Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Terbawa Sentimen Daya Beli dan Pemilu, ke Mana Arah Sektor Consumer Goods?

13 Des 2023, 15:39 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Kinerja keuangan sektor consumer goods tampaknya masih dibayangi oleh risiko pelemahan daya beli masyarakat. Meskipun konsumsi makanan dan minuman meningkat 4,1% YoY pada kuartal III/2023, tertinggi dalam 5 bulan berturut-turut, ada risiko potensial dari kenaikan harga bahan pokok pada kuartal IV/2023 yang dapat berlanjut hingga kuartal II/2024. 


Hal ini utamanya disebabkan oleh dampak pasca El Nino. Menurut proyeksi National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), El Nino masih dapat terjadi pada bulan April 2024 dengan peluang sebesar 62%. Sehingga dapat mengganggu suplai bahan pokok yang kemudian berimbas pada kenaikan harga.


Contohnya saja seperti harga beras yang sejak awal tahun naik sebesar +16%, diikuti oleh bawang putih +38%, cabai merah +93%, dan gula +20%. Kenaikan tersebut mendorong inflasi volatile food mencapai +1,7% MoM pada tanggal November 2023, tertinggi dalam 11 bulan terakhir. Sedangkan secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 7,59% YoY, meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 5,54% YoY.


Di sisi lain, harga gandum dalam 3 minggu terakhir menunjukan kenaikan sebesar +13,32%. Sebagai bahan utama pembuatan mie instan, fluktuasi harganya akan sangat berpengaruh ke perusahaan consumer goods seperti INDF dan ICBP.


Adapun informasi dari BMKG yang menunjukkan adanya keterlambatan musim hujan hingga Oktober 2023 dan durasinya yang lebih singkat pada FY23/FY24F, hasil pertanian diperkirakan akan terganggu dan berpotensi sedikit mendorong harga komoditas hingga awal 2024. Alhasil, daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah dapat terhambat.


Untuk merangsang daya beli, pemerintah telah meluncurkan berbagai program hingga Desember 2023, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk El Nino sebesar Rp200 ribu per bulan dan distribusi 10 kg beras. Sementara itu, anggaran bansos pada 2024 mengalami peningkatan sebesar 3,6% YoY menjadi  Rp493,5 triliun (naik 12,4% YoY dari perkiraan 2023). 


Selain itu, efek liburan Nataru biasanya dapat mendorong daya beli masyarakat. Sehingga bisa memberikan katalis positif jangka pendek untuk sektor consumer goods. Terlebih lagi produk consumer banyak yang dijadikan hampers.


Mengenai perhelatan pemilu, sektor consumer goods menjadi salah satu yang berpotensi diuntungkan. Pemilu tahun 2024 diproyeksi dapat menghasilkan pencairan dana sebesar Rp 149,3 triliun (meningkat +16,8% dari 2019) atau setara dengan 0,7% PDB. Sehingga bisa menjadi satu pendorong konsumsi masyarakat.


Namun, perlu dicatat bahwa total waktu kampanye relatif singkat (termasuk pemilu presiden putaran ke-2), yaitu sekitar 3-4 bulan saja dibandingkan pemilu tahun 2019 yang memakan waktu 7 bulan. Di samping itu, meskipun kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 3,4%, gaji riil diperkirakan hanya naik 0,6%.


Ringkasan proyeksi kinerja consumer goods big caps tahun 2024 yang dikutip dari MNC Sekuritas:

  • ICBP: Rata-rata pertumbuhan satu kuartal sebelum pemilu 2014 dan 2019 mencapai 18,5% QoQ. ICBP diperkirakan dapat membukukan pertumbuhan solid yang berkelanjutan pada kuartal I/2024, mengingat potensi adanya dua putaran pemilihan presiden.

  • INDF: Kinerja positif di segmen CBP selama tahun pemilu akan mengimbangi penurunan di segmen Bogasari, yang diperkirakan akan turun sebesar 2% YoY, sejalan dengan potensi pelemahan rata-rata harga jual mengikuti tren harga gandum. 

  • UNVR: Dengan sensitifnya daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah, kinerja UNVR ke depan diperkirakan cenderung datar. Dampak pemilu terhadap pendapatan juga diperkirakan tidak signifikan. Namun, margin berpotensi solid, dengan gross profit margin (GPM) berada di 50%, serta biaya input yang terjaga.

  • SIDO: Perusahaan memiliki downside risk ke depan melihat adanya korelasi antara El Nino dan inflasi yang memengaruhi pendapatan SIDO. Konsumen sepertinya mulai mengabaikan produk farmasi rumah tangga. Meskipun SIDO mempertahankan pangsa pasar yang solid sebesar 73%, yang bisa meningkatkan OPEX/revenue, hal ini berpotensi membebani pendapatan.




*Pendapatan & laba bersih YoY

*Laba bersih ICBP didorong oleh forex gain, laba inti tanpa forex gain +35,3% YoY


Berdasarkan kinerja per September 2023, ICBP dan INDF unggul dalam hal profitabilitas. Sedangkan UNVR dan SIDO masih mengalami penurunan kinerja, yang juga tercermin pada harga sahamnya yang turun dalam sejak awal tahun.


Lantas, saham consumer goods mana yang saat ini menarik untuk buy? Bagaimana strateginya? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

ACES: Diakumulasi Investor Kakap Hingga SSSG Kembali Tumbuh Positif

20 Feb 2024, 16:33 WIB
article
ArtikelInsight

Keluar dari MSCI, Indeks FTSE Siap Tampung CUAN

19 Feb 2024, 14:10 WIB
article
ArtikelInsight

Unboxing Saham Terkait Program Prabowo-Gibran, Seberapa Diuntungkan?

16 Feb 2024, 16:33 WIB
article
ArtikelInsight

Dukung Prabowo-Gibran, Intip Kinerja Emiten Thohir Bersaudara

15 Feb 2024, 16:19 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi