Insight
Teknikal
Pemula
Fundamental
Psikologi Trading
Manajemen Risiko
Perencanaan Keuangan
Emtradepedia
premium-iconInsight

Prospek ANTM Saat Konflik Israel-Palestina, Sahamnya Bisa Balik Naik?

16 Okt 2023, 09:40 WIB
Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
banner-image

Beberapa waktu lalu ketika perang antara Israel dan Palestina pecah untuk pertama kalinya, harga komoditas langsung melambung. Tidak hanya minyak yang naik sampai 5% akibat kekhawatiran akan pasokan dan sanksi perdagangan, harga emas pun ikut menanjak. 


Emas biasanya menjadi aset safe haven yang paling diburu investor saat ada ketidakpastian geopolitik. Sebelum konflik, harga kontrak pengiriman Emas bulan Desember 2023 ada di level US$1.845,20 per ons troi. Begitu perang pecah, harganya meroket hingga US$1.893,6 per ons troi pada Kamis (12/10).


Analis menilai konflik antara Israel dan Palestina yang sudah sering terjadi cenderung tidak berdampak signifikan pada pasar dan umumnya hanya bersifat sementara. Meskipun begitu, konflik yang sedang berlangsung saat ini bisa menjadi sebuah pengecualian. 


Hal tersebut dikarenakan banyaknya jumlah korban dari kedua pihak. Sehingga ada kemungkinan bahwa konflik ini memiliki dampak yang lebih besar daripada sebelumnya. Oleh karena itu, terdapat peluang bagi komoditas termasuk emas untuk mengalami kenaikan nilai.


Pada tahun ini diperkirakan harga emas akan berada di rentang US$1.850 - US$1.910 per ons troi. Dengan adanya potensi kenaikan harga, dampaknya bagi emiten emas adalah dari sisi rata-rata harga jual (average selling price/ASP) yang juga bisa terdongkrak.


Sentimen ini berpotensi menguntungkan emiten emas seperti PT Aneka Tambang Raya Tbk (ANTM). Per semester I/2023, ANTM membukukan pendapatan dari segmen logam mulia dan pemurnian sebesar Rp13,4 triliun atau naik naik 8%. Nilai ini setara dengan 62% terhadap total pendapatan. 




Namun, perlu diketahui bahwa walaupun pendapatan ANTM mayoritas berasal dari emas, justru laba bersih mereka mayoritas berasal dari nikel, bukan emas. Sepanjang semester I/2023 laba bersih logam mulia dan pemurnian hanya Rp775,5 miliar, atau turun 9,81% karena mencatatkan rugi lain-lain dari segmen ini. Di mana, sebelumnya ANTM masih mencatatkan penghasilan lain-lain.


Nilai tersebut lantas hanya menyumbang sekitar 25,9% ke laba bersih perseroan. Selebihnya berasal dari kinerja segmen nikel.


Maka dapat disimpulkan bahwa kenaikan harga emas mungkin hanya akan mendukung kinerja keuangan ANTM secara top line saja. Sedangkan bottom line-nya tergantung dengan performa kinerja segmen nikel. Sebab sepanjang tahun 2021 dan 2022 pun nickel menyumbang lebih banyak laba bersih dibandingkan emas, meski secara pendapatan mayoritas berasal dari emas. 


Sekadar informasi saja, sepanjang tahun 2023 ANTM menargetkan produksi emas naik 28%, sedangkan produksi nikel naik 12%.


Di samping itu juga perlu diketahui bahwa performa segmen emas ANTM akan dipengaruhi oleh sentimen arah kebijakan The Fed. Sebab ketika suku bunga AS naik, biasanya ada tekanan negatif pada harga emas. 


Hal tersebut dikarenakan suku bunga yang lebih tinggi membuat alternatif investasi seperti obligasi menjadi lebih menarik. Sementara emas, yang tidak menghasilkan bunga mungkin menjadi kurang menarik. Akibatnya, investor mungkin lebih cenderung untuk mengalokasikan dana mereka ke dalam instrumen keuangan yang memberikan hasil lebih tinggi.


Baca juga: Konflik Israel-Palestina Memanas, Apa Dampaknya ke Saham?


Lalu, bagaimana strategi trading ANTM? Upgrade jadi VIP member untuk menikmati semua fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati trading signal, referensi saham, konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Klik di sini untuk upgrade menjadi VIP member Emtrade.

-RE-

emtrade.id/disclaimer

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.



Bagikan
whatsapp
Facebook
Twitter
linkedin
telegram
Artikel Lainnya
ArtikelInsight

ACES: Diakumulasi Investor Kakap Hingga SSSG Kembali Tumbuh Positif

20 Feb 2024, 16:33 WIB
article
ArtikelInsight

Keluar dari MSCI, Indeks FTSE Siap Tampung CUAN

19 Feb 2024, 14:10 WIB
article
ArtikelInsight

Unboxing Saham Terkait Program Prabowo-Gibran, Seberapa Diuntungkan?

16 Feb 2024, 16:33 WIB
article
ArtikelInsight

Dukung Prabowo-Gibran, Intip Kinerja Emiten Thohir Bersaudara

15 Feb 2024, 16:19 WIB
article
Video Populer
logo-emtrade

Aplikasi edukasi saham, bisa tanya jawab, dapat referensi saham, praktis, membuatmu bisa langsung praktek

Instagram
Youtube
Tiktok
Twitter
Facebook
Spotify
Telegram
Download Aplikasi
appstoreplaystore

Terdaftar dan Diawasi

logo-ojkIzin Usaha Penasihat Investasi : S-34/D.04/2022
kominfoTanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomor :002568.01/DJAI.PSE/04/2022

© 2024, PT Emtrade Teknologi Finansial

Syarat & KetentutanKebijakan Privasi