Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Tertekan Bahan Baku, Laba Bersih JPFA Menipis di Kala Penjualannya Naik

4 Mar 2024, 17:28 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Emiten poultry PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) mencatatkan penjualan bersih yang tumbuh 4,49% dari Rp48,97 triliun menjadi Rp51,17 triliun sepanjang tahun 2023. Namun, kinerja ini tidak dibarengi dengan pertumbuhan laba bersih. JPFA justru membukukan penurunan laba bersih sebesar 34,53% dari Rp1,41 triliun menjadi Rp929,71 miliar.


Hal ini disebabkan oleh beban pokok penjualan yang naik 5,75% menjadi Rp43,66 triliun, didorong beban bahan baku mencapai Rp35,77 triliun, naik 4,35%. Dengan begitu laba bruto menipis 2,23% menjadi Rp7,51 triliun dan menghasilkan penurunan gross profit margin dari 15,68% menjadi 14,67%.


 Adapun pembengkakan juga terjadi pada beban penjualan dan pemasaran Rp2,08 triliun (+15,08%), beban umum dan administrasi Rp3,16 triliun (+3,06%) serta beban lainnya Rp197,05 miliar (+2,80%). Sehingga laba usaha JPFA Rp2,20 triliun, turun 19,78% dan menghasilkan pelemahan dari sisi operating profit margin dari 5,61% menjadi 4,31%.


Berdasarkan segmen bisnis, berikut adalah kinerja penjualan JPFA pada tahun 2023:

  • Peternakan komersial Rp21,30 triliun (+12,33%)

  • Pakan ternak Rp13,81 triliun (-1,15%)

  • Pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen Rp7,95 triliun (+6,73%)

  • Budidaya perairan Rp4,57 triliun (-3,53%)

  • Pembibitan unggas Rp2,41 triliun (-8,39%)

  • Perdagangan dan lain-lain Rp2 triliun (-5,97%)

Sedangkan berdasarkan geografisnya, penjualan lokal meningkat 4,43% mencapai Rp50,28 triliun. Sementara itu penjualan ekspor naik 8,41% menjadi sebesar Rp889,98 triliun.

Kemudian dari sisi neraca keuangan, aset JPFA bertambah 4,34% mencapai Rp34,10 triliun. Utangnya meningkat 4,75% menjadi Rp19,94 triliun, sedangkan ekuitas atau modal mereka naik 3,75% mencapai Rp14,16 triliun. Artinya, ekuitas JPFA negatif karena lebih kecil dibandingkan kewajiban mereka untuk bayar utang.

Rasio debt to equity (DER) JPFA ada di 0,90x dan debt to asset (DAR) di 0,37 yang menandakan bahwa perusahaan tidak bergantung pada utang untuk menjalankan operasional mereka.

Saat ini, saham JPFA diperdagangkan dengan valuasi price to earnings ratio (P/E) di 15,07x. Angka ini berada di atas rata-rata P/E 5 tahun di 13,34 yang menunjukkan valuasinya sudah cukup mahal.

Baca juga: Ada Katalis Positif, Akankah Sektor Unggas Mengepakkan Sayapnya di Tahun Ini?

Lalu, bagaimana prospek saham JPFA untuk investasi? Yuk belajar di Emvestart, webinar saham untuk pemula bersama Ms Ellen May.

GRATIS! Pakai kode promo: BLOG


Klik di sini untuk dapat informasi selengkapnya.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi