Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Battle Kinerja Marketing Sales Emiten Properti 2023, Mana yang Paling Solid?

1 Feb 2024, 11:39 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Marketing sales, atau pra-penjualan, adalah penjualan properti yang telah dicatat oleh perusahaan, namun unit properti tersebut belum ada atau belum dibangun. Indikator ini sangat penting bagi investor dalam menilai kinerja saham perusahaan properti. 


Nilai marketing sales yang tinggi menunjukkan permintaan yang kuat terhadap properti yang ditawarkan oleh perusahaan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan perusahaan. 


Dengan demikian, marketing sales yang tinggi sering dianggap sebagai tanda positif bagi investor karena perusahaan dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang baik dan kinerja keuangan yang berpotensi meningkat. 


Untuk itu, dalam artikel ini kita akan mencari tahu perolehan marketing sales emiten properti sepanjang tahun 2023 yang dilansir dari laporan BRI Danareksa Sekuritas.

PWON

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatat marketing sales yang naik 2% YoY/16% QoQ menjadi sebesar Rp339 miliar pada kuartal IV/2023. Namun, total marketing sales tahun 2023 turun 11% YoY menjadi Rp1,34 triliun.


Marketing sales kondominium tumbuh 3% QoQ pada kuartal IV/2023, berbeda dengan penurunan dalam penjualan pemasaran kantor dan residensial. PWON memberikan panduan untuk penjualan pemasaran tahun 2024 sebesar Rp1,54 triliun atau tumbuh 15% YoY, yang 60% berasal dari proyek bertingkat dan 40% dari proyek perumahan.


Baca juga: Tips Menganalisis Laporan Keuangan Sektor Properti: Investor Wajib Tahu!

CTRA

Marketing sales PT Ciputra Group Tbk (CTRA) pada kuartal IV/2023 turun 10% QoQ, tetapi naik 45% YoY mencapai Rp 2,4 triliun. Sementara itu, sepanjang tahun 2023 marketing sales CTRA mencapai rekor tertinggi sebesar Rp10,2 triliun, naik 24% YoY mencapai Rp9,6 triliun. Angka ini melebihi target perseroan yang sebesar Rp9,7 triliun. Kontribusi terbesar marketing sales CTRA diperoleh dari segmen residensial, yakni mencapai 80%.


Peluncuran CitraGarden Bintaro pada kuartal IV/2023 mencatat marketing sales lebih tinggi dari ekspektasi sebesar Rp 720 miliar, sementara Citra City Sentul mencatat sebesar Rp 685 miliar (dibandingkan target perusahaan sebesar Rp400 miliar). 


CTRA juga mencatat marketing sales yang kuat sebesar Rp844 miliar pada Januari 2024 di CitraLand Sampali, sebuah operasi bersama dengan PTPN II. 


Manajemen memperkirakan marketing sales sebesar Rp 121 miliar dari CitraLand City Losari Makassar dan Rp 600 miliar dari Cluster Eurya di Citra Garden Serpong pada kuartal I/2024.


Baca juga: Mana Saham Properti yang Valuasinya Paling Murah?

SMRA

Marketing sales PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) flat pada kuartal IV/2023 sebesar Rp1,4 triliun dibandingkan kuartal dan periode sama tahun sebelumnya. Total marketing sales tahun 2023 turun 9% YoY mencapai Rp4,5 triliun, di bawah target perusahaan sebesar Rp5,0 triliun.


Hanya tiga dari delapan proyek SMRA yang mencapai target tahun 2023, yaitu Bekasi (163%), Bogor (122%), dan Crown Gading (128%). Adapun proyek Serpong SMRA mencatat marketing sales Rp242 miliar hanya pada bulan Desember 2023, berkontribusi 5,3% terhadap penjualan tahun 2023. 

Marketing sales tertinggi pada kuartal IV/2023 dicatat oleh proyek Serpong (Rp374 miliar), diikuti oleh Crown Gading (Rp324 miliar), dan Bekasi (Rp291 miliar). 


Untuk tahun 2024, SMRA menargetkan marketing sales sebesar Rp5,0 triliun atau naik 11% YoY.

BSDE

Pada kuartal IV/2023 PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mencatatkan perolehan marketing sales sebesar Rp2,8 triliun (+40% QoQ, +32% YoY). Sedangkan sepanjang tahun 2023 marketing sales perseroan menyentuh rekor baru tumbuh 8% YoY mencapai Rp9,5 triliun. Asal tahu saja, angka ini melampaui target marketing sales Rp8,80 triliun.


Kinerja marketing sales didorong oleh peluncuran perumahan dan juga lahan patungan. Segmen perumahan membukukan marketing sales sebesar Rp5triliun atau setara 53% dari total marketing sales tahun 2023. Di mana, proyyek BSD City masih menjadi kontributor terbesar mencapai 57%.


Sementara itu, marketing sales komersial, termasuk apartemen dan ruko sebesar Rp2,62 triliun, setara 28% dari total marketing sales.


Adapun joint venture (JV) dengan Astra membawa menyumbang sebesar Rp1,9 triliun ke marketing sales.


Baca juga: Begini Cara Kerja Bisnis Properti dan Faktor Penggeraknya

PANI

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) melaporkan marketing sales yang flat secara kuartalan sebesar Rp608 miliar pada kuartal IV/2023. Sedangkan perolehannya sepanjang tahun 2023 naik 24% YoY mencapai Rp2,1 triliun. 


Secara kuartalan,  lot komersial PANI mencatatkan pertumbuhan positif 31% QoQ, sementara residensial turun 25% QoQ dan produk komersial relatif stabil dengan penurunan 1% QoQ.


Secara keseluruhan, 47% marketing sales berasal dari kontribusi produk komersial seperti ruko, SOHO, dan gudang; diikuti oleh lot komersial dengan kontribusi 36%. 


Di tahun ini PANI menargetkan marketing sales tahun 2024 tumbuh sebesar 134% YoY menjadi Rp5,5 triliun.


Dari keempat emiten di atas, PWON memperoleh hasil marketing sales paling solid secara kuartalan. Sedangkan CTRA lebih unggul secara tahunan.


Baca juga: Peluang dan Tantangan untuk Sektor Properti di Tahun 2024


Mau tahu analisis teknikal saham properti? Mana yang paling potensial dan bagaimana strategi tradingnya? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi