Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

BBTN Pangkas Kredit Bermasalah Rp900 Miliar, Gimana Dampaknya ke Kinerja Keuangan?

8 Jan 2024, 16:43 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berhasil memangkas rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) melalui transaksi penyelesaian aset sebesar Rp900 miliar dengan bantuan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) pada akhir tahun 2023. Alhasil, NPL turun tajam dengan hitungan sementara di bawah 3%.


Sebagai informasi tambahan, kerja sama antara BBTN dan PPA bukanlah hal baru, dan PPA memiliki pengalaman dalam mengelola aset bermasalah di beberapa bank swasta. 


Penjualan aset bermasalah secara masif (bulk asset sales) ini akan meningkatkan kinerja BTN. Menurut analis, efeknya akan memperkuat coverage NPL atau kemampuan perusahaan dalam menangani kerugian akibat kredit bermasalah dari 142% persen pada September 2023 menjadi 150% pada akhir tahun 2024.  Ini menunjukkan peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam manajemen risiko kredit.


Di tahun ini, BBTN berencana untuk menjual lebih banyak aset bermasalah dengan target sekitar Rp1 triliun. Adapun BBTN menargetkan cost of credit (CoC) sebesar 1,1-1,4% pada 2024 sejalan dengan target rasio NPL coverage hingga lebih dari 160% pada 2025.


NPL yang terpangkas signifikan kemungkinan besar memiliki dampak positif pada perolehan laba bersih mereka. Berikut adalah beberapa cara bagaimana pengurangan NPL dapat memengaruhi laba bersih:


  • Peningkatan Pendapatan Bunga Bersih: Dengan menurunkan jumlah NPL, BBTN dapat mengurangi jumlah pinjaman yang tidak menghasilkan pendapatan bunga. Hal ini akan meningkatkan pendapatan bunga bersih karena proporsi aset yang menghasilkan bunga akan lebih tinggi.

  • Penurunan Biaya Cadangan Kerugian Kredit:  BBTN dapat mengurangi jumlah cadangan yang diperlukan, yang dapat langsung meningkatkan laba bersih.

  • Peningkatan Efisiensi Operasional: Mengurangi NPL memungkinkan bank untuk mengalokasikan sumber daya ke area yang lebih produktif, daripada mengelola pinjaman bermasalah. Efisiensi operasional yang lebih tinggi ini dapat berkontribusi pada peningkatan laba bersih.

  • Potensi Pendapatan dari Penjualan Aset Bermasalah: Penjualan aset bermasalah dapat menghasilkan pendapatan sekali jadi.

  • Pengurangan Risiko dan Biaya Terkait: Mengurangi NPL juga berarti mengurangi risiko kredit, yang bisa berujung pada biaya operasional yang lebih rendah terkait dengan pengelolaan risiko dan pemulihan aset.


Menurut keterangan manajemen, laba sepanjang 2023 akan bertumbuh sekitar 8 -10%. Performa positif ini didukung oleh penurunan NPL yang cukup tajam sehingga pemulihan perseroan menjadi signifikan.


Mau tahu strategi trading saham BBTN? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi