Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Hari Ini Groundbreaking IKN Tahap 5, Berapa Perolehan Kontrak Terbaru PTPP & ADHI?

29 Feb 2024, 13:19 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Hari ini (29/02) groundbreaking Ibu Kota Negara (IKN) tahap 5 yang berkaitan dengan pusat layanan perbankan dan telekomunikasi akan berlangsung. Menurut informasi Bisnis, berikut adalah daftar proyek yang akan groundbreaking:

  • Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 

  • Bank Mandiri 

  • Bank Rakyat Indonesia 

  • Bank Negara Indonesia 

  • Bank Kaltimtara 

  • Smart Office oleh Telkom Indonesia 

  • Mini Studio Nusantara TVRI 

  • Kantor Pelayanan BPJS Kesehatan

  • Command Center oleh OIKN


Hingga akhir bulan Januari 2024, total investasi di IKN mencapai angka Rp47,5 triliun. Dengan target investasi Rp50 triliun hingga akhir Februari 2024, maka nilai investasi pada groundbreaking IKN tahap 5 diperkirakan sekitar Rp3 triliun.


Dalam hal ini, BUMN Karya mendapatkan berkah dari kontrak proyek jumbo IKN hingga triliunan rupiah. Dua emiten dengan perolehan nilai kontrak terbesar adalah PT PP Tbk (PTPP) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

PTPP

Dilansir dari Kontan, di posisi pertama ada PTPP dengan nilai kontrak mencapai angka Rp11,23 triliun per Januari 2024 yang berasal dari 16 proyek. Di antara lain adalah penyiapan lahan, tol, jalan, gedung, komplek perkantoran, dan masih banyak lagi.


Sejauh ini sudah ada 3 proyek yang sudah sepenuhnya rampung, yakni Penyiapan Lahan KIPP tahap 1, Penyiapan Lahan KIPP tahap 2, dan Dermaga Logistik IKN.


Sementara proyek-proyek yang masih dikerjakan adalah Tol IKN Segmen 3B (KKT Kariangau-Sp.Tempadung) dengan progres 74,18%, Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat Tahap 1 yang hampir selesai 99,80%, Istana Presiden dan Lapangan Upacara dengan progress 55,16%, Kantor Kepresidenan 74,94%, dan Gedung Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dengan progres 53,19%


Selanjutnya, proyek-proyek yang pengerjaannya masih di bawah 50% adalah Rumah Susun ASN dengan progres 34,60%, Komplek Perkantoran BI Tahap I 17,38%, Jalan Akses Masjid IKN 23,88%, Airport IKN Sisi Udara 9,52%, Jalan Seksi 6C-1: SP.2 ITCI Simpang 1B 4,53%, Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat Tahap 2 1,65%, Tol IKN Segmen 3B Tahap 2 1,54%, dan Gedung Wing 2 Kementerian PUPR dengan progres 0,61%.


Secara keseluruhan, nilai kontrak yang didapat PTPP pada Januari 2024 naik 99% menjadi sebesar Rp3,5 triliun. Sedangkan sepanjang 2023 nilai kontrak PTPP tumbuh 1,54% menjadi Rp31,6 triliun, namun masih lebih rendah dibandingkan dengan target Rp34,5 triliun. 

ADHI

ADHI mencatat total nilai kontrak dari IKN mencapai kurang lebih Rp10,1 triliun. Terdapat 18 proyek konstruksi yang diperoleh ADHI dalam pembangunan IKN sejak tahun 2022. Jumlah ini terdiri dari 16 proyek yang berasal dari dana pemerintah dan dua proyek swasta berupa Training Center PSSI dan Rumah Sakit Hermina. 


Saat ini, proyek IKN yang masih dikerjakan ADHI terdiri dari 7 proyek infrastruktur dan 8 proyek pekerjaan gedung. Proyek infrastruktur yang dimaksud berupa jalan tol, jembatan, dan sumber daya air, sedangkan proyek pekerjaan gedung seperti rumah dinas jabatan menteri, rumah susun, rumah sakit, dan masjid.


Lalu, tiga proyek IKN terbaru yang dikerjakan ADHI dan telah groundbreaking pada Januari 2024, antara lain adalah Proyek Masjid Negara IKN, Rumah Sakit IKN, dan Kantor Otorita IKN. Sementara itu, proyek yang sudah selesai dikerjakan antara lain Hunian Pekerja Konstruksi, Intake dan Jaringan Pipa Sepaku, dan Land Development WP 1B.


Sebagian besar proyek-proyek IKN yang dikerjakan ADHI ditargetkan selesai di tahun ini, sehingga akan berkontribusi terhadap kinerja keuangan ADHI di tahun 2024.


ADHI belum menginformasikan berapa nilai kontrak baru yang diperoleh secara keseluruhan pada Januari 2024. Namun, mereka menargetkan di tahun ini nilai kontrak baru minimal bisa menyamai raihan tahun lalu. Sepanjang tahun 2023 perolehannya mencapai Rp37,4 triliun, naik 58%. Angka ini melampaui target yang ditetapkan, yakni meningkat 15%-20% dibandingkan 2022.


Sebagai informasi tambahan, kontrak konstruksi adalah perjanjian resmi antara pemilik proyek (dalam hal ini pemerintah) dengan perusahaan konstruksi untuk melakukan pekerjaan pembangunan tertentu dengan biaya, waktu, dan syarat-syarat yang telah disepakati. 


Efek mendapatkan kontrak konstruksi biasanya sangat positif bagi perusahaan. Ini tidak hanya meningkatkan pendapatan dan laba perusahaan tetapi juga meningkatkan reputasi dan pengalaman mereka dalam menangani proyek besar. Dengan menyelesaikan proyek dengan baik, mereka bisa mendapatkan lebih banyak peluang kontrak di masa depan.


Perusahaan seperti PTPP dan ADHI bisa mendapatkan kontrak dari IKN karena beberapa alasan, antara lain:


  • BUMN Karya memiliki pengalaman panjang dan rekam jejak yang terbukti dalam menangani proyek konstruksi skala besar dan kompleks di Indonesia. Pengalaman ini memberi pemerintah kepercayaan bahwa mereka mampu menyelesaikan proyek sesuai dengan standar yang diharapkan. WIKA dan WSKT juga mendapatkan nilai kontrak dari IKN, namun tidak sebesar PTPP dan ADHI.

  • Sebagai BUMN Karya, PTPP dan ADHI memiliki hubungan langsung dengan pemerintah. Hal ini memudahkan koordinasi dan komunikasi dalam proses perencanaan dan pelaksanaan proyek. 

  • Dengan memilih BUMN Karya, pemerintah memiliki kontrol yang lebih baik atas kualitas dan standar proyek.

  • Pemerintah berusaha memastikan bahwa sebagian besar manfaat ekonomi dari proyek ini tetap berada di dalam negeri.


Lantas, di antara PTPP dan ADHI, mana yang saat ini sahamnya cukup potensial? Mau tahu strateginya? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

BBRI Masih Nyaman di Level 4000-an, Apa yang Mesti Dilakukan Holder?

29 Apr 2024, 14:20 WIB
article
ArtikelInsight

Harga Nikel Cetak Rekor, Sahamnya Menyala

22 Apr 2024, 16:23 WIB
article
ArtikelInsight

Rupiah Ambruk ke Level Terendah Empat Tahun, Begini Korelasinya ke IHSG Secara Historis

17 Apr 2024, 11:51 WIB
article
ArtikelInsight

Seberapa Besar Dampak Konflik Timur Tengah yang Kian Memanas ke Pasar Saham?

16 Apr 2024, 10:54 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi