Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Rewind 2023 : IHSG, Ekonomi Makro, Geopolitik dan Perdagangan Global

30 Des 2023, 13:34 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Bagian 1: Pasar Saham Indonesia 2023


Penggerak IHSG. Jika pada tahun-tahun sebelumnya pergerakan IHSG didorong saham sektor kesehatan, tech, banking digital, dan energy, pada 2023 ini IHSG didorong bukan berdasarkan sektor, namun saham konglomerasi milik Prajogo Pangestu, BREN memiliki andil 258 poin terhadap IHSG.

Saham : PTRO CUAN TPIA BREN


Figure 1. Pergerakan IHSG Selama 2023



Source : TradingView


Figure 2. Kenaikan Saham PTRO CUAN TPIA BREN


Source : TradingView

Terbitnya Bursa Karbon di Indonesia. Bursa Karbon adalah tempat di mana perusahaan bisa melakukan transaksi jual beli kredit karbon. Ini juga menjadi sektor yang signifikan selama 2023 terutama bulan Agustus-September. Kredit karbon ini adalah bukti kepemilikan karbon dalam bentuk sertifikat atau persetujuan teknis.

Saham : PGEO BRPT MEDC KEEN ARKO 


Bagian 2: Kondisi Ekonomi Makro Global dan Indonesia



Suku Bunga The Fed Tertinggi dalam 10 Tahun. Kenaikan suku bunga ini merupakan upaya The Fed untuk menstabilkan ekonomi dan mengendalikan inflasi yang tinggi. Kenaikan ini memiliki dampak global, salah satunya adalah penguatan dolar Amerika. Ketika suku bunga The Fed tinggi, investor cenderung melihat Amerika sebagai tujuan investasi yang lebih menarik dan stabil, yang menyebabkan aliran modal masuk ke Amerika dan penguatan dolar.


Figure 2. Suku Bunga The Fed


Harga Emas All Time High. Kenaikan harga emas terjadi akibat ketidakpastian ekonomi global karena emas dianggap sebagai aset "safe haven" yang aman. Investor cenderung membeli emas sebagai bentuk perlindungan nilai aset di tengah volatilitas pasar keuangan dan mata uang.


Figure 3. Harga Emas


Source : TradingView


Bank Indonesia Menaikkan Tingkat Suku Bunga ke 6%. Bank Indonesia (BI) mengambil langkah tegas dengan meningkatkan suku bunga acuan menjadi 6% pada bulan Oktober 2023. Kenaikan suku bunga BI ini bertujuan untuk menstabilkan Rupiah dan mengendalikan aliran keluar modal asing yang dipicu oleh suku bunga The Fed yang sedang tinggi. Selain itu, kenaikan suku bunga juga diharapkan dapat menahan laju inflasi dalam negeri yang dapat dipicu oleh pelemahan nilai tukar Rupiah, namun kenaikan suku bunga ini tidak baik untuk pasar modal karena mendorong perpindahan dana dari pasar saham ke obligasi. Kenaikan ini di luar ekspektasi konsensus dan cenderung tidak terduga.


Figure 4. Suku Bunga Bank Indonesia




Bagian 3: Dinamika Geopolitik dan Perdagangan Global




China Deflasi, US Soft Landing. Deflasi di China ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk penurunan dalam permintaan konsumen dan bisnis, dampak berkelanjutan dari kebijakan-kebijakan ketat terkait COVID-19. Sementara itu, Amerika Serikat berhasil mencapai 'soft landing' ekonomi, menghindari resesi meskipun menghadapi inflasi tinggi. Hal ini dicapai melalui kebijakan moneter yang cermat dari Federal Reserve. Perbedaan kondisi ekonomi ini menunjukkan bagaimana dua kekuatan besar dunia menghadapi tantangan ekonomi global dengan strategi yang berbeda.


Figure 5. Inflasi China (atas), Inflasi US (bawah)



Perang Hamas dan Israel. Ketegangan Hamas dan Israel memiliki pengaruh ke kenaikan harga komoditas yang berpengaruh ke inflasi dan dapat berakhir pada kenaikan tingkat suku bunga. Baru-baru ini kelompok pendukung Hamas melakukan serangan ke kapal yang diduga akan menuju Israel di Laut Merah.


Figure 6. Lokasi Serangan



Baca Juga : Ketegangan di Laut Merah, Rute Utama Perdagangan Global


Iklim Menjadi Pendorong Inflasi. El Niño memiliki dampak signifikan terhadap inflasi di berbagai negara. Ketika El Niño berlangsung, pola cuaca ekstrem seperti kekeringan dan banjir sering terjadi, yang secara langsung mempengaruhi produksi pertanian. Kekurangan hasil panen dari komoditas utama seperti padi, jagung, dan kedelai dapat menyebabkan kenaikan harga pangan, yang merupakan komponen penting dalam menghitung inflasi, lebih lanjut ini juga bisa berefek ke biaya produksi perusahaan consumer yang berakhir pada kenaikan Average Selling Price dan berpengaruh ke penjualan sehingga berdampak pada kinerja perusahaan. Di negara-negara yang bergantung pada impor pangan, biaya impor ini juga akan meningkat karena penurunan pasokan global, menyebabkan kenaikan harga di dalam negeri.


Figure 7. El Nino

Source : BMKG



Happy New Year 2024 🎊🎉



Lalu, gimana potensi dan strategi trading di tahun 2024? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.


-MNF-

Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi