Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Harga Emas Sentuh ATH, Sahamnya Bakal Berkilau?

5 Mar 2024, 14:21 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Menyusul harga batu bara yang diam-diam menguat, harga komoditas lain, yaitu emas juga mulai berkilauan. Harga emas baru saja menyentuh level tertinggi atau all time high (ATH). Pada perdagangan hari Senin (04/04) harganya naik 1,5% ke level US$2.122,95 per troy ons.


Baca juga: Sanksi Baru AS ke Rusia Dorong Harga Batu Bara, Emiten Mana yang Paling Diuntungkan?


Hal ini melampaui rekor yang telah dicetak di akhir pekan. Di pasar spot, pada Jumat (01/03), emas ditutup pada US$2083,39 per troy ons yang menjadi angka tertinggi baru sepanjang masa. Angka ini melewati rekor sebelumnya, yaitu US$2.077,16 per troy ons yang dicatat pada 27 Desember 2023.


Ini berarti selama tiga bulan terakhir, harga emas telah memecahkan rekor total empat kali, dimulai pada awal Desember 2023 dengan US$ 2.070,9 per troy ons, lalu pada 27 Desember 2023, di akhir pekan lalu, dan terakhir di perdagangan kemarin.


Penguatan yang terjadi pada harga emas didorong oleh sentimen yang beragam. Kenaikan pekan lalu dikarenakan belanja manufaktur dan konstruksi Amerika Serikat (AS) yang melemah dan tekanan harga yang lebih lemah.


Sementara itu, penguatan baru-baru ini disebabkan oleh ekspektasi pelaku pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed. Menurut CME Fed Watch Tool, pasar memperkirakan peluang 66% penurunan suku bunga Fed pada Juni 2024. 


Ketika The Fed memangkas suku bunga, maka aset pesaing seperti dolar AS dan US Treasury melemah. Sehingga menjadi tidak menarik dan orang-orang cenderung mencari alternatif lain seperti emas. Permintaan yang naik ini kemudian mendorong kenaikan harga emas itu sendiri.


Meskipun secara real time harga emas sudah sedikit bergerak di bawah level ATH, yakni US$2.121,24 per troy ons, harganya diprediksi masih mampu menguat. Dikutip dari Bisnis, emas akan naik hingga ke level US$2.160 per troy ons pada minggu ini karena sentimen data ekonomi AS, yaitu JOLTs Opening dan data Non-Farm Payroll (NFP). 


Kondisi harga emas yang tinggi tentu akan menguntungkan saham-saham metals. Sebab, naiknya harga emas berpotensi meningkatkan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) dari tiap ons emas yang mereka jual. 


Dengan demikian, margin keuntungan juga bisa meningkat dengan asumsi biaya produksi tetap atau tidak naik secara signifikan. 


Perbandingan kinerja keuangan emiten metals 9M23:


*MBMA IPO pada 18 April 2023


Source: Laporan keuangan perusahaan, data diolah


Dari tabel di atas, emiten metals yang paling profitable ialah INCO dengan kenaikan laba bersih mencapai 31.55% YoY. Sedangkan dari sisi valuasi, yang paling murah TINS, yakni terdiskon 51.58% menggunakan benchmark PBV.


Laba bersih MBMA turun di kala pendapatan tumbuh tiga digit karena laba bersih yang dihasilkan lebih banyak didistribusikan kepada non-pengendali, yaitu senilai US$26,15 juta atau setara 96,3% dari laba bersih tahun berjalan MBMA.


Lantas, bagaimana strategi trading saham metals? Mana yang paling potensial? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

BBRI Masih Nyaman di Level 4000-an, Apa yang Mesti Dilakukan Holder?

29 Apr 2024, 14:20 WIB
article
ArtikelInsight

Harga Nikel Cetak Rekor, Sahamnya Menyala

22 Apr 2024, 16:23 WIB
article
ArtikelInsight

Rupiah Ambruk ke Level Terendah Empat Tahun, Begini Korelasinya ke IHSG Secara Historis

17 Apr 2024, 11:51 WIB
article
ArtikelInsight

Seberapa Besar Dampak Konflik Timur Tengah yang Kian Memanas ke Pasar Saham?

16 Apr 2024, 10:54 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi