Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Unboxing Saham Terkait Program Prabowo-Gibran, Seberapa Diuntungkan?

16 Feb 2024, 16:33 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Berdasarkan data real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari ini (16/02) pukul 13:00 WIB, paslon nomor urut 2 Prabowo-Gibran memimpin perolehan suara Pilpres 2024 sebesar 56,96%. Mengetahui hal ini, pelaku pasar pun mulai memberi perhatian lebih pada saham-saham tertentu yang terkait dengan program yang akan dilakukan Prabowo-Gibran jika resmi terpilih.


Beberapa di antaranya adalah pembagian susu UHT gratis untuk cegah stunting, kelanjutan proyek IKN, dan kelanjutan hilirisasi. Saham-saham tersebut pun bergerak cukup aktif di market pada perdagangan kemarin (15/02).


Oleh karena itu, pada artikel kali ini kita akan mengupas kinerja fundamental dari saham-saham terkait serta mencari tahu seberapa besar benefit yang nantinya akan didapat. 

Susu UHT Gratis

ULTJ

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) membukukan penjualan bersih sebesar Rp6,11 triliun hingga kuartal III/2023, atau tumbuh 7,74%. Hal ini sejalan dengan perolehan laba bersih yang terdorong naik 13,79% menjadi Rp951,10 miliar.


Penjualan minuman naik 7,85% mencapai Rp6,39 triliun. Di mana, kontribusinya terhadap total penjualan Rp6,46 triliun (sebelum ada eliminasi) mencapai 99%. Meskipun segmen ini turut mencakup produk selain susu, setidaknya jika ada permintaan yang tinggi terhadap produk susu mereka, dampak positifnya ke kinerja ULTJ secara keseluruhan bisa cukup signifikan.

CMRY

Emiten susu PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) mencatatkan pertumbuhan penjualan bersih 20,71% menjadi Rp5,74 triliun per kuartal III/2023. Laba bersihnya ikut naik sebesar 10,01% mencapai Rp966,60 miliar. 


Segmen produk olahan susu naik tipis 1,18% mencapai Rp2,73 triliun. Angka ini setara dengan 47,67% dari total penjualan bersih CMRY. Sisanya, berasal dari segmen makanan konsumsi. Meski begitu kontribusi produk olahan susu cukup besar, hampir setengah dari total penjualan. 

ICBP

Per kuartal III/2023, PT Indofood CBP Tbk (ICBP) membukukan penjualan bersih sebesar Rp51,30 triliun, tumbuh 4,90%. Adapun laba bersih meningkat lebih signifikan 113% mencapai Rp7,06 triliun karena faktor pendapatan keuangan dan laba entitas asosiasi dan ventura bersama yang melesat.


Produk dairy atau olahan susu mencatat penjualan sebesar Rp6,81 triliun, atau turun 5,68%. Segmen ini memberikan kontribusi hanya 13,29%. Sehingga dampak permintaan susu yang tinggi mungkin tidak akan terlalu signifikan ke kinerja total penjualan.


Saat ini valuas price to earnings ratio (PER) ICBP ada di 16,12x, berada di bawah rata-rata PER 5 tahun di 17,44x yang menunjukkan saham ICBP cukup murah.


Baca juga: Dukung Prabowo-Gibran, Intip Kinerja Emiten Thohir Bersaudara

Kelanjutan Proyek IKN

PTPP

Hingga kuartal III/2023, PT PP Construction & Investment Tbk (PTPP) mencatatkan penurunan pendapatan usaha 9,21% menjadi Rp12,22 triliun. Namun, laba bersihnya naik 70,21% menjadi Rp240 miliar karena ditopang bagian laba ventura bersama dan bagian laba entitas asosiasi.


Sepanjang 2023, PTPP meraih kontrak baru sebesar Rp31,6 triliun. Di mana, 27,2% berasal dari proyek IKN atau sebesar Rp8,6 triliun.

ADHI

Per kuartal III/2023, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membukukan pendapatan usaha mencapai Rp11,44 triliun, atau naik 25,30%. Hal ini sejalan dengan laba bersih mereka yang tumbuh 14,28% mencapai Rp24 miliar.


Perseroan memperoleh kontrak baru sepanjang tahun 2023 sebesar Rp37,4 triliun. Adapun kontrak baru dari IKN menyentuh angka Rp24,5 triliun, setara 65,5% dari total keseluruhan. 

PANI

Emiten properti milik Aguan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mencatatkan pendapatan yang naik dahsyat 1.139% mencapai Rp1,62 triliun per kuartal III/2023. Adapun laba bersih mereka melejit 2.859% menjadi Rp254,55 miliar.


PANI melakukan investasi sebesar Rp50 miliar untuk ekspansi sekaligus mengembangkan proyek hotel di IKN. Dengan berlanjutnya proyek IKN, ke depan PANI berpotensi diuntungkan dari ekspansi perhotelan di sana.


Valuasi price to book value (PBV) saat ini di 38,08x. Angka ini di bawah rata-rata PBV 5 tahun di 47,01x, menunjukkan saham PANI yang murah.


PWON

Per kuartal III/2023, pendapatan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) naik 1,65% menjadi Rp4,56 triliun. Sedangkan laba bersih mereka tumbuh 24,82% menjadi Rp1,48 triliun.


PWON berinvestasi di IKN untuk membangun pusat perbelanjaan dan hotel pada proyek superblok Pakuwon Nusantara. Pembangunan direncanakan mulai pada awal 2024 dan diharapkan selesai pada 2025 until tahap pertama proyek Pakuwon Nusantara, yaitu hotel Four Points dan sebagian mall. Nilai investasi yang digelontorkan sebesar Rp5 triliun.


Saat ini saham PWON diperdagangkan dengan valuasi PBV 1,10x, di bawah minus 1 standar deviasi 1,16x. Artinya, valuasi PWON sangat murah.


Baca juga: Prabowo Effect Bawa IHSG Terbang, Gimana Kalau Dibandingkan Secara Historis?

Kelanjutan Hilirisasi

INCO

Sepanjang 2023 emiten nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan peningkatan pada pendapatan mereka sebesar 4,48% mencapai US1,23 miliar. Adapun laba bersihnya tumbuh 36,89% menjadi US$274,33 juta.

TINS

Hingga kuartal III/2023, produsen logam timah PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan penurunan pendapatan 37,42% menjadi Rp6,37 triliun. Adapun laba bersih berbalik menjadi rugi bersih sebesar Rp87,45 miliar.


Pendapatan timah turun 42,77% menjadi Rp4,50 triliun. Sebagai kontributor terbesar mencapai 70,56%, penurunan ini berdampak besar terhadap pendapatan secara keseluruhan. Sementara itu, kontribusi nikel hanya 1,67%.

PTBA

Pendapatan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) hingga kuartal III/2023 terkoreksi 10,84% menjadi Rp27,7 triliun. Hal ini menekan perolehan laba bersih menjadi Rp3,8 triliun, atau turun 62%.

ANTM

Hingga kuartal III/2023 PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan pendapatan sebesar Rp30,89 triliun, turun 8,26% dari tahun sebelumnya. Namun, laba bersih mereka tumbuh 8,44% mencapai Rp2,84 triliun karena efisiensi di beberapa pos beban serta kenaikan bagian laba entitas asosiasi dan penghasilan keuangan.


Produk emas menjadi kontributor terbesar penjualan ANTM dengan rasio 62% terhadap total penjualan ANTM, senilai Rp19,29 triliun. Kemudian, kontribusi penjualan segmen nikel menyumbang 33% terhadap total penjualan ANTM dengan nilai penjualan mencapai Rp10,10 triliun. Sedangkan kontribusi penjualan segmen Bauksit dan Alumina berkontribusi 4% terhadap total penjualan ANTM atau sebesar Rp1,25 triliun.

Baca juga: Deretan Saham yang Diuntungkan Jika Prabowo-Gibran Terpilih di Pilpres 2024

Lalu, saham mana yang potensial untuk trading? Mau tahu strategi selengkapnya? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

BBRI Masih Nyaman di Level 4000-an, Apa yang Mesti Dilakukan Holder?

29 Apr 2024, 14:20 WIB
article
ArtikelInsight

Harga Nikel Cetak Rekor, Sahamnya Menyala

22 Apr 2024, 16:23 WIB
article
ArtikelInsight

Rupiah Ambruk ke Level Terendah Empat Tahun, Begini Korelasinya ke IHSG Secara Historis

17 Apr 2024, 11:51 WIB
article
ArtikelInsight

Seberapa Besar Dampak Konflik Timur Tengah yang Kian Memanas ke Pasar Saham?

16 Apr 2024, 10:54 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi