Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Biaya Keuangan Bengkak, Laba Bersih ERAA Turun 27%

10 Nov 2023, 10:30 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatatkan kenaikan pendapatan 22,5% YoY menjadi Rp42,81 triliun per kuartal III/2023 dibandingkan dengan periode sama tahun lalu Rp34,93 triliun. Namun, kinerja secara bottom line mengalami koreksi, di mana laba bersih turun 27,3% YoY menjadi Rp494,83 miliar dari Rp680,28 miliar. 


Di sisi lain beban pokok penjualan naik 22,14% YoY menjadi Rp38,33 triliun. Meski begitu ERAA masih membukukan laba kotor yang tumbuh 26,03% YoY menjadi Rp4,48 triliun. 


ERAA menghasilkan 70,9% dari total laba kotornya dari segmen Telepon Seluler dan Tablet, yang tumbuh 31,8% YoY menjadi Rp 3,2 triliun Pertumbuhan tersebut diikuti oleh segmen Produk Operator dan Aksesoris & Lainnya yang tumbuh masing-masing sebesar 18,7% dan 18,2% YoY.


Sedangkan, segmen Komputer & Peralatan Elektronik Lainnya mengalami penurunan sebesar 13,1% YoY, sehingga menghasilkan Rp135,6 miliar (3% dari total laba kotor). 


Dari jenis produk, Apple masih memimpin bagian beban pokok penjualan, menyumbang 62,1% dari total beban pokok penjualan atau sebesar Rp17,7 triliun, diikuti oleh Samsung (27,2%) dan Xiaomi (10,8%) per kuartal III/2023.


Di tengah pertumbuhan segmen operasi yang cukup solid, laba bersih turun terutama disebabkan oleh biaya keuangan yang membengkak hingga 129,1% YoY menjadi Rp426 miliar. 


Jika dirinci lebih lanjut, ERAA mengeluarkan beban bunga sebesar Rp356 miliar (+153,7% YoY). Demikian pula beban bunga terkait liabilitas sewa juga mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai Rp51,4 miliar (+57,2% YoY). Selain itu, penyisihan pinjaman bank berjumlah Rp17,5 miliar (+39,2% YoY).


Selain karena kenaikan suku bunga BI, pembengkakan biaya keuangan juga disebabkan oleh kenaikan signifikan utang jangka pendek sebesar 38,1% YoY dan utang jangka panjang sebesar 175% YoY.


Pada kuartal III/2023 ERAA juga menandatangani perjanjian fasilitas kredit untuk anak perusahaannya dengan nilai fasilitas maksimum hingga Rp3 triliun untuk modal kerja, US$150 juta untuk standby letter of credit, dan US$150 juta untuk treasury line. Sebagai konsekuensinya, analis memperkirakan biaya keuangan akan tetap tinggi hingga tahun 2024.




Lalu, bagaimana kondisi neraca keuangannya? Sepanjang sembilan bulan pertama, kepemilikan aset ERAA bertambah 26,37% YoY menjadi Rp21,55 triliun. Utangnya juga bertambah 39,82% menjadi Rp13,78 triliun. Sedangkan ekuitas atau modalnya meningkat 7,98% menjadi Rp7,77 triliun. Namun, ini menunjukkan ekuitasnya negatif karena lebih kecil daripada utang perseroan.


Dengan begitu, rasio debt to equity (DER) ada di 1,05x dan debt to asset (DAR) di 0,38x.


Saat ini valuasi ERAA cukup murah, di mana price to earnings ratio (PER) di 6,94x di bawah rata-rata PER 5 tahun 10,52x dan mulai mendekati minus 1 standar deviasi 5 tahun.


Mau tahu strategi trading saham ERAA selengkapnya? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-


emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

SIDO: Kinerja Turun Secara Tahunan Namun Mentereng di Basis Kuartalan

20 Feb 2024, 13:55 WIB
article
ArtikelInsight

Laba Bersih BBTN Capai All Time High Namun NIM Menurun

12 Feb 2024, 15:47 WIB
article
ArtikelInsight

Tertekan Boikot, Laba Bersih UNVR Turun 10% Sepanjang 2023

9 Feb 2024, 13:16 WIB
article
ArtikelInsight

Net Interest Margin BRIS Terkoreksi di Tengah Pertumbuhan Laba Bersih

2 Feb 2024, 15:08 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi