Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Intip Nasib Saham dari 5 Right Issue Terbesar 2023

15 Des 2023, 09:48 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Hingga 11 Desember 2023, ada 21 emiten yang mencari sumber pendanaan melalui aksi penerbitan saham baru atau right issue. Menariknya, ada satu emiten yang kembali mencetak right issue terbesar di tahun 2023, setelah sebelumnya juga masuk deretan right issue terbesar pada 2022. 


Emiten apa yang dimaksud? Berikut adalah ulasan 5 right issue terbesar sepanjang 2023 dan pergerakan harga sahamnya.

BBKP

Right issue terbesar tahun ini dipimpin oleh PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP). BBKP menerbitkan 120 miliar lembar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham. Sehingga dana yang diperoleh mencapai Rp12 triliun. Ini merupakan right issue ke empat sejak IPO.


Dana akan digunakan untuk mengembangkan bisnis dan investasi di sektor teknologi informasi guna melakukan transformasi digital. Selain itu BBKP juga ingin berekspansi kredit pada segmen usaha UMKM, wholesale, dan ritel. 


Secara year-to-date (ytd) harga saham BBKP turun 17,60% ke level 83. Penurunan dalam mulai terjadi setelah melakukan right issue pada bulan Mei.


Baca juga: BBKP Right Issue Jumbo, Buat Apa dan Gimana Prospeknya?

PANI

Berikutnya ada PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) yang kembali menduduki right issue terbesar di tahun 2023. Melalui right issue ini, PANI menerbitkan sebanyak 2 miliar lembar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp5000. Dengan demikian PANI menyerap dana sebesar Rp10,46 triliun.


Dana tersebut akan dipakai untuk mengakuisisi 7 perusahaan real estate yang memiliki lahan di PIK2. Kemudian sisanya akan dialokasikan ke anak usaha, yaitu PT Panorama Eka Tunggal (PET).


Harga saham PANI sejak awal tahun sudah melambung 428% ke level 5025. Setelah right issue, saham PANI naik kemungkinan besar karena harga pelaksanaan di atas harga pasar.


Baca juga: PANI Right Issue Rp10,48 Triliun, Gimana Prospeknya? Layak Ditebus?

MSIN

Di urutan ketiga ada emiten media PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) dengan 1,1 miliar saham baru yang diterbitkan ke publik. Adapun harga pelaksanaan right issue sebesar Rp4.900 per saham. Melalui aksi ini, total perolehan dana MSIN mencapai Rp5,61 triliun.


Jumlah tersebut akan dipakai untuk pembayaran surat sanggup yang dikeluarkan oleh PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV). Nantinya MSIN akan mengakuisisi RCTI+, 7 portal umum beserta berita, dan Vision+ senilari Rp3,3 triliun. Sisanya digunakan sebagai modal kerja untuk meningkatkan output konten yang dihasilkan MSIN.


Sejak awal tahun harga saham MSIN turun 38% ke level 2970. 

BKSL

PT Sentul City Tbk (BKSL) yang bergerak di bidang properti melakukan right issue dengan menerbitkan saham baru total 100,6 miliar. Dengan harga pelaksanaan sebesar Rp50 per saham, maka BKSL mendapatkan dana segar sebesar Rp5,03 triliun. 


Dana hasil right issue digunakan untuk membayar utang dan ekspansi serta pengembangan. Menariknya, right issue dilakukan di tengah kondisi saham yang menyentuh level terendah Rp50. 


Saham BKSL saat ini memiliki notasi khusus ‘X’, yang artinya dalam pemantauan khusus. Sampai sekarang sahamnya masih “tidur” di level gocap.


Baca juga: Strategi Investasi Pada Right Issue

BKSW

PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) menerbitkan 14,7 miliar lembar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham. Total perolehan dana segar yang didapat perusahaan sebesar Rp3,68 triliun.


Seluruh dana hasil rights issue akan digunakan untuk modal kerja. Kemudian, BKSW akan menjalankan pengembangan usaha dalam bentuk ekspansi kredit melalui penambahan dana tersebut.


Sejak awal tahun harga saham BKW turun 22% ke level 79.


Baca juga: Apa itu Harga Teoritis Right Issue?

Dampak Nilai Right Issue yang Besar ke Perusahaan



  • Perusahaan dapat uang segar dalam jumlah yang masif sehingga memperkuat struktur modal perusahaan.

  • Jumlah saham beredar yang semakin banyak diharapkan bisa membuat sahamnya menjadi lebih likuid di market.

  • Jika saham beredar bertambah banyak, otomatis peluang investor untuk mengoleksi saham tersebut semakin tinggi.


Baca juga: Emiten Right Issue, Sebaiknya Tebus atau Tidak? Begini Cara Menentukannya


Itu tadi adalah 5 right issue terbesar yang berlangsung sepanjang tahun 2023. Pertanyaannya, bagaimana strategi trading saat ada right issue? Apa yang mesti trader lakukan agar profit tetap optimal


Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Jelang Lebaran, Gimana Potensi dan Kinerja Emiten Poultry Secara Historis?

4 Apr 2024, 11:55 WIB
article
ArtikelInsight

HRUM Makin Fokus ke Nikel, Diproyeksikan Bisa Dorong Laba Bersih Naik 33% di 2024

27 Mar 2024, 13:44 WIB
article
ArtikelInsight

Skema Right Issue INCO dan Proyek Jumbo yang Sedang Berlangsung

21 Mar 2024, 13:25 WIB
article
ArtikelInsight

Usai Private Placement, BNGA Lanjut Buyback

21 Feb 2024, 15:20 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi