6 Mar 2024, 16:44 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Seperti emiten-emiten batu bara lainnya, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga membukukan penurunan kinerja keuangan sepanjang tahun 2023. Pendapatan mereka turun 9,8% YoY dari Rp42,6 triliun menjadi Rp38,5 triliun. Hal ini membuat laba bersih ikut tertekan sebesar 51,4% YoY dari Rp12,6 triliun menjadi Rp6,1 triliun saja. Angka ini lebih rendah dari perkiraan konsensus yang memprediksi penurunan laba bersih yang moderat, yaitu 38,2% YoY.


Di sisi lain PTBA mencatatkan volume penjualan domestik sebesar 21,4 juta ton (+12% YoY) dan ekspor sebesar 15,6 juta ton (+25% YoY). Penurunan kinerja di tengah pertumbuhan volume penjualan terjadi karena faktor harga batu bara yang melemah selama 2023. Sehingga  harga jual rata-rata (average selling price/ASP) turun dan profitabilitas PTBA ikut terdampak. 


Belum lagi beban pokok pendapatan yang membengkak 18,8% YoY mencapai Rp29,3 triliun yang semakin menggerus laba bersih. Pos beban ini terdiri dari jasa penambangan (+16% YoY), jasa angkutan kereta api (+19% YoY) dan beban royalti (+17% YoY). Dengan demikian, gross profit margin turun dari sebelumnya 42,1% pada 2022 menjadi 23,8% pada 2023.


Adapun beban umum dan administrasi serta beban penjualan dan pemasaran masing-masing turun 19% dan 31,1%. Namun, belum cukup untuk menopang operating profit margin yang turun dari 35,5% menjadi 18,7%.


Di kala kinerja top dan bottom line melemah secara tahunan, PTBA membukukan hasil yang positif secara kuartalan. Pendapatan naik sebesar 21% QoQ menjadi Rp10,7 triliun. Bahkan, laba bersih naik lebih signifikan 132% QoQ mencapai Rp2,3 triliun pada kuartal IV/2023.


Lalu, bagaimana dengan neraca keuangannya?


Sepanjang tahun 2023 aset perseroan menipis 14,5% YoY menjadi Rp38,8 triliun. Sementara itu, utangnya meningkat 4,6% menjadi Rp17,2 triliun dengan ekuitas atau modal yang berkurang 25,4% menjadi Rp21,6 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa PTBA memiliki ekuitas yang positif atau sehat karena jumlahnya masih lebih besar jika dibandingkan dengan utang.


Dengan begitu, rasio debt to equity (DER) ada di 0,06x dan debt to asset (DAR) di 0,03x. Artinya, PTBA tidak bergantung pada utang atau pinjaman untuk bisa melakukan operasional mereka.


Nah, dari perolehan kinerja tahun lalu, PTBA berpotensi membagikan dividen yang menggiurkan. Jika asumsinya dividend payout ratio (DPR) sama dengan tahun lalu, yakni 100%, maka investor akan menerima dividen Rp530 per saham. Berdasarkan harga penutupan pada perdagangan Selasa (05/03) di Rp2.740, potensi yield sekitar 19,3%


Di samping itu, PTBA baru-baru ini dapat berkah dari sentimen harga batu bara yang kembali naik akibat sanksi baru dari AS ke Rusia. Tak heran jika investor kakap BlackRock menambah porsi kepemilikan di saham-saham batu bara, salah satunya PTBA. Dilansir dari Bisnis, per akhir Februari 2024, jumlah saham PTBA yang digenggam BlackRock bertambah dari 160,47 juta menjadi 163,96 juta.


Baca juga: Sanksi Baru AS ke Rusia Dorong Harga Batu Bara, Emiten Mana yang Paling Diuntungkan?


Emtrade juga sudah profit taking di saham PTBA untuk jangka pendek profit sekitar 4,2-8,3%. Sedangkan untuk jangka menengah sudah floating profit 4,6-8,6%. Congrats bagi member Emtrade yang sudah mengikuti rekomendasi kami.


Mau tahu cara mengetahui saham-saham yang berpotensi naik untuk trading? Yuk, belajar di Basic Super Trader, webinar pelatihan saham untuk belajar strategi Super Trader bersama Ms Ellen May.


Kode promo: BLOG


Klik di sini untuk info selengkapnya 


-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi