Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

China Kuasai Kendaraan Listrik (EV) Global

22 Des 2023, 17:23 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Industri otomotif global mengalami perkembangan yang cepat seiring meningkatnya pertumbuhan pasar kendaraan listrik (EV). Menurut analisis dari S&P Global Mobility, tahun 2026 diprediksi adanya percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan untuk masa depan.


Sejumlah produsen kendaraan utama di seluruh dunia menyatakan bahwa kendaraan dengan mesin pembakaran internal (ICE) mulai bekurang, seiring dengan peningkatan transisi menuju kendaraan tanpa emisi. Diperkirakan bahwa pada tahun 2024, kendaraan listrik akan menyumbang sekitar 16,2 persen dari total kendaraan penumpang global.


Menurut China Passenger Car Association (CPCA), penjualan mobil di China selama Januari-September mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 2,1%, mencapai 15,41 juta unit. Tingkat pertumbuhan pengiriman mobil dari China meningkat pesat, terutama untuk produk mobil listrik. Sementara itu, BYD, produsen mobil listrik terbesar di China, berhasil menjual sebanyak 287.454 unit kendaraan listrik baru (NEV) pada bulan September.


Persaingan di Pasar Kendaraan Lisrik (EV)


Penjualan mobil listrik terus berkembang seiring dengan munculnya inovasi teknologi dan kesadaran akan dampak lingkungan. Salah satu pemimpin utama dalam industri ini adalah Tesla, perusahaan yang dikenal dengan visinya untuk mempercepat transisi ke mobilitas berkelanjutan. Namun, baru-baru ini, penjualan turun signifikan menghadapi persaingan otomotif China. 


Pasar mobil listrik di China semakin ramai dengan munculnya pesaing lokal yang menawarkan alternatif yang menarik. Perusahaan-perusahaan seperti NIO, XPeng, dan BYD telah menarik perhatian konsumen dengan inovasi teknologi, desain yang menarik, dan harga yang bersaing.


Berdasarkan informasi dari Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA), model kendaraan listrik BYD menawarkan kualitas dan fungsi yang lebih unggul dengan harga yang lebih terjangkau, dan menjadi favorit di kalangan semua anggota keluarga warga Eropa. Jika dibandingkan dengan produk sejenis di Eropa, kualitas dan spesifikasi kendaraan listrik China jauh lebih superior.


Figure 1. Data Penjualan Mobil Listrik Q1 - Q3 2023 

source: Bloomberg, diolah Emtrade


Dua produsen mobil listrik terkemuka, yaitu Tesla dan BYD, menjadi brand kendaraan listrik terlaris di dunia. Tesla berhasil menjual jumlah lebih tinggi dari BYD, namun disebabkan oleh banyaknya jumlah pabrik dengan kenaikan penjualan terbatas. Pertumbuhan BYD kuartal 1-3 2023 jauh lebih unggul dibandingkan dengan Tesla. Per kuartal 3 2023, BYD mencatatkan penjualannya 99,2% dari penjualan Tesla. Dominasi Tesla berpotensi akan segera berakhir tercermin dari pertumbuhan penjualan EV.



Permintaan Minyak Berpotensi Melemah


Sebagai salah satu pemimpin dalam industri kendaraan listrik global, BYD telah mengumumkan keputusan untuk menghentikan produksi kendaraan bermesin bakar (internal combustion engine/ICE) sejak tahun 2022. Saat ini, fokus perusahaan telah beralih sepenuhnya untuk memproduksi kendaraan listrik, terutama bus dan mobil penumpang untuk transportasi massal yang menggunakan tenaga listrik.


Figure 2. Proyeksi Konsumsi Bahan Bakar di China

Hampir setengah persen konsumsi minyak di China berasal dari sektor transportasi, dan dengan peningkatan penggunaan kendaraan listrik, diperkirakan permintaan terhadap bahan bakar konvensional akan menurun. Tingkat adopsi kendaraan listrik di China diharapkan terus meningkat seiring waktu.


Berdasarkan data terbaru dari Energy Institutes, China menduduki posisi kedua dengan konsumsi minyak bumi terbesar dunia. Hal ini menyebabkan permintaan minyak dunia berpotensi berkurang, didukung dengan China sebagai negara pasar mobil terbesar dunia, serta BYD telah menguasai pasar kendaraan listrik (EV) global. 



China Kuasai 90% Hilirisasi Nikel RI  


Sebagaimana bahan baku utama baterai mobil listrik adalah logam-litium yang didapat dari nikel. Karena sumber daya nikel lokal China terbatas, China perlu mengimpor bijih nikel dalam jumlah besar setiap tahun. China mengimpor bijih nikel dari 21 negara atau wilayah. Sumber utama impor bijih nikel China berdasarkan volume impor adalah Filipina, Kaledonia Baru, dan Indonesia. 


Indonesia menduduki posisi pertama sebagai negara penghasil nikel terbesar di dunia. Total produksi nikel di Indonesia mencapai 800 ribu MT yang selama ini dijadikan tolak ukur negara lain terkait dengan keseriusan untuk terjun pada tren nikel. Prospek nikel memang sangat ditentukan oleh China dan Indonesia, dengan kedua negara tersebut saat ini menguasai 70% pasokan dan permintaan logam global. Indonesia menyumbang 55% dari pasokan global saat ini dan diperkirakan akan tumbuh lebih dari 70% dalam lima tahun ke depan.


90% pabrik hilirisasi nikel di Indonesia bekerja sama dengan China, hilirisasi diawali dengan perusahaan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan selanjutnya pada PT Aneka Tambang (ANTM). Potensi Indonesia mendapatkan dukungan dari kerja sama ANTM dengan perusahaan Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL). CATL telah sepakat untuk berinvestasi sebesar US$420 juta atau sekitar Rp6,52 triliun (kurs US Rp15.533) di Indonesia.



BYD Masuk Pasar Indonesia


BYD telah mengumumkan kesiapannya untuk memasuki pasar Indonesia pada semester pertama tahun 2024. Mereka tidak hanya berfokus pada segmen kendaraan penumpang, tetapi juga memiliki rencana untuk membangun ekosistem EV dan teknologi di Indonesia. Luther T. Panjaitan, Kepala Pemasaran & Komunikasi PT BYD Motor Indonesia, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan studi terus-menerus terkait model mobil BYD yang akan diperkenalkan di Indonesia.


Liu Xeuliang, Manajer Umum BYD untuk wilayah Asia Pasifik, mengungkapkan bahwa tantangan infrastruktur mobil listrik tidak hanya dihadapi oleh Indonesia, tetapi juga oleh beberapa negara lain yang sedang mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Menurut Liu, keberhasilan ekosistem mobil listrik di setiap negara memerlukan dukungan baik dari pemerintah maupun sektor swasta. Dia menjelaskan bahwa inisiatif ini harus dimulai oleh pemerintah untuk menarik minat sektor swasta dalam membangun infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.


Kehadiran produsen mobil listrik dari China menimbulkan tantangan bagi produsen mobil Jepang yang telah lama mendominasi pasar Indonesia. Menurut informasi dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), merek-merek Jepang mengalami keterlambatan dalam memasarkan kendaraan listrik di Indonesia, sebagian karena kurangnya infrastruktur dan insentif untuk merangsang adopsi mobil listrik.





Saham Indonesia mana yang terdampak positif dari peluang ini? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.


-AB-


Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi