Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Laba Tumbuh 25%, Kinerja BBCA Outperform

20 Okt 2023, 18:47 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menunjukkan kinerja mentereng sepanjang sembilan bulan pertama 2023 (9M23). Emiten dengan kapitaliasasi terbesar di RI tersebut mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 25,8% year-on-year menjadi Rp36,4 triliun.

Kinerja probabilitas BCA pun tidak ‘kaleng-kaleng’. Pendapatan bunga bersih BCA sepanjang 9M2023 nanjak 21,3% yoy menjadi Rp55,9T. Kemudian laba operasi sebelum biaya provisi atau pencadangan tembus Rp47,2 triliun atau meningkat 19,1% yoy.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan pertumbuhan kinerja BBCA disebabkan oleh pertumbuhan volume kredit di semua segmen, perbaikan kualitas pinjaman secara konsisten, serta peningkatan volume transaksi dan pendanaan.

“Solidnya peningkatan kredit juga salah satunya didorong oleh pelaksanaan BCA Expo 2023 di kuartal III tahun ini, melanjutkan kesuksesan BCA Expoversary 2023 pada Februari lalu," ujar Jahja saat konferensi pers kinerja perseroan, Kamis (19/10).

Jika melihat laporan BBCA, kredit di semua segmen tercatat meningkat. Segmen korporasi naik 12,2%, segmen komersial naik 6,5%. Begitu juga dengan segmen UKM dan konsumen yang masing-masing naik 16,4% yoy dan 14,4% yoy. Serta segmen pembiayaan syariah meningkat 6,2% yoy.

Pertumbuhan kredit yang terjadi karena adanya pemulihan bisnis para debitur BCA dan masih solidnya kredit konsumer. Dalam dua kali expo tahun ini, BCA mampu menorehkan total aplikasi KPR dan KKB (kepemilikan kendaraan bermotor) senilai Rp46 triliun. Angka itu naik 50% dari capaian 2022.

Selain dari sisi profitabilitas, kualitas kredit BCA juga mampu terjaga sehat. Ini bisa dilihat dari risiko kredit bermasalah atau net performing loan (NPL) BCA sebesar 2%. Angka ini jauh dari batas aman BI yakni 5%. Kemudian portofolio kredit yang direstrukturisasi terus mencatat perbaikan, yang tercermin dari menurunnya rasio loan at risk (LAR) ke 7,6% di sembilan bulan pertama tahun 2023, dibandingkan 11,7% di tahun sebelumnya. Pencadangan BCA juga terlihat memadai, dengan rasio pencadangan NPL dan LAR masing-masing berada pada level 226,9% dan 66,6%.

Performa ciamik dari BBCA saat ini menarik karena pencapaian terjadi saat isu guncangan ekonomi akibat tren kenaikan suku bunga dan inflasi memanas dapat melemahkan daya beli masyarakat. Sehingga dapat dikatakan kinerja BCA sejauh ini outperform alias mentereng.

Bagaimana dengan valuasinya?

Menggunakan matriks valuasi Price to Book Value (PBV), saat ini BBCA diperdagangkan pada PBV sebesar 4,8x. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata PBV 5 tahunnya sebesar 4,3x. Maka dari itu, secara teoritis valuasi BBCA ini terbilang Overvalued atau Premium. 


Lantas apakah BBCA sudah tidak layak investasi? Jawabannya adalah harga mobil Ferari akan selalu mahal dari harga mobil keluarga yang umum di jalan. Dan BBCA adalah saham Ferari.


Figure 1. Valuasi BBCA (PBV Band)

Source: Data diolah, Emtrade


Mau belajar saham? yuk gabung VIP user Emtrade. 

Dengan menjadi user VIP emtrade kamu bisa mendapatkan konten edukasi, konten analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, seminar rutin, sampai morning dan day briefing setiap hari perdagangan. 

Klik di sini untuk menjadi VIP user Emtrade


-Emtrade Research-



Emtrade.id/disclaimer


Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi