Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Sanksi Baru AS ke Rusia Dorong Harga Batu Bara, Emiten Mana yang Paling Diuntungkan?

5 Mar 2024, 10:17 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Emtraders, pada perdagangan hari Senin kemarin (05/03) saham-saham batu bara bergerak cukup aktif di market dan ditutup hijau. Beberapa saham yang menguat di antaranya adalah: 

  • PTBA +4,26% ke level 2690

  • INDY +2,22% ke level 1380

  • ADRO +2,01% ke level 2540

  • ITMG +0,48% ke level 26375


Pergerakan sahamnya tersengat sentimen kenaikan harga batu bara di pasar ICE Newcastle 0,76% ke level US$ 132 per ton pada hari Jumat (01/03). Asal tahu saja, angka ini merupakan yang tertinggi sejak 9 Januari 2024 atau dalam 3 bulan terakhir. Otomatis, harga batu bara sudah melesat hingga 10,55% sepanjang minggu lalu.


Sumber: Bloomberg


Harga batu bara naik karena ada sanksi baru dari AS ke Rusia. Sejak ada perang Rusia-Ukraina, Rusia menjual sumber daya alam mereka dengan harga yang murah dan dibeli oleh beberapa negara seperti India dan China. 


Ketika batu bara Rusia sulit diakses di pasar, harganya pun naik. Alasannya karena ini menandakan tidak ada lagi pasokan murah yang mudah didapat.


Adapun sentimen lainnya yang akan membawa angin segar ke sektor batu bara. Di mana, musim dingin yang terjadi di Eropa dan Amerika berpotensi lebih panjang dari biasanya. Sehingga permintaan terhadap batu bara dapat terus terjaga karena dibutuhkan sebagai penghangat.


Kondisi ini berpotensi menguntungkan negara-negara produsen batu bara lainnya, seperti Indonesia, yang permintaan batu baranya bisa naik untuk menggantikan posisi Rusia.



Pada tahun 2023, Indonesia menjadi negara penghasil batu bara terbesar ke-3 di dunia, dengan volume produksi 725 juta ton atau 8,3% dari total produksi global.


Mengapa China dan India masih perlu impor batu bara dari Indonesia, padahal mereka adalah produsen terbesar di dunia?


Biaya impor batu bara dari Indonesia lebih murah dibandingkan harus menggali sendiri dan mengantarnya ke lokasi yang membutuhkan. Contohnya China yang sebagian besar tambangnya berada di bawah tanah, sehingga biaya operasionalnya tinggi.


Sementara itu, kebanyakan tambang batu bara di Indonesia tidak jauh jaraknya dari sungai dan laut. Dengan begitu, pengangkutan dalam jumlah besar menggunakan kapal sangat efisien. 


Adapun alasan lainnya, yaitu harga untuk mengirimkan satu ton batu bara dari Indonesia ke China saat ini berkisar US$8-US$10, dibandingkan dengan US$14-US$15 per ton untuk pelayaran Australia ke China, menurut data Shanghai Shipping Exchange. Pengiriman dari Indonesia yang masih lebih murah dibandingkan dengan Australia menjadi peluang bagus bagi sektor batu bara dalam negeri.


Selain itu, China juga cenderung menyukai kualitas batu bara Indonesia yang memiliki kalori lebih rendah dan mengandung kadar sulfur yang sesuai dengan teknologi blending mereka.

Emiten yang Paling Diuntungkan


Ingat tadi di awal disebutkan bahwa Rusia banyak melakukan ekspor ke China dan India. Dengan Indonesia yang berpeluang menggantikan Rusia, maka emiten yang kemungkinan paling diuntungkan adalah yang banyak mengekspor batu bara dengan tujuan ke China dan India.


Berikut adalah porsi ekspor ke China dan India terhadap total penjualan batu bara masing-masing emiten:


Nilai penjualan:

  • PTBA (China: Rp1,91 triliun, India: Rp3,82 triliun)

  • ADRO (China: US$1,03 miliar, India: US$562,94 juta)

  • INDY (China: US$717,33 juta, India: US$161,45 juta)

  • ITMG (China: US$638 juta, India: US$72,91 juta)


Sumber: Company data 9M23


Terlihat bahwa INDY lebih unggul secara persentase terhadap total penjualan batu bara perusahaan. Namun, secara nominal ADRO berhasil meraup penjualan paling banyak dari ekspor batu bara ke China dan India dengan angka penjualan mencapai US$1,03 miliar dan 562,94 juta.


Lalu, bagaimana peluang trading di saham batu bara? Mau tahu strateginya? Yuk, belajar di Basic Super Trader, webinar pelatihan saham untuk belajar strategi Super Trader dan dapatkan cuan multibagger bersama Ms Ellen May.


Kode promo: BLOG


Klik di sini untuk info selengkapnya 

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

BBRI Masih Nyaman di Level 4000-an, Apa yang Mesti Dilakukan Holder?

29 Apr 2024, 14:20 WIB
article
ArtikelInsight

Harga Nikel Cetak Rekor, Sahamnya Menyala

22 Apr 2024, 16:23 WIB
article
ArtikelInsight

Rupiah Ambruk ke Level Terendah Empat Tahun, Begini Korelasinya ke IHSG Secara Historis

17 Apr 2024, 11:51 WIB
article
ArtikelInsight

Seberapa Besar Dampak Konflik Timur Tengah yang Kian Memanas ke Pasar Saham?

16 Apr 2024, 10:54 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi