Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Baterai EV LFP vs Nikel Dibicarakan di Debat Cawapres, Begini Kinerja Emiten Nikel

22 Jan 2024, 14:19 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Ada yang menarik dari perhelatan debat Cawapres hari Minggu kemarin (22/01). Menurut Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, paslon nomor urut 1, Anies - Cak Imin dan timsesnya kerap membahas LFP atau lithium ferrophosphate sebagai pengganti baterai electric vehicle (EV). Adapun Gibran membahas tentang timses nomor urut 1 menyebut Tesla tidak menggunakan nikel, padahal menurutnya mobil listrik Tesla menggunakan nikel.


Sebagai informasi, penggunaan LFP dinilai memiliki biaya produksi yang lebih murah dan harganya pun lebih stabil secara global dibandingkan baterai dengan bahan alternatif seperti nikel.


Pangsa pasar mobil listrik berdasarkan jenisnya (2018-2022):


Sumber: Databoks


Berdasarkan data dari Badan Energi Internasional (IEA), pada tahun 2022, penggunaan LFP dalam baterai mobil listrik hanya mencapai 27%, tetapi ini meningkat secara signifikan dari hanya 7% pada tahun 2018. Di sisi lain, penggunaan nikel dalam baterai mobil listrik pada tahun 2022 adalah sebesar 66%, turun dari 78% pada tahun sebelumnya. 


Meskipun Tesla masih menggunakan baterai berbasis nikel, proporsi penggunaan LFP di Tesla telah meningkat dari 20% dari total produksi mobilnya pada tahun 2021 menjadi 30% pada tahun 2022.


Di sisi lain, mobil listrik asal China BYD yang baru saja masuk ke pasar Indonesia juga mengandalkan teknologi baterai LFP seperti yang dilansir dari Bisnis.


Peningkatan penggunaan LFP dalam baterai mobil listrik dan penurunan relatif dalam penggunaan baterai berbasis nikel dapat memiliki beberapa dampak terhadap kinerja perusahaan yang bergerak di industri nikel:


  • Permintaan yang Potensial Menurun: Jika tren menuju LFP terus berlanjut, permintaan terhadap nikel untuk baterai mobil listrik bisa menurun. Sehingga membuat stok nikel akan semakin banyak yang akan membuat harganya semakin turun. Hal ini dapat mempengaruhi pendapatan dan pertumbuhan perusahaan-perusahaan yang bergantung pada penjualan nikel untuk industri baterai.

  • Tekanan Harga Nikel: Penurunan permintaan bisa menekan harga nikel di pasar global. Harga yang lebih rendah bisa mempengaruhi marjin keuntungan bagi emiten-emiten nikel.


Namun sisi positifnya, jika harga nikel semakin turun hingga dikatakan murah, bisa saja ke depannya penggunaan nikel kembali ramai untuk pembuatan baterai EV. Hanya saja memang memerlukan waktu yang relatif lama, sejalan dengan proses pembuatan smelter nikel yang membutuhkan transisi waktu yang panjang.


Nikel masih memiliki peran penting dalam sektor baterai, terutama untuk aplikasi yang memerlukan densitas energi tinggi seperti kendaraan listrik berperforma tinggi. Oleh karena itu, sementara ada tekanan jangka pendek, prospek jangka panjang bisa tetap stabil tergantung pada inovasi dan pengembangan dalam teknologi baterai.


Perbandingan kinerja emiten metals 9M23:


Sumber:  Laporan keuangan perusahaan, data diolah Emtrade

Note: MBMA listing 18 April 2023


Dari tabel di atas, saham metals yang paling profitable ialah INCO dengan kenaikan laba bersih mencapai +31.55% YoY. Sedangkan dari sisi valuasi, yang paling murah TINS, yakni terdiskon 51.58% menggunakan benchmark PBV (price to book value)


MBMA mencatatkan pertumbuhan pendapatan secara tahunan tiga digit, tetapi laba bersihnya turun. Ini dikarenakan laba bersih yang dihasilkan lebih banyak didistribusikan kepada non-pengendali, yaitu senilai US$26,15 juta atau setara 96,3% dari laba bersih tahun berjalan MBMA.


Lalu, adakah sahamnya yang saat ini menarik? Bagaimana strateginya agar profit maksimal? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Jelang Lebaran, Gimana Potensi dan Kinerja Emiten Poultry Secara Historis?

4 Apr 2024, 11:55 WIB
article
ArtikelInsight

HRUM Makin Fokus ke Nikel, Diproyeksikan Bisa Dorong Laba Bersih Naik 33% di 2024

27 Mar 2024, 13:44 WIB
article
ArtikelInsight

BEI Terapkan Mekanisme Full Call Auction, Simak Dampaknya ke Investor

26 Mar 2024, 12:18 WIB
article
ArtikelInsight

ADRO Punya Proyek EBT Jumbo, Begini Prospeknya

22 Mar 2024, 13:35 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi