Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

BBTN Atasi Kenaikan Biaya Dana dengan Kredit dan Pendapatan Non Bunga

31 Jan 2024, 09:11 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Pada 11 bulan pertama 2023 (11M23) PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) turun 10% YoY dari Rp13,84 triliun menjadi Rp12,41 triliun. Ini dikarenakan kenaikan beban bunga jauh lebih besar dibandingkan pendapatan bunga. Beban bunga hanya tumbuh 10% YoY, sedangkan pendapatan bunga membengkak 39% YoY.


Adapun laba bersih tumbuh cenderung stagnan dengan pertumbuhan hanya 2% YoY dari Rp2,79 triliun menjadi Rp2,85 triliun. Pendapatan Operasional sebelum Provisi (PPOP) naik 1% dari Rp6,94 triliun menjadi Rp7,04 triliun. Kenaikan ini terjadi karena BBTN berhasil mengatasi biaya dana (cost of fund/CoF) yang lebih tinggi dengan pertumbuhan pinjaman yang kuat dan lonjakan pendapatan non-bunga (terutama dari penilaian kembali nilai wajar aset keuangan dan pendapatan lainnya). 


CoF BBTN naik 94 basis poin menjadi 3,9. Hanya saja pendapatan non-bunga melesat kuat 149% menjadi Rp2,94 triliun pada 11M23. Perseroan juga mencatatkan lonjakan pada pinjaman sebesar 11% YoY menjadi Rp327,89 triliun pada November 2023. 


Net interest margin (NIM) turun menjadi 3,7% pada 11M23, dibandingkan dengan 4,3% pada 11M22. Penurunan NIM ini disebabkan oleh peningkatan CoF yang berasal dari kenaikan suku bunga acuan. 


Suku bunga Bank Indonesia (BI) sudah naik sebesar 250 basis poin antara Juli 2022 dan November 2023. Akibatnya, CoF kumulatif perusahaan naik sebesar 103 basis poin selama periode tersebut, menjadi 3,9%. 


Secara bulanan, NIM meningkat menjadi 3,8% pada November 2023 dari 3,4% pada Oktober 2023. Peningkatan ini terutama karena adanya penurunan CoF sebesar 38 basis poin dan perbaikan rasio CASA naik 381 basis poin. CASA yang naik menunjukkan operasional bank dalam menghimpun dana sangat efisien karena CoF rendah.


Di sisi lain deposit naik 3% YoY menjadi Rp330,27 triliun pada November 2023. Ini menghasilkan rasio loan to deposit (LDR) akumulasi 11M23 naik 743 basis poin menjadi 99,3%. Artinya, likuiditas BBTN semakin ketat dan menjadi pertanda ruang penyaluran kredit semakin terbatas. Asal tahu saja, LDR 99,3% sudah di atas standar BI 78-92%.  


Mau tahu analisis saham BBTN selengkapnya? Bagaimana strateginya ada profit maksimal? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi