Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

NISP Akuisisi Bank Commonwealth, Simak Prospeknya

20 Nov 2023, 14:20 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) dikabarkan akan mengakuisisi 99% saham Bank Commonwealth (PTBC) dari Commonwealth Bank of Australia (CBA) dengan estimasi nilai sebesar Rp2,2 triliun yang didanai dari kas internal. Dengan demikian, akuisisi dilakukan dengan valuasi PBV sekitar 0,5x FY23F. 


Perseroan juga bermaksud untuk mengakuisisi sisa 1% saham PTBC dari pemegang saham lokal lainnya.


Menurut CBA, pada dasarnya aksi akuisisi ini sejalan dengan strateginya untuk fokus pada bisnis perbankan inti di Australia dan Selandia Baru. Adapun bisnis OCBC Indonesia dan PTBC sedikit tumpang tindih. Di mana, OCBC Indonesia berfokus pada nasabah korporat, sedangkan PTBC pada segmen ritel dan UKM.


Di sisi lain, wealth management dan joint financing yang dimiliki oleh CBA dapat dimanfaatkan oleh OCBC Indonesia.


Aksi akuisisi ini diharapkan akan selesai pada kuartal II-III 2024. Jika akuisisi sudah rampung, nantinya PTBC akan menjadi anak usaha terkendali NISP, dan kemudian akan merger ke dalam NISP. Maka, otomatis laporan keuangan NISP akan mengalami dampak karena performa keuangan PTBC akan disatukan dalam laporan keuangan NISP.


Selain itu, merger ini berpotensi menciptakan nilai sinergi walaupun akan membutuhkan waktu. PTBC terakhir kali mencatat laba bersih tahunan pada 2019 sebesar Rp37,3 miliar rupiah. Potensi nilai sinergi dari akuisisi NISP terhadap PTBC dapat terwujud jika NISP berhasil mengintegrasikan dan meningkatkan performa PTBC sehingga kembali mencapai zona positif.


NISP saat ini merupakan bank swasta terbesar ke-4 berdasarkan aset ($21,4 miliar per 31 Agustus 2023). Meskipun PTBC adalah bank yang berukuran jauh lebih kecil berdasarkan aset, akuisisi diperkirakan akan meningkatkan skala NISP.


Oleh karena itu, diyakini akan ada pembersihan portofolio dalam hal kualitas aset dan rasionalisasi biaya yang harus dilakukan sebelum integrasi dengan NISP. Menurut pandangan analis, hal ini tidak menutup kemungkinan adanya persetujuan peraturan dalam rasionalisasi cabang/jumlah karyawan.


Akuisisi ini tidak memberikan dampak material terhadap aset berwujud bersih, EPS, atau posisi modal OCBC Group untuk FY23F.

Profil dan Kinerja Bank Commonwealth

Sebagai informasi, Bank Commonwealth (PTBC) merupakan anak perusahaan dari Commonwealth Bank of Australia (CBA) yang telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1997. CBA sendiri adalah salah satu kelompok usaha keuangan terbesar yang terdaftar di Bursa Efek Australia dan tercatat dalam Morgan Stanley Capital Global Index. 


Dengan dukungan lebih dari 1.250 tenaga profesional di bidang perbankan, PTBC kini menyediakan layanan kepada nasabah di 21 kota di Indonesia.


PTBC menawarkan berbagai solusi perbankan, termasuk layanan pinjaman rekening koran (overdraft) dan pinjaman berjangka (term loan) untuk pelaku usaha kecil dan menengah, kredit pemilikan rumah (KPR), wealth management, serta pembukaan rekening tabungan secara digital yang komprehensif. 


Selain itu, PTBC juga menyediakan layanan pinjaman kredit usaha kecil dan menengah secara digital dan investasi reksa dana. Fleksibilitas ditawarkan melalui kemampuan untuk menetapkan tanggal transaksi, fitur standing order, dan kemudahan pembelian reksa dana melalui layanan Internet Banking.


Dari segi kinerja keuangan, PTBC telah merugi sejak tahun 2020. Berdasarkan laporan keuangan per September 2023, kerugian PTBC membengkak 452% YoY mencapai Rp415,8 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu Rp75,3 miliar. 


Dengan keadaan PTBC yang masih merugi, ini berpotensi memberatkan kinerja NISP ke depannya apabila laporan keuangan sudah dikonsolidasikan dengan NISP. 


Meski begitu, kualitas aset PTBC tergolong baik, di mana gross non-performing loan (NPL) sebesar 1,95% saja. Rasio ini sempat menurun dari 5.1% di FY20 karena adanya pemberian Standby Letter of Credit dari CBA sehubungan dengan Program Relaksasi Utang (terkait paparan Covid-19).


Di samping itu, penyaluran kredit mencapai Rp8,5 triliun, yang setara dengan 5,9% dari total kredit yang disalurkan oleh NISP pada periode yang sama, mencapai Rp144,7 triliun. 


Kemudian dana pihak ketiga (DPK) PTBC sebesar Rp11 triliun, atau sekitar 6% dari total DPK NISP yang mencapai Rp184,3 triliun.


Di sisi lain pendapatan bunga mengalami penurunan sebesar 9,4% YoY, menjadi Rp734,5 miliar rupiah. Sementara itu, beban bunga mengalami peningkatan sebesar 13,9% YoY yang mengakibatkan pendapatan bunga bersih (NII) turun sebesar 20,5% YoY menjadi Rp436 miliar. Jumlah NII ini setara dengan 10% dari NII NISP pada periode yang sama, yakni Rp7,4 triliun. 


Net Interest Margin (NIM) berada di level 3,85%, turun dibandingkan periode sama tahun lalu 4,28%. NIM tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan NIM NISP yang berada di level 4,4%. 


Lalu, bagaimana potensi saham NISP? Apakah saat ini cukup menarik? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. 


Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Unboxing Saham Terkait Program Prabowo-Gibran, Seberapa Diuntungkan?

16 Feb 2024, 16:33 WIB
article
ArtikelInsight

GOTO dan Grab Dikabarkan Akan Merger, Simak Potensinya di Sini

12 Feb 2024, 14:14 WIB
article
ArtikelInsight

FREN Mau Right Issue Jumbo, Buat Apa Dananya?

3 Feb 2024, 11:18 WIB
article
ArtikelInsight

Mau Go Private, META Tetapkan Harga Tender Offer di Rp250

18 Des 2023, 10:20 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi