Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

ANTM Eksplorasi 2 Blok Tambang Nikel Baru, Gimana Prospeknya?

23 Feb 2024, 13:34 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Di awal Februari ini, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) baru saja memenangkan tender untuk melakukan eksplorasi pada dua area pertambangan nikel. Tambang yang dimaksud adalah Blok Marimoi I di Halmahera, Maluku Utara dan Blok Lililef Sawai di Halmahera Tengah, Maluku Utara. 


Saat ini ANTM sedang dalam proses administratif untuk bisa mulai eksplorasi di kedua wilayah pertambangan tersebut. Menurut UU No. 3 Tahun 2020, pemegang izin eksplorasi diberi waktu maksimal delapan tahun untuk melakukan eksplorasi di area mereka. 


Untuk informasi, segmen operasi nikel perseroan terdiri dari komoditas feronikel dan bijih nikel. 


Pemberian izin eksplorasi dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan dalam beberapa cara:


  • Peningkatan Produksi Nikel: Dengan penambahan dua blok tambang baru, ANTM dapat meningkatkan volume produksi nikelnya. Nikel adalah komoditas penting yang digunakan dalam berbagai industri, termasuk pembuatan baterai untuk kendaraan listrik, yang permintaannya terus meningkat. Hal ini bisa meningkatkan pendapatan dan profitabilitas perusahaan. Per kuartal III/2023, segmen nikel memberikan kontribusi sebesar 32,86% terhadap total pendapatan.

  • Perluasan Portofolio: Portofolio semakin terdiversifikasi baik secara segmen pendapatan maupun lokasi tambang yang beragam. Sehingga bisa mengurangi risiko dan operasional perusahaan bisa lebih stabil.

  • Peningkatan Cadangan Nikel: Dengan mengeksplorasi dan mengembangkan dua blok tambang baru, ANTM dapat menambah cadangan nikelnya, yang penting untuk menjaga keberlanjutan produksi jangka panjang. Cadangan yang lebih besar memberikan kepastian lebih kepada investor dan pemangku kepentingan tentang prospek pertumbuhan perusahaan.


Dilansir dari BRI Danareksa Sekuritas, ANTM berhasil menjual bijih nikel sebanyak 11,7 juta ton di tahun 2023, melebihi target awal yang hanya 9,4 juta ton. Untuk tahun 2024, diharapkan penjualan bijih nikel akan tetap tinggi karena permintaan yang stabil dan pasokan yang semakin terbatas akibat aturan pertambangan yang lebih ketat oleh pemerintah. 


Oleh karena itu, penjualan bijih nikel ANTM diprediksi naik sebesar 36,4% menjadi 15 juta ton pada 2024 karena kapasitas produksi mereka dinilai mampu memenuhi permintaan yang meningkat. 


Adapun proyeksi laba bersih ANTM tahun ini akan lebih tinggi, mencapai Rp3,6 triliun, naik 22,7% dari perkiraan sebelumnya. 


Pada tahun 2023, laba bersih diperkirakan sebesar Rp3,6 triliun, naik 14,7% dari estimasi awal, terutama karena keuntungan satu kali sebesar Rp600 miliar di kuartal IV/2023. Keuntungan ini berasal dari divestasi saham ANTM di PT Feni Haltim (FHT) ke HongKong CBL Ltd (HKCBL), sebuah anak perusahaan dari Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co Ltd (CBL) dari China. 


HKCBL membeli 10% saham FHT dari ANTM dan 50% saham FHT dari International Mineral Capital (IMC), anak perusahaan ANTM, dengan total transaksi divestasi sebesar Rp781,2 miliar.


Di sisi lain, kasus hukum ANTM dengan seorang pengusaha dari Surabaya, Budi Said, berakhir setelah pencabutan gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), sehingga ANTM  dibebaskan dari segala tanggung jawab terkait gugatan tersebut. Ini bisa menyebabkan pembalikan provisi yang menguntungkan ANTM.


Lalu, apakah secara teknikal saham ANTM saat ini cukup menarik untuk trading? Mau tahu jawabannya? Yuk, belajar di Basic Super Trader, webinar pelatihan saham yang mengulas strategi saham Super Trader untuk dapatkan cuan multibagger ala Ms Ellen May.


Klik di sini untuk informasi selengkapnya


-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

BBRI Masih Nyaman di Level 4000-an, Apa yang Mesti Dilakukan Holder?

29 Apr 2024, 14:20 WIB
article
ArtikelInsight

Harga Nikel Cetak Rekor, Sahamnya Menyala

22 Apr 2024, 16:23 WIB
article
ArtikelInsight

Rupiah Ambruk ke Level Terendah Empat Tahun, Begini Korelasinya ke IHSG Secara Historis

17 Apr 2024, 11:51 WIB
article
ArtikelInsight

Seberapa Besar Dampak Konflik Timur Tengah yang Kian Memanas ke Pasar Saham?

16 Apr 2024, 10:54 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi