Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Pemilu Semakin Dekat, Apa Saja Saham yang Berpotensi Diuntungkan?

1 Des 2023, 09:45 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Memasuki awal bulan Desember, artinya para Capres dan Cawapres sudah mulai melakukan kampanye. Kegiatan kampanye ini akan berlangsung hingga bulan Februari 2024.


Dari sisi elektabilitas, berdasarkan lembaga survei Poltracking, posisi pertama masih dipimpin oleh Prabowo 38,9%. Kemudian disusul oleh Ganjar 37% dan Anies 19,9%.


Pertanyaannya, saham apa saja yang berpotensi diuntungkan dari adanya penyelenggaraan pemilu ini? Berikut ulasannya.

Saham yang Berpotensi Diuntungkan

Sektor Perbankan

Pada dasarnya sektor ini menjadi satu sektor yang paling defensif. Baik itu saat ada pemilu, krisis, atau ekonomi stagnan. Itu artinya, kinerja saham perbankan relatif stabil di berbagai kondisi ekonomi. 


Sektor perbankan memiliki likuiditas yang tinggi dan Indonesia berpotensi mencatatkan peningkatan belanja fiskal pada semester II/2023. Hal itu akan berdampak pada peningkatan pasokan uang M2 dan pertumbuhan pinjaman. 


Terlebih lagi jika yang terpilih adalah Prabowo dan Ganjar, maka iklim politik berpotensi lebih tenang. Sehingga para pengusaha dapat berani lebih ekspansif dalam pengajuan pinjaman untuk ekspansi bisnis. Ini karena Prabowo dan Ganjar cenderung ingin melanjutkan pembangunan dari Presiden sebelumnya, yakni Joko Widodo.


Nah, dengan penyaluran kredit yang berpotensi menjadi semakin ekspansif, sektor perbankan dinilai cukup menarik karena profitabilitas bisa ikut terdongkrak. 


Adapun big bank seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI mencatatkan penyaluran kredit yang ekspansi dengan aset yang juga membaik. Namun, valuasi dari big bank saat ini sudah cukup premium.

Sektor Consumer Goods

Momentum pemilu dapat meningkatkan daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah. Terlebih lagi indeks keyakinan konsumen (IKK) per September 2023 masih di zona optimis (>100) pada level 121,7 meski turun dari sebelumnya 125,2. Angka ini mengonfirmasi bahwa konsumsi masyarakat tetap terjaga.


Contohnya saja penjualan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mengalami pertumbuhan signifikan pada dua kuartal sebelum pemilu. Pada tahun 2019 penjualannya tumbuh 11,8%, lebih tinggi daripada rata-rata tiga tahun sebelumnya sekitar 5,9%.


Saat ini, PT Indofood CBP Tbk (ICBP) cukup menarik karena potensi penjualan yang lebih kuat di semester II/2023 didukung oleh peningkatan penjualan musiman dari Pinehill, peningkatan belanja pemerintah dan kampanye pemilu/periode akhir tahun yang meriah di pasar domestik. 


Pertumbuhan pendapatan pada tahun 2023 berpotensi akan mencapai 7,2% yoy didukung oleh dampak penyesuaian rata-rata harga jual (average selling price/ASP) yang meningkat. Adapun margin kotor diperkirakan 36,3% dengan harga gandum dan CPO yang lebih rendah. Dengan keuntungan valas, diperkirakan laba bersih mencapai Rp10,4tn dan laba inti sebesar Rp9,1tn atau naik 4,6% yoy.


Di sisi lain ada PT Mayora Indah Tbk (MYOR) yang juga cukup atraktif , sejalan dengan penjualan kumulatif hingga semester I/2023 sebesar Rp14,81 triliun. Di mana, 42% atau setara Rp6,31 triliun berasal penjualan ekspor, artinya diuntungkan dengan melemah rupiah yang saat ini di Rp15,709. 


Selain itu rencana untuk memperluas jangkauan ekspor Afrika dan Timur Tengah juga menjadi katalis positif. Secara historikal, kinerja MYOR di kuartal IV selalu menjadi yang terbaik dengan tingkat pencapaian pendapatan tertinggi (c.28%-29%) sepanjang setahun penuh. 


Sementara itu PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menarik karena pendapatan dan laba kotor GGRM di semester II memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap angka setahun penuh dibandingkan hasil semester I, dan mencapai puncaknya di kuartal IV. 


Tren ini sebagian besar merupakan respons terhadap pengumuman penyesuaian pajak cukai tembakau pada kuartal IV, yang mendorong perusahaan untuk terlebih dahulu menaikkan ASP guna mengimbangi kenaikan pajak yang akan datang. Sekadar informasi, simpatisan partai politik biasanya mendapatkan rokok gratis ketika melakukan kegiatan kampanye.

Sektor Telekomunikasi

Selanjutnya ada sektor telekomunikasi yang kinerjanya akan diperkuat oleh trickle down effect pemilu yang memiliki potensi untuk meningkatkan lalu lintas data serta pertumbuhan rata-rata pendapatan per pengguna (average revenue per user/ARPU).


Sektor ini berpotensi diuntungkan selama pemilu, terutama dalam masa kampanye mengingat akan ada banyak buzzer di media sosial. Demand penggunaan data berpotensi meningkat sekitar 5%, sehingga pendapatan dari segmen tersebut bisa bertambah. 


Lalu, bagaimana strategi trading di masa pemilu seperti sekarang? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-HF, RE-


emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

BBRI Masih Nyaman di Level 4000-an, Apa yang Mesti Dilakukan Holder?

29 Apr 2024, 14:20 WIB
article
ArtikelInsight

Harga Nikel Cetak Rekor, Sahamnya Menyala

22 Apr 2024, 16:23 WIB
article
ArtikelInsight

Rupiah Ambruk ke Level Terendah Empat Tahun, Begini Korelasinya ke IHSG Secara Historis

17 Apr 2024, 11:51 WIB
article
ArtikelInsight

Seberapa Besar Dampak Konflik Timur Tengah yang Kian Memanas ke Pasar Saham?

16 Apr 2024, 10:54 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi