Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Cadangan Devisa Turun, Begini Dampaknya ke Saham

7 Feb 2024, 14:41 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan pada Januari 2024. Diambil dari data Trading Economics, angkanya turun menjadi US$145,1 miliar pada Januari 2024, dari US$146,4 miliar di bulan sebelumnya, yang merupakan angka tertinggi sejak September 2021. Penurunan ini disebabkan oleh jatuh tempo utang luar negeri yang harus dibayar pemerintah. 


Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,6 bulan impor atau 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Selain itu, posisinya juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Artinya, cadangan devisa ini masih aman walaupun sebenarnya mengalami penurunan.


Ke depan cadangan devisa dinilai masih akan cukup baik, didukung oleh stabilitas, dan prospek ekonomi yang terjaga.

Dampak ke Pasar Saham

Secara umum, penurunan devisa bisa memberi dampak pada pasar saham karena beberapa hal. Pertama, persepsi risiko investor. Investor kerap melihat cadangan devisa sebagai indikator kekuatan ekonomi suatu negara. Jika cadangan tersebut menurun, investor menilai bahwa risiko ekonomi meningkat. 


Sehingga akan muncul kekhawatiran yang bisa bisa menyebabkan investor enggan menanamkan modalnya di pasar saham, yang pada gilirannya bisa menurunkan harga saham.


Kedua, kurs mata uang. Cadangan devisa yang tinggi sering digunakan untuk menstabilkan nilai tukar mata uang. Jika cadangan berkurang, ada kemungkinan mata uang, dalam hal ini rupiah, akan melemah terhadap mata uang lain. Pelemahan mata uang bisa membuat investor asing ragu untuk investasi di pasar saham karena nilai investasi mereka dalam mata uang asing mungkin berkurang.


Kertiga, kebijakan moneter. Cadangan devisa yang menurun bisa membatasi kemampuan Bank Indonesia (BI) untuk mengintervensi pasar uang atau memengaruhi kebijakan moneter. Hal ini bisa berpengaruh terhadap suku bunga, yang secara langsung mempengaruhi pasar saham. 


Misalnya, jika BI kesulitan menjaga stabilitas nilai tukar karena cadangan devisa yang menurun, mereka mungkin perlu menaikkan suku bunga, yang bisa mendinginkan aktivitas ekonomi dan memengaruhi laba perusahaan, serta akhirnya, harga saham.

Catatan Penting

Meskipun cadangan devisa turun, kita tetap perlu memerhatikan penyebab penurunannya. Berhubung penyebab di sini adalah pembayaran utang luar negeri yang sudah terjadwal, maka kemungkinan dampaknya tidak akan terlalu signifikan ke pasar saham. Alasannya karena penurunan terjadi dalam konteks yang terkontrol. 


Selain itu, jika BI dan pemerintah dinilai dapat mengelola kondisi ekonomi dengan baik, dan memiliki kebijakan yang responsif dan efektif, kepercayaan investor bisa tetap terjaga, meminimalkan dampak negatif terhadap pasar saham. 


Sebelumnya telah disebutkan bahwa cadangan devisa ke depan diproyeksi BI akan tetap memadai. Adapun inflasi bulan Januari juga melandai ke level 2,57% yang menunjukkan ketetapan suku bunga BI cukup efektif dalam mengendalikan inflasi.


Lalu, bagaimana strategi tradingnya di kala penurunan cadangan devisa? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

ACES: Diakumulasi Investor Kakap Hingga SSSG Kembali Tumbuh Positif

20 Feb 2024, 16:33 WIB
article
ArtikelInsight

Keluar dari MSCI, Indeks FTSE Siap Tampung CUAN

19 Feb 2024, 14:10 WIB
article
ArtikelInsight

Unboxing Saham Terkait Program Prabowo-Gibran, Seberapa Diuntungkan?

16 Feb 2024, 16:33 WIB
article
ArtikelInsight

Dukung Prabowo-Gibran, Intip Kinerja Emiten Thohir Bersaudara

15 Feb 2024, 16:19 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi