Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

ASSA Bidik Pendapatan Rp4,8 Triliun Selama 2024, Apa Pendorongnya?

6 Mar 2024, 13:30 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Perusahaan transportasi dan logistik milik TP Rachmat, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) membidik pendapatan tahun 2024 sebesar Rp4,7-4,8 triliun. Adapun laba bersih juga diharapkan lebih besar dibandingkan tahun 2023 tanpa menyebutkan nominalnya.


Optimisme tersebut didasari oleh respons positif dari perekonomian dan dunia bisnis terhadap pemilu yang berjalan dengan baik. Sektor bisnis yang diharapkan kembali bergairah dalam berinvestasi dan pengembangan usaha bisa membawa dampak positif bagi bisnis penyewaan, logistik, dan pasar mobil bekas. Ketiga hal ini merupakan sasaran pendapatan ASSA. 


Selain itu, ASSA juga berpeluang mendapatkan “durian runtuh” dari momen Lebaran mendatang. Sebab, Lebaran biasanya akan meningkatkan usaha perseroan di tiga lini bisnis tadi. 


Belanja online cenderung meningkat karena masyarakat mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk Lebaran. Hal ini berpotensi menguntungkan ASSA dari sisi bisnis pengiriman mereka. Misalnya seperti bisnis kurir ASSA, Anteraja, yang bekerja sama dengan e-commerce, dan logistik tengah (mid-mile).


Hingga kuartal III/2023, bisnis pengiriman AnterAja merupakan kontributor pendapatan terbesar kedua, yakni mencapai 32,92% dari total pendapatan ASSA. Jadi, boleh dibilang dampak positif terhadap AnterAja akan cukup terasa pada kinerja pendapatan keseluruhan.


Permintaan mobil juga berpotensi meningkat saat Lebaran karena banyak orang yang pulang kampung. Namun, karena faktor harga mobil baru yang juga naik, membuat orang lebih memilih alternatif lain seperti mobil bekas.


ASSA sendiri menjual mobil bekas melalui anak perusahaannya, yakni PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC). Perusahaan pun sudah menyiapkan banyak mobil untuk memenuhi permintaan yang meningkat saat Lebaran.


Untuk bisnis sewa kendaraan melalui ASSA Rent, Lebaran tidak terlalu berpengaruh. Hal ini dikarenakan kebanyakan pelanggannya adalah korporasi dengan kontrak sewa 1-4 tahun. Walaupun begitu, bisnis sewa kendaraan ritel mereka, ShareCar, diperkirakan akan lebih ramai karena lebih banyak orang yang menyewa mobil saat liburan.


ASSA menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp1,5-1,6 triliun guna mendukung target pertumbuhan tahun ini. Rincian penggunaannya adalah 95% untuk menambah armada. Di antaranya adalah membeli dan memperbarui mobil sewaan korporasi dan menambah armada truk untuk logistik, terutama Cargoshare, dengan rencana menambah lebih dari 5.000 unit kendaraan baru.


Sisanya sebanyak 5% akan digunakan untuk IT dan infrastruktur.


Hingga saat ini, ASSA belum merilis laporan keuangan tahun 2023. Adapun pendapatan mereka turun 25,26% menjadi Rp3,46 triliun per kuartal III/2023. Laba bersih pun ikut tertekan 9,9% menjadi Rp118,26 miliar.


Lantas, bagaimana strategi trading saham ASSA? Mau tahu prospek selengkapnya? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi