Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Laba Terus Tumbuh, BBRI Kian Perkasa

25 Okt 2023, 17:57 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BBRI mencatatkan kenaikan laba sebesar 12,47% secara year-on-year / yoy menjadi Rp44,21 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2023.

Laba bersih BBRI ditopang oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) mencapai Rp 101,20 triliun per September 2023. Perolehan ini meningkat terbatas sebesar 4,86% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 96,51 triliun.

Pendapatan bunga bersih BBRI tumbuh terbatas akibat beban bunga yang melambung hingga 63,76% menjadi Rp30,70 triliun. Beban bunga naik sejalan dengan peningkatan dana pihak ketiga deposit yang tumbuh 19,1% dan kondisi suku bunga bank sentral yang tinggi.

Nah.. berbicara soal DPK, dana dari giro dan tabungan BBRI alias CASA tumbuh 10,1%. CASA sendiri sering disebut sebagai dana murah. DPK yang tinggi akan berpengaruh positif terhdap laba BBRI.

Besarnya beban bunga kemudian membuat margin bnga bersih atau NIM BBRI menyusut menjadi 8,05% per September 2023 dibandingkan 8,21% pada september 2022.

BRI berhasil membukukan komisi/provisi/fee dan administrasi senilai Rp15,56 triliun, naik 12,19% (yoy) pada September 2023. Akan tetapi sejumlah pos beban operasional ikut naik, yakni beban tenaga kerja dan beban lainnya.

Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) masih terjaga di level memadai namun cenderung bergerak naik. BOPO BRI meningkat dari 62,59% pada September 2022 menjadi 64,77% pada September 2023.

Dengan kinerja demikian, BRI mencetak return on asset (ROA) sebesar 3,09% pada September 2023. Berikut return on equity (ROE) sebesar 18,06%. Emiten bersandi BBRI ini punya rasio permodalan yang mumpuni, dimana rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) menguat di level 25,23%.

Kredit perbankan pada September 2023 tumbuh 8,96% (yoy) menjadi Rp 6.803,4 triliun, mengacu data Bank Indonesia (BI). Sementara itu kredit BRI tumbuh 12,32% (yoy) menjadi Rp 1.184.68 triliun dari periode sebelumnya Rp 1.054,72 triliun.

Di sisi lain, BRI berhasil mencetak pertumbuhan total aset mencapai Rp 1.851,96 triliun atau tumbuh 9,93% (yoy) pada kuartal III-2023. Hasil ini utamanya didukung perkembangan kredit perusahaan yang masih tumbuh di atas rata-rata perbankan.

Dalam hal likuiditas, BRI punya ruang yang terus dijaga dengan loan to deposit ratio (LDR) di level 88,34% pada September, lebih rendah dari posisi sama di tahun sebelumnya yakni 88,92%.

Menggunakan matriks valuasi Price to Book Value (PBV), BBRI diperdagangkan dengan nilai 2,8x. Sedangkan untuk rata-rata 5 tahunnya di 2,4x. Maka, secara teoritis BBRI memiliki valuasi Premium atau Overvalued (Figure 1.)


Figure 1. Valuasi BBRI (PBV Band)


Source: Data diolah, Emtrade

Mau belajar saham? yuk gabung VIP user Emtrade. 

Dengan menjadi user VIP emtrade kamu bisa mendapatkan konten edukasi, konten analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, seminar rutin, sampai morning dan day briefing setiap hari perdagangan. 

Klik di sini untuk menjadi VIP user Emtrade


-Emtrade Research-


Emtrade.id/disclaimer


Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi