Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Bursa CPO Sudah Diresmikan, Emiten Sawit Bisa Ubah Nasib?

17 Okt 2023, 08:23 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Sejak awal tahun, harga CPO global sudah turun 11,5% menjadi MYR 3.600/mt karena kelebihan pasokan. Sejalan dengan itu, sebagian besar harga saham CPO terkoreksi secara year-to-date (ytd).


Saat ini, harga CPO dunia masih mengacu pada Bursa Malaysia. Namun, ke depannya Indonesia akan punya acuan sendiri karena Bursa CPO sudah diresmikan pada Jumat lalu (13/10) dengan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) sebagai penyelenggara tunggal. 


Dengan adanya bursa CPO, harga acuan ekspor CPO yang tadinya menggunakan harga di bursa Malaysia dan Rotterdam akan memiliki acuan sendiri di Indonesia. Nah, harga acuan tersebut ditargetkan sudah terbentuk pada kuartal pertama 2024. 


Beberapa emiten sawit yang sudah bergabung dan berdagang di Bursa CPO antara lain ada PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR), PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO), PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP), dan PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT).


Pada intinya bursa CPO diciptakan sebagai barometer dunia, di mana Indonesia merupakan penghasil sawit terbesar. Kontribusi ekspor CPO Indonesia terhadap global lebih dari 50%. 


Hadirnya Bursa CPO bisa membuat harga produk CPO di dalam negeri menjadi lebih stabil. Sehingga produsen sawit di Indonesia tidak perlu khawatir tentang fluktuasi harga yang berlebihan karena Indonesia sudah punya tolok ukurnya sendiri.


Pemerintah juga telah mengklaim bahwa pendirian bursa CPO dan kebijakan ekspor CPO melalui bursa berjangka akan membantu Indonesia menciptakan harga CPO yang lebih mandiri, kompetitif, dan transparan.


Dengan demikian hal itu dapat memberikan sentimen positif bagi industri sawit di Indonesia. Kinerja emiten sawit kedepannya berpotensi meningkat karena mereka bisa lebih mudah untuk mengukur rata-rata harga jual (average selling price/ASP) tanpa harus mengandalkan bursa CPO di negara lain.


Tidak hanya Bursa CPO, saham CPO juga berpotensi mendapatkan sentimen positif dari Bursa Karbon karena perkebunanan kelapa sawit bisa menyerap karbon dioksida. Sebagai informasi, setiap hektar perkebunan kelapa sawit dapat menyerap 64 mt karbon dioksida per tahun dan menghasilkan 18 mt oksigen per tahun.  


Pada tahun 2023 Indonesia memiliki total 15,3 juta hektar perkebunan kelapa sawit. Dengan demikian, perkebunan kelapa sawitnya berpotensi menyerap 979,4 juta mt karbon dioksida. 


Meski begitu sektor CPO masih memiliki tantangan dari sisi pasokan di Indonesia dan Malaysia yang tertahan di level tinggi. Analis memangkas proyeksi rata-rata harga CPO pada tahun 2023 ada di level MYR 3.900/mt. Sedangkan pada tahun 2024 sebesar MYR 4.500/mt. Penurunan prospek harga CPO ini dinilai akan menghasilkan realisasi laba bersih yang lebih rendah. 


Adapun faktor usia tanaman yang tua juga akan menjadi tantangan kinerja ke depan bagi sebagian emiten. Contohnya seperti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP). Oleh karena itu AALI dan LSIP perlu melakukan peremajaan atau replanting agar hasil produksi kebun sawit tidak turun drastis.


Sementara itu PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) justru memiliki usia tanaman muda sekitar 13 tahun serta produktivitas yang tidak terlalu terganggu El-Nino karena lahan berada di Kalimantan. Selain itu, DSNG juga sudah memenuhi DMO dalam negeri sehingga bisa melakukan ekspor. 


Lalu, apakah DSNG saat ini menarik untuk buy? Atau saham apa yang lebih potensial dan bagaimana strategi tradingnya? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

Jelang Lebaran, Gimana Potensi dan Kinerja Emiten Poultry Secara Historis?

4 Apr 2024, 11:55 WIB
article
ArtikelInsight

HRUM Makin Fokus ke Nikel, Diproyeksikan Bisa Dorong Laba Bersih Naik 33% di 2024

27 Mar 2024, 13:44 WIB
article
ArtikelInsight

BEI Terapkan Mekanisme Full Call Auction, Simak Dampaknya ke Investor

26 Mar 2024, 12:18 WIB
article
ArtikelInsight

ADRO Punya Proyek EBT Jumbo, Begini Prospeknya

22 Mar 2024, 13:35 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi