Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

GGRM Cetak Penurunan Pendapatan di Kala Laba Bersih Tumbuh Pesat, Kok Bisa?

1 Nov 2023, 12:34 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Hingga kuartal III/2023, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) membukukan penurunan pada kinerja pendapatannya sebesar 12,96% menjadi hanya Rp81,75 triliun dari periode sama tahun lalu Rp93,91 triliun. Sementara laba bersihnya justru tumbuh pesat 197,53% mencapai Rp4,46 triliun dari Rp1,49 triliun.


Sebagai kontributor terbesar, pendapatan sigaret kretek mesin (SKM) turun 14,09% menjadi Rp73,89 triliun. Kontribusi segmen ini terhadap total pendapatan GGRM mencapai 90,38%.


Di sisi lain sigaret kretek tangan (SKT) naik moderat 5,10% menjadi Rp6,89 triliun. Adapun rokok klobot turun 28,26% menjadi Rp9,36 miliar dan kertas karton turun 30,07% menjadi Rp809,20 miliar.


Meski pendapatan turun, laba bersih GGRM justru meningkat, didorong oleh biaya pokok penjualan berhasil menyusut senilai 18,44%  menjadi Rp70,33 triliun. Kemudian beban usaha juga berhasil dipangkas 5,18% menjadi Rp5,44 triliun dengan pendapatan lainnya 19,35% menjadi Rp203,59 miliar.


Di tengah adanya risiko cukai rokok yang bisa sewaktu-waktu naik, GGRM tidak goyah dan berhasil mencetak laba yang naik signifikan akibat adanya efisiensi pos beban, profitabilitas semester I/2023 yang solid dan low base effect pada semester I/2022. Perlu dicatat, GGRM memulai kenaikan harga yang agresif pada kuartal IV/2022 dan semester I/2023.


Meski demikian, efek naiknya tarif cukai ini memang berpotensi membuat harga jual rata-rata (average selling price/ASP) GGRM menjadi meningkat, sehingga pangsa pasar berpotensi turun. Hal ini terbukti dari tingkat penjualan GGRM per kuartal III/2023 yang justru menyusut. Oleh karena itu, agar tetap mempertahankan kinerjanya, perusahaan rokok perlu melakukan inovasi dari sisi biaya. Sehingga kegiatan operasional menjadi lebih efisien.


Masa kampanye pemilu di akhir November kemungkinan akan mendongkrak pertumbuhan volume penjualan di segmen SKT. Mengingat tidak adanya keringanan pajak cukai (yang diberlakukan pada tahun 2014 dan 2019), volume penjualan SKM pada kuartal IV/2023 diperkirakan akan tetap berada di bawah tekanan. Namun, segmen SKT berpotensi tumbuh sebagai salah satu alternatif lain di kalangan pelanggan.




Dari sisi neraca keuangannya, GGRM mencatatkan penurunan aset 2,13% menjadi Rp86,67 triliun. Sementara itu utangnya berkurang 13,14% menjadi Rp26,66 triliun dengan ekuitas atau modal turut berkurang 2,13% menjadi Rp86,67 triliun. Hal ini bagus karena ekuitas positif, di mana jumlahnya lebih besar daripada utang.


Dengan begitu, rasio debt to equity (DER) ada di 0,11x dan debt to asset (DAR) 0,08x.


Saat ini saham GGRM diperdagangkan dengan valuasi price to earnings ratio (PER) di 7,83x. Valuasinya sangat murah mengingat angka ini berada di bawah minus 1 standar deviasi.


Emtrade memberikan rekomendasi outperform pada saham GGRM karena kinerjanya melebihi estimasi konsensus. Selain itu, valuasinya yang murah membuat GGRM menjadi semakin menarik.


Lalu, apakah GGRM menarik untuk buy saat ini? Bagaimana strateginya? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Laba Bersih ICBP Terkoreksi Efek Pembengkakan Beban Keuangan

2 Mei 2024, 17:20 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan ASII di Kuartal I/2024 Menurun, Ini Penyebabnya

30 Apr 2024, 16:18 WIB
article
ArtikelInsight

Performa Keuangan UNVR Membaik, Gimana Efek Penarikan Es Krim?

26 Apr 2024, 15:09 WIB
article
ArtikelInsight

BBRI Cetak Laba Bersih Naik Tipis 2,7% Jadi Rp15,6 Triliun

25 Apr 2024, 13:06 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi