Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Net Interest Margin BRIS Terkoreksi di Tengah Pertumbuhan Laba Bersih

2 Feb 2024, 15:08 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Dilansir dari presentasi perusahaan, bank syariah terbesar di Indonesia PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatatkan pertumbuhan laba bersih 33,88% YoY dari Rp4,26 triliun menjadi Rp5,70 triliun sepanjang tahun 2023. Kinerja yang cemerlang ini didorong oleh kenaikan pendapatan syariah bersih 3,88% YoY dari Rp16,43 triliun menjadi Rp17,16 triliun.


Pendapatan berbasis komisi tumbuh 12,08% YoY mencapai Rp4,16 triliun. Faktor pendukung lain berasal dari biaya provisi yang berhasil dipangkas hingga 30,04% YoY menjadi hanya Rp2,62 triliun.


Namun, net interest margin (NIM) melemah dari 6,3% menjadi 5,8% saja. Angka ini menandakan bahwa tingkat profitabilitas BRIS mengalami penurunan. 


Dari sisi penyaluran kredit, pada tahun 2023 total pinjaman BRIS menyentuh angka Rp239,69 triliun, atau naik ekspansif 16% YoY. Pertumbuhan pinjaman terjadi di seluruh segmen terutama wholesale (+18% YoY) dan consumer (+16% YoY) yang merupakan kontributor terbesar terhadap total pinjaman.


Hal ini disertai kenaikan yang terjadi pada rasio non-performing loan (NPL) dari 2,1% menjadi 2,4%. Artinya, risiko kredit bermasalah meningkat meski sebetulnya masih di bawah standar aman regulator terkait NPL sebesar 5%.


BRIS membukukan dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp293,77 triliun, atau tumbuh 12,35% YoY. Hanya saja, rasio current account saving account (CASA) melandai dari 61,57% menjadi 60,57% karena cost of fund naik dari 1,62% menjadi 2,13%. Penurunan CASA menunjukkan bahwa operasional bank menjadi kurang efisien dalam menghimpun dana lantaran cost of fund yang tinggi.


Adapun likuiditas BRIS semakin ketat, di mana rasio loan to deposit (LDR) meningkat dari 79,2% menjadi 81,2%. Semakin tinggi angka LDR, semakin ketat terbatas ruang untuk menyalurkan pinjaman. Kendati demikian, LDR BRIS masih berada dalam standar range yang ditentukan Bank Indonesia (BI), yaitu 78-92%.


Untuk tahun 2024, BRIS optimis bisa mempertahankan pertumbuhan kredit sebesar 15%. Kualitas aset ditargetkan akan mengalami perbaikan dengan rasio NPL berpotensi turun ke bawah level 2%. Sedangkan NIM diestimasikan stabil pada tahun ini di level 5,5-5,8%.


Valuasi PBV saham BRIS saat ini berada di posisi yang cukup premium 2,88x, di atas rata-rata PBV 5 tahun 2,19x.

Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

SIDO: Kinerja Turun Secara Tahunan Namun Mentereng di Basis Kuartalan

20 Feb 2024, 13:55 WIB
article
ArtikelInsight

Laba Bersih BBTN Capai All Time High Namun NIM Menurun

12 Feb 2024, 15:47 WIB
article
ArtikelInsight

Tertekan Boikot, Laba Bersih UNVR Turun 10% Sepanjang 2023

9 Feb 2024, 13:16 WIB
article
ArtikelInsight

BMRI Pangkas Biaya Provisi 37%, Laba Bersih Tumbuh Positif

1 Feb 2024, 13:31 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi