Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Laba Bersih TLKM Tumbuh 17%, Segini Kontribusi Indihome ke Perseroan

2 Nov 2023, 16:23 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Hingga kuartal III/2023, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) membukukan pertumbuhan pendapatan 2,2% menjadi Rp111,23 triliun dari periode sama tahun 2022 sebesar Rp108,87 triliun. Sementara itu, laba bersihnya tumbuh lebih signifikan mencapai 17,6% menjadi Rp19,49 triliun dari Rp16,58 triliun.


Berdasarkan lini produk utama, kinerja TLKM didorong oleh:

  • Mobile Rp63,78 triliun (+0,5%)

  • Consumer Rp19,74 triliun (+0,3%)

  • Enterprise Rp14,59 triliun (+6,6%)

  • WIB Rp12,33 triliun (+9,1%)


Dalam segmen consumer, Indihome menyumbang sebesar Rp19,39 triliun (+2,65%). Sedangkan di segmen enterprise menyumbang sebesar Rp2,47 triliun (+19,09%).


Laba bersih yang naik lebih kencang dibandingkan pendapatan didukung oleh faktor-faktor lain di bawah garis operasional. Contohnya seperti efisiensi beberapa pos beban seperti beban penyusutan dan amortisasi Rp24,08 triliun (-3,74%) dan beban pemasaran Rp2,58 triliun (-6,87%). Adapun kerugian yang belum direalisasikan Rp182 miliar (-94,09%), penghasilan lain-lain Rp223 miliar (+364,58%), dan penghasilan pendanaan Rp758 miliar (+20,89%).


Secara kuartalan, pengeluaran tunai menurun 5%, sebagian besar didorong penurunan biaya operasional dan maintenance (O&M) 3% biaya umum dan administrasi (G&A) turun 20%. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh high base di kuartal II/2023 karena pemeliharaan kabel bawah laut satu kali. 


Selain itu juga merupakan efek sinergi biaya dari integrasi Telkomsel-IndiHome yang mungkin disebabkan oleh rasionalisasi jejak ritel dan penyederhanaan biaya terkait layanan pelanggan.




Per kuartal III/2023, aset TLKM flat tumbuh 0,37% menjadi Rp276,12 triliun. Begitu pun utang perseroan naik 0,62% menjadi Rp126,71 triliun dan ekuitas juga flat di Rp149,49 triliun. Hal ini menunjukkan TLKM memiliki ekuitas positif karena lebih besar daripada kewajiban atau utangnya.


Dengan begitu rasio debt to equity (DER) di 0,46x dan debt to asset (DAR) di 0,25x.


Saat ini saham TLKM diperdagangkan dengan valuasi EV/EBITDA 5x. Angkanya terdiskon 11% dibandingkan dengan rata-rata 5 tahun EV/EBITDA 5,6x.


Lantas, apakah sahamnya saat ini menarik untuk dikoleksi? Bagaimana strateginya? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi